
Selesai membersihkan tubuhnya Selin kembali memakai jubah handuknya kembali kemudian menuju kamarnya sendiri yang berada di lantai atas.
bi Imah yang melihat Selin keluar dari kamar tersebut terlihat bingung , tidak biasanya dia melihat Selin memasuki kamar tamu.
" ada apa toh non ? tumben mandi di kamar tamu " ujar bi Imah yang tengah menenteng sayuran sehabis berbelanja
Selin tersenyum kaku menggaruk tengkuknya yang tak gatal." Iya nih bi , lagi cari suasana baru aja mandi di kamar tamu " ujarnya kemudian
suasana baru ketika mandi,alasan yang begitu aneh.semoga aja bi Imah percaya deh,batin Selin.
bi Imah lantas tertawa mendengar hal tersebut kemudian pergi berlalu ke arah dapur untuk memasak.
Selin yang masih terasa sakit karena ini yang pertama baginya sedikit kesusahan berjalan karena inti tubuhnya terasa sakit saat kakinya melangkah.
" aaakhhhhh" Selin meringis kesakitan ketika kakinya melangkah naik menuju tangga
lendra yang tak sengaja melewati tangga menghentikan langkahnya , perasaannya bertambah bersalah ketika mendengar rintihan gadis tersebut.
dengan perlahan lendra mengendong Selin ala bridal style.
"om ? " ujar Selin masih dalam keterkejutannya berada dalam dekapan lendra mengendongnya menaiki tangga.
"tidak usah banyak bicara tubuhmu masih terasa sakit "
blush......
wajah Selin tiba-tiba merona seperti kepiting rebus saat ini , yang dirasakan dirinya seakan lendra memberikan perhatiannya.
Selin membenamkan wajahnya pada bidang lendra ingin menyembunyikan rona merah di wajahnya.
" kenapa lagi gadis itu membenamkan wajahnya , apakah sifat agresifnya telah menghilang selepas membersihkan diri " batin lendra
pijakan kaki lendra telah mencapai di tangga terakhir dan menuju ke kamar gadis tersebut , dirinya secara perlahan melepaskan dekapan terhadap tubuh Selin membiarkan gadis tersebut berdiri di kakinya sendiri.
" pakailah pakaianmu selin , om akan tunggu di luar"
Selin menarik tangan lendra mengajak nya memasuki kamar." masuk aja ke dalam om , ngak apa-apa"
__ADS_1
" ngak , om di luar aja nunggu "
lendra tidak akan memasuki kamar tersebut , bisa-bisanya dirinya akan melakukan kesalahan lagi.
baiklah sekarang selin mengikuti keinginan pria tersebut , dari pada dirinya ditinggalkan sendirian.jika itu terjadi dia akan kesakitan lagi berjalan menuju lantai bawah.
seusai mengenakan pakaiannya dan sedikit menambahkan lipstik di bibirnya agar tidak terlihat pucat lalu ia keluar, masih melihat lendra berdiri membelakanginya membuat seuntai senyuman mengembang di wajah gadis tersebut.
" yuk om"
lendra kembali mengendong Selin ala bridal style membawa gadis tersebut menuju lantai bawah.bi Imah yang hendak ke belakang kembali di buat bingung melihat Selin yang digendong lendra.
" kenapa atuh den ,non Selinnya di gendong " ujar bi Ima dengan aksen sundanya
lendra berpikir sejenak jawaban yang tepat yang akan dia berikan. " ini bi , kaki Selin keseleo makanya saya bantu.soalnya dia mengalami kesulitan menuruni tangga jangan sampai dia terjatuh lagi nantinya "
keseleo, Selin tersenyum mendengar hal itu.
" pintar sekali om berbohong , keseleo akibat hentakkan om yang membuat aku seperti ini " bisik Selin di telinga lendra
lendra bergidik ngeri ketika suara Selin berdesir di telinganya.
" ehemmmm"
deheman Selin seketika membuyarkan lamunan lendra, kemudian ia menatap manik mata gadis tersebut yang tengah memandangnya.
