
Lendra sengaja pulang larut malam untuk menghindari Selin dengan perlahan dirinya membuka pintu lalu mengendap-endap memasuki rumah.
seketika lampu yang mati di ruang tamu menyala , terlihat Selin yang tengah mengucek matanya sehabis bangun tidur di sofa.
" om baru pulang? " ujar Selin sambil menutup mulutnya yang tengah menguap lalu kembali merebahkan dirinya di sofa kemudian tertidur kembali karena masih mengantuk.
lendra menghampiri gadis tersebut yang tengah tertidur lalu mengendongnya ala bridal style menaiki tangga menuju kamar gadis tersebut.
apa yang dia lakukan hingga tidur di ruang tamu ? apakah dia menungguku hingga tertidur di sana?
menyebalkan sekali kenapa dia melakukan hal itu yang membuatku tambah bersalah jadinya,batin lendra.
tubuh mungil Selin tidak begitu berat buat lendra yang sudah terbiasa mengendong gadis tersebut apabila tertidur dimana pun.
langkah kaki lendra telah sampai di tangga terakhir kemudian melanjutkannya lagi menuju kamar gadis tersebut.
dengan perlahan dirinya menjatuhkan tubuh gadis tersebut di atas ranjang tak ingin membangunkannya.
" tidurlah Selin " ujar lendra ketika ingin pergi namun tanggannya di genggam oleh gadis tersebut
Selin mengelengkan kepalanya lalu sedikit menarik tangan lendra untuk tidur di sampingnya dengan berbagai penolakan diberikan lendra,tapi bukan Selin namanya jika tidak berhasil meminta lendra mengikuti perkataannya.
Selin benar-benar hanya ingin tidur tidak melakukan apa-apa, setelah itu barulah lendra menyetujui permintaan gadis itu.
lendra menghela nafas pasrah mengikuti keinginan gadis tersebut setelah melepaskan jas kantornya berserta kemeja yang melekat ditubuhnya hanya menyisakan celana pendek membuat dada bidangnya tak terhalang apapun kemudian dirinya ikut berbaring di samping gadis tersebut.
niat hati ingin menghindari Selin namun dirinya malah berbaring satu ranjang dengan gadis yang tengah memeluk tubuh bagian atasnya yang polos tak terhalang apapun saat ini.
lendra memandangi wajah polos Selin yang tertidur terlihat lebih tenang ketika ia tertidur , baru kali ini lendra meneliti wajah gadis tersebut.
ternyata lebih.......
cantik, itulah kata yang keluar di mulut lendra tanpa sadar dia mengucapkannya.
" apaan sih gua ?" pikir lendra lalu
membuang jauh-jauh pikiran itu.
ada apa dengan dirinya , sudah berapa lama ia tidak memuji seorang perempuan.sepertinya itu sudah terjadi beberapa tahun silam hingga membuatnya tidak percaya lagi akan perempuan.
lendra menggerutuki dirinya telah melakukan kesalahan ,tidak bisa menahan diri terhadap gadis yang tengah memeluknya ini.
"tsk..... bodohnya gua" umpat lendra
__ADS_1
rasa kantuknya yang sedari tadi hilang, pikirannya hanya di penuhi oleh Selin yang sedang tertidur memeluk dirinya saat ini.
seketika lendra tersenyum mengingat kelakuan gadis itu yang sesuka hatinya.
hanya dentingan jarum jam yang terdengar merasa bosan lendra hendak berdiri dengan hati-hati dirinya mengangkat tangan Selin yang merangkul pinggangnya.
" om mau kemana ? " dengan ciri khas suara berat tertidur, Selin berusaha membuka matanya yang masih enggan untuk di buka ketika merasa pengerakan di atas ranjang.
sial, kenapa gadis itu bisa terbangun pasalnya dari tadi dirinya melihat gadis itu nyenyak sekali tidurnya,batin lendra.dirinya yang hendak berdiri kembali duduk bersandar di tepi ranjang
"hmmmmmm.....ngak jadi " ujar lendra kemudian.
Selin menarik lendra untuk kembali berbaring di sampingnya kemudian membenamkan wajahnya di dada bidang lendra.
gadis tersebut kembali membuka matanya merasa lendra belum tertidur , ia menatap pria itu yang tengah menatapnya.
pandangan mereka bertemu kemudian Selin membawa tanggannya ke atas kepala lendra, menyisir pelan rambut pria itu dengan jari tangannya.
