
Lendra yang masih enggan membuka mata karena masih ngantuk seperti merasakan sesuatu yang aneh, terasa empuk dan nyaman di genggaman tangannya.
" om___"
dengan suara yang masih berat pria itu menyauti ucapan Selin.
" lah om mulai nakal deh ,tangannya ganggu aku tidur om "
masih dalam keadaan menutup mata lendra mempermainkan benda kenyal tersebut , terasa nyaman sekali saat di genggam.
" aaakhhhhh___"
mendengar suara gadis itu terdengar aneh seperti rintihan seketika lendra membuka matanya dan tersadar langsung menarik tangannya yang berada di dada gadis yang berbaring membelakanginya itu
" maaf Selin , om ngak sengaja melakukannya.sungguh , om ngak tau "
Selin membalikkan tubuhnya lalu menopang kepalanya tak lupa dengan senyuman mengembang di wajah gadis itu menatap lendra yang sudah bersandar di tepi ranjang.
"Selin menyukai yang om lakukan barusan tetapi hal tersebut udah menganggu waktu tidur selin "
" maaf udah ganggu tidur kamu " ujar lendra menunduk kepalanya malu , dirinya begitu tak sanggup menatap gadis tersebut.
terjebak dalam suatu kesepakatan dengan tidak menjalin hubungan merupakan suatu yang sulit baginya agar tidak melakukan kesalahan lagi terhadap gadis kecil itu.
" tidak semudah itu , aku akan memaafkan om jika om memenuhi syarat yang aku berikan. maka aku akan memaafkannya "
perasaan udah ngak enak nih , kalau gadis kecil itu berbicara seperti tadi.tolonglah Selin jangan selalu menguji om , hal itu membuat om tersiksa,batin lendra.
Dan benar saja,gadis itu meminta dirinya menciumnya.
" jangan minta yang aneh-aneh Selin,sekarang bersihkan dirimu dan bersiap-siap untuk kuliah " lendra lebih beralih ingin beranjak dari ranjang
" aku tidak ada jadwal kuliah saat ini om, lagian om mau kemana?"ujar gadis tersebut mengetahui lendra akan berdiri langsung menarik tangan lendra lalu dirinya beralih duduk di pangkuan pria itu.
jika lendra tidak mau untuk memulainya maka dia akan memulainya selanjutnya gadis itu mendekatkan wajahnya hingga tak menyisakan jarak di antara mereka lalu mencium pria itu terlebih dahulu.
masih sama tidak ada balasan dari lendra hanya Selin yang mendominasi ciuman mereka hingga Selin menuntun lendra untuk membalasnya.
bukannya lendra tidak tau cara membalas ciuman namun dia takut akan selalu menginginkannya lagi.
__ADS_1
sekuat benteng pertahanannya yang telah dia bangun entah kenapa selalu di terobos oleh gadis kecil yang tengah menciumnya, tanpa sadar lendra membalas ciuman tersebut sambil menekan kepala gadis itu seolah menginginkan lebih dalam.
Selin mendorong pelan dada lendra berasa pemasok oksigennya telah habis lantas mengambil nafas sebanyak mungkin.
" oh **** ! apa yang telah gua lakukan barusan " umpat lendra tersadar dengan hal yang barusan dia lakukan
gadis tersebut mengeratkan pelukannya mendekap tubuh lendra,menuntun tangan lendra membalas pelukannya itu.
dengan arahan tangan Selin gadis itu menuntun tangan lendra melingkari tubuhnya.
terasa nyaman untuk Selin namun sebaliknya yang dirasakan pria dewasa itu mungkin gadis juga merasakan sesuatu yang menegang di bawah sana.
Selin sedikit terkekeh lalu mendekatkan bibirnya pada telinga lendra, "mau aku bantu om buat tidurin_nya " bisik gadis tersebut pelan
mendengar hal tersebut lendra bergidik ngeri kemudian mengangkat tubuh Selin dari tubuhnya,dirinya lebih memilih keluar dari kamar gadis itu daripada melakukan kesalahan lagi
" sekuat apapun om menolak aku tidak akan menyerah,lihatlah reaksi tubuh pria dewasa itu tidak akan berbohong "
Selin berjanji pada dirinya sendiri akan membuat pria itu membalas perasaannya.
tetesan air shower membasahi tubuh lendra berharap air tersebut dapat mendinginkan gejolak yang ada di dalam tubuhnya.
