Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
teman ayah


__ADS_3

Dengan gerakan malas gadis itu terpaksa mematikan panggilan telepon yang barusan terhubung dengan lendra.


sangat menganggu obrolannya sehingga harus berakhir, gadis itu merasa ada yang aneh tidak seperti biasanya ayahnya akan pulang untuk makan siang di rumah.


perlahan gadis itu menuruni tangga satu persatu lalu menuju ruang makan.


siapa itu ? tidak biasanya ayah membawa teman untuk makan di rumah,batin Selin ketika melihat pria yang seumuran dengan ayahnya.


pembicaraan kedua pria itu terhenti ketika Selin bergabung, dia juga bingung kenapa pria tua itu meneliti penampilannya.


sangat tidak sopan, sudah tua masih tidak bisa menjaga matanya.batin Selin.


" duduk lah dulu sayang, mari kita sarapan siang bersama"


Charli memperkenalkan seorang pria seumuran dengannya itu kepada Selin , sangat jelas gadis itu masih bingung karena ini merupakan pertama kalinya ayahnya membawa teman untuk makan bersama dirumahnya.


" Ayah apakah semuanya baik-baik saja? " Bisik Selin sedikit mendekat kepada ayahnya


Charli mengusap pelan puncak kepala putrinya lalu tersenyum, " semuanya baik-baik saja , sayang. yaudah yuk kita sarapan keburu makannya dingin"


Nama kolega bisnis ayah ini terdengar begitu familiar oleh gadis tersebut , tetapi entah di mana dirinya mendengar nama tersebut.


" Makan sayang " cahrli menegur putrinya itu yang tengah mengaduk-aduk makanannya sedari tadi


" Ya , ayah "


Mungkin itu cuma perasaan saja , biaklah tidak usah di pikirkan,batin Selin.kemudian gadis itu memulai mengunyah makanannya , merasa di perhatikan dirinya menatap pria paruh baya di depannya itu walaupun sudah berumur tapi tubuhnya berdiri tegap penuh wibawa.


Apa-apaan ini apakah dia tidak sadar diri sudah tua , kenapa sedari tadi melirikku begitu,batin Selin.


Rasanya dirinya ingin cepat-cepat menyelesaikan sarapan siang ini dan kembali menelphon om lendra.


" Sayang , ada yang ingin ayah bicarakan denganmu.duduklah dulu sebentar " Charli mencegat Selin yang hendak berdiri ketika usai sarapannya


Benar kan ,memang ada sesuatu di balik sarapan siang ini.

__ADS_1


" Ada apa ayah ? Aku mau mengerjakan pekerjaan kuliah "


Bohong , itu hanyalah dalih agar dirinya bisa menghilang dari ruang makan ini.


" Duduk lah sebentar sayang ,ini sangat penting "


Dengan helaan nafas beratnya gadis itu mencoba mengalah mengikuti perintah ayahnya kembali menduduki dirinya di kursi makan tersebut.


" Ayah, tau kamu akan terkejut mendengar penuturan ayah akan tetapi dengarkan dahulu " jantung gadis itu berdetak lebih cepat mendengar nada keseriusan ayahnya kali ini


" Pak Adipati ini memiliki seorang anak pria yang menyukaimu namun dirinya tak bisa datang ke sini karena masih ada study di luar kota,maksud kedatangannya______"


Ucapan Charli terpotong ketika Selin mengeprak meja hingga membuat kedua pria itu terkejut , "tunggu , aku tau maksud semua ini.tidak aku sudah memiliki hubungan dengan seseorang"


" Selin ! Jaga sikapmu , ayah tidak pernah mengajarkan kami berbicara tidak sopan seperti itu " Charli sedikit berteriak namun tak bis berbuat apa pun ketika gadis itu keluar dari ruang makan


Charli menyatukan tangganya di depan dada meminta maaf kepada Adipati_teman koleganya itu.