" udah malam om, waktunya tidur ngak baik bergadang.yaudah deh aku bantu tidurin om dulu baru aku tidur "
"kamu tidur duluan saja nanti om juga akan tidur "
Selin mengelengkan kepalanya masih bersikeras meminta lendra untuk tidur terlebih dahulu , ia ingin memastikan bahwa pria tersebut tertidur.
baiklah lendra akhirnya mengalah lalu menutup matanya berusaha untuk tertidur.
pikiran tersebut terkalahkan dengan usapan tangan Selin di kepalanya hingga entah kenapa matanya merasa berat , tak lama setelah itu dirinya tertidur.
******
paginya selin bangun terlebih dahulu daripada lendra yang masih tertidur di atas ranjang gadis tersebut.melihat wajah tampan lendra sehabis tidur membuatnya tak ingin bangun dan terus memandanginya.
kecupan-kecupan di bibir lendra tak hentinya di lakukan Selin.
hingga lendra yang tertidur merasakan benda kenyal yang menempel di bibirnya sesekali ********** membuatnya terbangun dari tidur.
" selamat pagi om " ujar Selin dengan senyuman yang merekah di wajahnya
" pagi "
selepas menjawab hal itu lendra menjuntai kan kakinya turun dari ranjang lalu mengambil jasnya yang tergantung berserta celana kerjanya.
Selin yang ingin menghentikan pria itu keluar namun di urungkannya ketika ia ingat dirinya harus membersihkan diri untuk pergi kuliah.
__ADS_1
" om lendra pasti sengaja semalam pulang larut " gumam Selin melihat punggung pria itu menjauh kemudian hilang tak terlihat keluar dari kamarnya.
Selin tersenyum licik bagaimana pun caranya dia akan membuat lendra membalas perasaannya.
selesai membersihkan dirinya Selin turun ke bawah untuk sarapan yang di sana sudah ada lendra yang menunggunya.
" ganti pakaian mu Selin ! "
entah angin dari mana, baru kali ini lendra mengomentari pakaian gadis tersebut yang menurutnya sedikit terbuka.
lihatlah Selin mengunakan blouse yang memperlihatkan belahan dadanya dan rok yang begitu pendek menurut lendra.
" kenapa om ? ini kan bagus Lo,lagian ini fashion anak muda sekarang om "
lendra berkacak pinggang menatap selin yang selalu keras kepala. " om , ngak suka . pokoknya ganti sekarang ! "
" kenapa om ini kan bagus "
lendra mengelengkan kepalanya lalu mengangkat tubuh gadis itu menuju kamarnya agar menganti pakaiannya lagi.
Selin mengalungkan tangannya di leher lendra menatap manik mata lendra , dirinya tersenyum kemenangan karena telah berhasil mencuri perhatian pria itu kepadanya.
dirinya duduk di tepi ranjang memperhatikan lendra yang tengah memilih pakaiannya di dalam lemari hingga pria itu mengambil blouse kemeja yang tertutup lalu memberikannya pada Selin.
selepas hal itu lendra keluar dari kamar Selin menuju ke ruang makan.lendra meratapi dirinya bingung,kenapa bisa dia bersikap seperti tadi.
"tsk...." lendra berdecak kesal entah kenapa dirinya bisa bertingkah aneh seperti tadi.
" barusan gua ngapain sih ? "
lendra memilih menundukkan kepalanya saat melirik Selin sudah duduk di depannya mengunakan pakaian yang barusan di pilihnya , lebih memilih melanjutkan sarapannya.
" malam nanti tidur saja duluan jangan nunggu om.om sepertinya akan pulang larut malam nantinya "
Selin memanyunkan bibirnya tak suka."kenapa pulang larut malam terus sih om ? kan aku sendirian di rumah,ayah juga masih lama pulangnya"
" maaf , mau gimana lagi tugas kantor banyak akhir-akhir ini "
bohong, itu semua hanyalah alasan lendra untuk menghindari Selin.
dirinya takut jika terus berdekatan dengan gadis itu, takut tidak bisa mengontrol dirinya lagi.
lendra berpikir kenapa adiknya terbangun apabila Selin mengoda sedangkan di kantor dia tak merasakan apapun saat ayu, sekretarisnya itu mengoda dirinya bahkan dada ayu lebih besar daripada Selin.
__ADS_1
lendra benar-benar bingung dengan apa yang terjadi di dalam dirinya.
" haaaisshhh....kenapa aku malah membandingkan dada Selin. udah lah lendra jangan berfikir aneh-aneh,ini masih pagi " batin lendra