Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
sikap aneh selin


__ADS_3

Lendra yang melihat Selin yang lebih banyak diam beberapa hari ini merasa aneh akan sikap gadis itu yang tak menganggunya .ia juga merasa lega namun hal itu tak membuat hatinya senang , seakan gadis tersebut menyembunyikan sesuatu darinya.


" are you oke ? "


selin melirik lendra sebentar lalu kembali menatap kedepan , sungguh ia benar-benar tidak berniat mengoda lendra saat mengantarkannya ke sekolah pagi ini.


" aku ngak kenapa-napa "


baiklah sepertinya gadis itu tidak akan mau bercerita, batin lendra.lendra tidak akan bertanya lagi lebih jauh lagi, dia tidak akan memaksa jika gadis itu hanya diam.


selama perjalanan hanya hening , tidak ada Selin yang berceloteh mengoda lendra saat ini , hingga sampai di gerbang sekolahpun gadis tersebut langsung turun tanpa berpamitan dengan lendra.


" kenapa gadis itu ? " gumam lendra bingung menggaruk tengkuknya yang gatal


Selin yang sedang berjalan melewati lorong sekolah tiba-tiba merasakan dirinya di tarik oleh seseorang.dirinya memberontak di dalam kukungan pria yang baru saja menarik tubuhnya, hingga tubuhnya sedikit terbentur ke dinding.saat seperti ini bisa saja ia melawan namun niatnya diurungkan , ingin mengetahui apa maksud pria yang ada di depannya ini.


" Kamu kenapa mengindari aku beberapa hari ini ? Sepertinya aku ngak ada salah deh sama kamu "


Tidak ada kesalahan ucapnya, memang pria yang brengsek seperti ini tidak akan mengetahui kesalahannya.berbeda hal jika Selin tak mengetahui ini semua mungkin dia sudah terbuai dengan rayuan pria yang depannya ini.


" Kamu pikir aja sendiri____"


Ucapan Selin terpotong ketika jastin menciumnya dengan kasar , bibir bawahnya yang digigit membuatnya membuka mulut dengan terpaksa memberikan akses masuk kepada jastin.


Dengan dorongan keras Selin mendorong dada jastin hingga membuat pria tersebut mundur beberapa langkah.


Tanggan Selin menyentuh bibirnya lalu menghapus jejak bibir jastin yang masih tersisa, sungguh dia merasa jijik dan muak melihat tingkah kekasihnya ini.


Tak menghiraukan jastin lalu Selin melangkahkan kaki keluar dari gudang sekolah itu.


" Sungguh gua ingin ini cepat-cepat selesai dan keluar dari kehidupan pria bangsat itu. seandainya gua ngak percaya akun gosip tersebut mungkin gua masih menjadi Selina yang bodoh.hampir aja dia merebut kesucian gua pada saat itu "


Seketika Selin teringat saat pertama dirinya masuk ke apartemen pria tersebut ,untunglah dirinya tak terjebak sentuhan-sentuhan pria itu.


menyebutnya namanya saja Selin tidak mau sekarang.


Entah kenapa rasa sesak di dadanya juga masih belum sembuh , Selin memegang dadanya yang berasa sakit namun tak bisa diobati oleh dokter.


aduh, malah jadi puitis nih.authornya


" Udahlah ngak usah dipikirin , lihat aja saat pertemuan dia dengan si ****** itu datang ini semua akan berakhir"gumam Selin berbicara kepada dirinya hingga beberapa temannya yang sedang melewatinya menatap aneh


Mia yang baru menyadari keberadaan Selin bertambah bingung akan hal aneh di wajah sahabatnya itu.


" Bibir Lo kenapa bengkak seperti itu ? " Tanya Mia

__ADS_1


Tangan Selin terangkat menyentuh bibirnya memang benar sedikit bengkak dan sakit bila ia sentuh.


Mia yang mendengar cerita sahabatnya itu geram sekali melihat tingkah jastin ingin rasanya ia melabrak pria bangsat tersebut.


berbagai umpatan keluar dari mulut Mia yang juga emosi mendengar cerita sahabatnya itu , Selin mencoba menenangkan Mia yang seharusnya dia yang lebih marah malah sebaliknya sekarang.


" gua pastiin semuanya akan berakhir dengan cepat , menurut informasi dari agent gua mereka selalu bertemu saat malam hari di apartemen jastin "


Selin terpaku mendengar penuturan Mia ,


selalu ujarnya.


kata tersebut berputar di benak Selin bahwa hal tersebut sudah berulang kali terjadi , mungkin sudah berlangsung lama.


Selin mengerutkan keningnya berpikir sudah berapa lama ia telah dibohongi pria brengsek itu.


" malam hari ? bagaimana gua bisa keluar saat malam hari , kemaren sore saja itu susah mintak izin apalagi pada waktu malam hari " Ujar Selin menatap pasrah dinding kelasnya


Mia mengetuk-ngetukan jarinya di atas meja menopang dagunya sedang berfikir cara terbaik untuk Selin agar mendapatkan izin dari ayahnya.