******* keluar dari mulut pria itu ketika dirinya sudah mencapai puncak kenikmatan , akibat gadis kecil tersebut tangganya harus pegal sendiri sekarang.
berdekatan dengan gadis kecil itu adalah sebuah penyiksaan entah sampai kapan gadis kecil itu akan berhenti untuk berharap pada diriku, batin lendra.
" atau sebaiknya dia tidak pulang saja ke rumah namun pak cahrli akan pulang hari ini , tidak mungkin dia juga tidak ada di rumah " gumam lendra berbicara sendiri
setelah menyelesaikan ritual mandinya lendra bergegas ke bawah untuk sarapan yang ternyata Charli sudah pulang dan tengah duduk bersama Selin.
" kapan anda sampai pak ? kenapa tidak mengabari saya untuk menjemput anda jika pulang sekarang " ujar lendra ketika sudah bergabung di meja makan , pria itu duduk di depan kedua ayah dan anak tersebut.
" barusan saya baru datang , lagian kamu juga sedang sibuk menangani perusahaan yang di sini "
kemudian mereka larut dalam pembicaraan hingga waktunya sarapan pagi , keadaan kembali hening ketika makan.
Selin , gadis kecil itu seperti biasa selalu belepotan memakan roti yang terlalu banyak isian coklatnya.
" aduuuhhh , udah kebiasaan nih kamu berlepotan.itu di bersihkan dulu ,masa iya putri ayah yang udah kuliah makannya seperti ini terus " Charli perlahan membersihkan selai coklat yang belepotan mengunakan tisu.
__ADS_1
" gimana pas ayah tinggal ,kamu juga makan belepotan ya ? belajar untuk makan yang lebih elegan sayang "
gadis itu hanya mengangguk menyeruput segelas susu hangat dalam satu tegukan.
Charli hanya mengelengkan kepalanya tersenyum melihat tingkah putrinya itu yang terlihat menggemaskan melihat putrinya sudah tumbuh menjadi gadis cantik.
" selama ayah pergi kamu tidak merepotkan om lendra kan ? "
lendra yang baru meneguk air serasa tercekat menelan air tersebut, takut jika gadis itu memberitahu ayahnya mengenai kesalahan yang telah dia perbuat.
" tidak , aku tidak merepotkan om lendra.selin kan udah biasa mandiri sedari dulu " Selin melirik lendra yang di depannya
fiuh !
lendra menghembuskan nafas lega , bukannya dia tidak mau bertanggung jawab namun dirinya berasa belum siap untuk menjalin suatu hubungan.
tatapan Charli beralih kepada lendra yang merupakan alasan dia untuk pulang pagi ini , lendra yang merasa di tatap menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah Charli.
" projek di kota Surabaya saya mau kamu mengawasi projek yang disana untuk beberapa hari dan sekaligus pertanda tangan kontrak setelah projek itu selesai"
lendra kira akan membahas dirinya lagi tetapi untunglah ini masalah pekerjaan.
bagaikan suatu harapan kehidupan bagi lendra , dirinya akan pergi keluar kota dan akan berjauhan dengan gadis kecil tersebut.
" baiklah pak , kapan saya akan berangkat pak? "
" sekarang , untuk itu alasan saya cepat pulang dan sebelumnya kita akan berbicara dulu di ruang kerja mengenai projek di Surabaya itu "
" uhuk uhuk " selin terbatuk seketika hampir tersedak makanannya.
terkejut mendengar penuturan ayahnya ingin membantah namun ini masalah pekerjaan kantor.
" minum dulu , makanya kalau makan itu pelan-pelan sayang" Charli menyodorkan segelas air putih kepada Selin
dengan wajah di tekuk dia mengambil gelas yang disodorkan Charli lalu meneguknya.
lendra berusaha menahan tawanya melihat reaksi gadis tersebut.
rasanya dia tak akan sanggup berjauhan untuk beberapa hari ini dengan lendra , apakah tidak bisa di gantian dengan sekretaris ayahnya saja,batin selin.
__ADS_1