" apakah om akan seperti ini sampai siang ? aku kelaparan setelah berkeringat begitu banyak pagi ini , perutku butuh nutrisi om "
lendra tersadar dari lamunannya kemudian membawa Selin menuju ruang makan untuk sarapan pagi yang telah di sediakan bi imah.
keadaan saat sarapan hening tidak ada yang bersuara diantara mereka,Selin yang tiba-tiba sedang melahap makanannya terhenti seolah berfikir selanjutnya dia mengaduk-aduk makanannya.
" kenapa Selin? " tanya lendra yang melihat gadis itu tak kunjung memakan sarapannya
" saat om di kantor Selin akan kesusahan jika membutuhkan sesuatu nantinya,terus gimana dong ? apakah om akan pulang larut malam?"
seketika perasaan bersalah lendra bertambah melihat gadis yang kesakitan dan kesusahan akibat ulah dirinya.
__ADS_1
berhasil, Selin mengembangkan senyumannya.ini merupakan strateginya untuk mengikat lendra agar selalu berada di sampingnya, lihatlah siapa yang akan kalah dalam permainan ini.
lendra mengengam tangan gadis itu yang tidak memegang sendok " maafin om.semua ini kesalahan om yang udah buat kamu seperti ini.om akan cepat selesaikan pekerjaan kantor agar lebih cepat pulang nantinya dan ada bi Imah selagi om di kantor kamu bisa meminta tolong padanya "
" yaudah deh, kalau om ngerasa bersalah terus sedari tadi. aku maafin,tapi harus cium aku dulu biar maafnya di terima sepenuhnya " ujar Selin menunjuk bibirnya
lendra menghembuskan nafas pasrahnya harus mengikuti gadis tersebut agar dirinya dimaafkan walaupun begitu dirinya juga masih menyalahkan diri sendiri.
kemudian dengan terpaksa dirinya memajukan tubuhnya pada gadis yang tengah duduk di sampingnya itu kemudian ******* bibir ranum milik Selin yang disambut hangat oleh gadis itu membalas ciuman lendra yang terkesan begitu lembut.
Selin mendekap tubuh lendra ketika ia akan melepaskan pangutan bibir mereka, merasa sudah puas barulah Selin menyudahinya.
" bangsat ! hanya ciuman gadis tersebut membuat adikku yang ternyata sudah terbangun.dasar gadis kecil " gumam lendra
sudah beberapa lama dirinya di dekati wanita namun tidak ada yang akan membuat adiknya bangun hanya karena ciuman. namun anehnya sekarang seorang gadis kecil yang mengodanya membuat adiknya beraksi.
membuat diri lendra membuat kesalahan, bahkan sampai dua kali.
" ini tidak baik , seharusnya tidak begini.kontrol diri lendra jangan sampai terulang lagi kesalahan tersebut" batin lendra
seusai sarapan lendra berpamitan kepada gadis tersebut yang masih ingin ditemani karena Selin tidak ada jadwal kuliah saat ini membuatnya berada di rumah .
.
setelah lendra membujuk gadis itu barulah dirinya dapat pergi menuju kantor.
lendra memijit pelipis kepalanya yang terasa begitu pusing, entah bagaimana dirinya akan menghadapi Charli_orang yang telah berbaik hati memberikan dia rumah ke dua.
" haissst , gadis tersebut membuatku pusing " ujarnya berbicara sendiri mengendarai mobil.
berbeda dengan Selin yang sedang berbaring di atas ranjangnya , wajahnya tak hentinya tersenyum ketika teringat kegiatan dirinya dan lendra.
seusai membersihkan rumah bi Imah baru teringat ada satu kamar yang belum di bersihkannya yaitu kamar tamu yang barusan Selin gunakan.
bi Imah tertegun di ambang pintu melihat kamar yang berantakan dan dirinya bertambah bingung ketika melihat seprai yang sudah acak-acakan itu terdapat noda warna merah di atasnya.
" apakah non Selin semalam tidur di sini ? tidak biasanya gadis itu akan tidur di kamar tamu, ada yang aneh " batin bi Imah di tambah lagi kejadian-kejadian tadi pagi Selin yang di gendong lendra tambah membuat bi Imah bingung.
__ADS_1
tak mau memikirkan hal tersebut Bi Imah menarik seprai menggantinya dengan yang baru lalu membersihkan kamar tersebut.