"Bukan salah anda juga pak charli. ini juga karena anak saya yang nakal itu tidak mau sekolah lagi jikalau lamaran ini tidak berlangsung dia tidak akan mau melanjutkan studinya lagi.maaf kan anak saya yang egois pak namun saya sebagai orang tua mencoba yang terbaik untuk anak saya"pria paru baya itu menatap dengan wajah sendu sangat terlihat wajah lelahnya


Aneh sekali, apakah begitu cara melamar ala anak orang kaya.dengan cara memaksa akupun tidak tau anaknya, entah siapa pun itu ? Seandainya pun gadis itu tau dia tidak akan menerima lamaran tersebut,hanya om lendra yang mengisi perasaannya.


gadis itu sedang memandang lapangan rumahnya di depan balkon kamar , melihat lapangan itu membuatnya ingat tentang om lendra dimana dirinya tengah melakukan olaraga bersama.


tapi yang lebih penting sekarang adalah siapakah anak pria itu walaupun sudah berusaha melupakan kejadian barusan namun rasa penasaran dan rasa ingin tau gadis itu tetap ada.


" atau_____" gadis itu menjeda kalimatnya


" Rudi , hanya pria itu yang berani mendekat dan memberi sesuatu.apakah mungkin dia ? "


sudahlah mengapa aku memikirkan hal tidak jelas seperti itu , batin gadis itu kemudian masuk kembali ke kamarnya.


sedangkan diluar sana Charli tengah mengantar adipati sebelum pria itu memasuki mobil pribadinya.


" saya harap anakmu bisa menerima penolakan ini , maaf sebelumnya terhadap sifat putri saya barusan " Charli menjabat tangan pria itu

__ADS_1


Adipati tersenyum membalas jabatan tersebut, " semoga saja anak saya yang nakal itu mengerti seperti yang anda bilang , sudahlah jangan minta maaf terus. itu sudah biasa untuk anak zaman sekarang memang begitu, suka emosian " balasannya kemudian


selepas basa basi kedua pria paruh baya itu, barulah mereka mengakhiri pertemuan singkat tersebut.


Charli mengelengkan kepalanya memasuki rumah dirinya tak habis pikir ada seorang anak seperti itu.dirinya harus menemui putrinya itu , jangan sampai dia terkena imbas oleh kejadian barusan.


tok tok tok


( bunyi ketukan pintu )


gadis itu sengaja mengunci pintunya agar ayahnya tidak memasuki kamar, mengetahui maksud pria paruh baya itu sedikit membuatnya marah.


tebak kan Charli kali ini benar , putrinya itu sedang marah terhadap dirinya.


" sayang_____buka pintunya , ayah mau berbicara denganmu.ayoklah jangan mendiamkan ayah seperti ini"


sudah berapa kali gadis itu mendengar bujukan ayahnya dan akhirnya membukakan pintu dengan bersidekap dada gadis itu menatap sinis ayahnya.


ingin sekali Charli tertawa melihat wajah putrinya tengah bercemberut seperti ini , namun dia urungkan karena akan menambah masalah.


" boleh ayah masuk ? " gadis itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian barulah memasuki kamarnya.


masih belum mau menatap Charli ,gadis itu membuang mukanya ke lain arah.pria paruh baya itu mengengam tangan putrinya mencoba meluluhkan hati putrinya itu.


" jangan cemberut begitu putri ayah nanti cantiknya hilang loh , lagian kenapa marah yaaa sama ayahnya yang tampan ini.kalau begini lebih baik ayah cari saja anak yang baru "


bukannya membujuk Charli malah membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya, memukul lengan ayahnya itu.


lantas keduanya tertawa.selin tidak akan bisa berlama-lama bersikap dingin mengacuhkan ayahnya itu.


pelukan seusai kemarahan ini terasa begitu hangat , tak ingin rasanya Selin melepaskan pelukan hangat seorang ayah.


Charli menatap putrinya itu yang tengah memeluknya membenamkan wajahnya di dada bidang pria paruh baya itu.


" apakah anak ayah sudah menemukan pria pengganti si brengsek itu ? " dirinya begitu gemas mencubit hidung selin yang terlihat wajahnya tengah memerah akibat pertanyaan tersebut.

__ADS_1


" sudah , ayah juga sudah kenal sama orangnya ? " balas Selin menyembunyikan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus saat ini.


__ADS_2