" gimana kalau lu nginap di rumah gua ? "


Selin mengelengkan kepalanya hal itu tidak akan terjadi sudah beberapa kali Selin meminta izin akan hal seperti ini namun Charli malah meminta teman Selin yang menginap di rumah.


" kyiaahhhhh ! "


sekarang malah Selin berteriak kegirangan membuat teman sekelasnya melirik sinis ke arah mereka berdua yang selalu membuat orang sekeliling kaget.


kemudian Selin menyatukan tangganya meminta maaf kepada temannya sebab telah membuat kegaduhan.


keduanya saling berpandangan tersenyum selepas Selin membisikan sesuatu yang membuatnya berteriak.


" bagus , bagus juga ide lu.gua yakin ayah lu akan mengizinkan untuk satu yang ini , ternyata pintar juga yaaa teman gua "


Selin menepuk jidat Mia," baru tau aja lu gua kan memang pintar , lu aja yang ngak peka atas kepintaran teman lu yang satu ini "


pembicaraan mereka terputus ketika bel masuk berbunyi dan tak lama kemudian seorang guru memasuki kelas.


lendra yang sedang melakukan perjalanan menuju kolega bisnis di luar tak sengaja melihat taman kuliner yang pernah dia datangi bersama selin.


seketika di benaknya teringat gadis kecil tersebut yang sedikit aneh beberapa hari ini.


entah dorongan dari mana lendra berhenti di taman kuliner memberhentikan dirinya di depan jajanan cake dengan berbagai toping di atasnya.


lendra ingin memberikannya kepada Selin berharap gadis kecil itu kembali tersenyum ceria lagi , tidak lebih dari itu .apalagi ingin mengodanya, lendra tidak berpikir seperti itu.

__ADS_1


" hanya sebatas itu , tidak lebih " gumam lendra


lendra kembali melanjutkan perjalanannya menuju kolega bisnis yang telah menunggunya.


" selamat siang pak , mohon maaf lama menunggu saya " ujar lendra menjabat tangan rekannya itu


kemudian mereka larut dalam perbincangan bisnis hingga mencapai suatu kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.


lendra melirik jam tangannya yang menunjukan sekitar tiga puluh menit lagi Selin akan pulang dari sekolah , tak lama dari itu pertemuannya juga akan berakhir.


sekarang Mia menemani Selin menunggu lendra , ia takut sahabatnya akan di ganggu oleh pria brengsek itu lagi.


" tumben om lu lama ? " ujar Mia yang tengah duduk bersama Selin di halte sekolah


" palingan sebentar lagi juga sampai mungkin karena ada urusan kantor makanya deh agak telat, tapi biasanya om lendra cepat kok. kan tadi kitanya yang lebih cepat keluar "


Mia hanya mengangukkan kepalanya sambil memainkan handphonenya selagi menunggu.


tak lama klakson mobil mengahlikan Selin , tak usah ditanyakan lagi siapa itu. karena ia telah hafal bunyi klakson mobil yang setiap hari mengantar jemputnya itu.


" tuh udah datang , gua pamit duluan mkasih udah nungguin bestie " ujar Selin menunjuk mobil lendra yang terparkir di sebrang jalan


keduanya berpelukan sebelum selin memasuki mobil.


Selin mengerutkan keningnya ketika melihat ada berbagai cake di atas dasboard mobil , ia pikir itu untuk kekasihnya lendra.


" buat kekasihnya om ya ? " tanya Selin mengerucutkan bibirnya


" bukan , buat kamu "


seketika mata Selin berbinar mendengar hal tersebut langsung mengambil cake dengan senyumannya tak banyak bicara ia langsung melahapnya.


" om mau ? "


itu bukan pertanyaan namun paksaan buat lendra , sungguh lendra sudah mengelengkan kepalanya namun Selin terus saja memaksanya hingga dia memasukan cake coklat tersebut ke dalam mulutnya.


Selin tertawa melihat lumeran coklat tersisa di bibir lendra , tangan lendra yang hendak membersihkan terhenti di cegat oleh tangan Selin.


gadis tersebut menciumnya seraya membersihkan sisa coklat yang menempel di bibir pria itu , lendra sudah mencoba menghindar namun reflek Selin terlalu cepat menangkup wajahnya hingga bibir ranum itu menciumnya.


"om sama aja kayak Selin belepotan makan cake " ujar Selin sambil tertawa seusai melepas ciumannya


" sebaiknya aku tidak usah membeli cake , gadis kecil itu selalu mencuri paksa bibirku " batin lendra


Selin kembali melanjutkan memakan cake tersebut sedangkan lendra hanya bisa terdiam canggung kembali melajukan mobilnya menuju rumah.

__ADS_1


__ADS_2