
Sudah tiga hari selepas Selin melihat tubuh lendra , hanya tubuh belakang ya kalau kalian lupa.
sekarang dirinya sudah mengumpulkan keberanian lagi untuk mengoda lendra seperti malam ini .
Selin melihat situasi terlebih dahulu , ia mencari keberadaan ayahnya. Berhubung ayahnya kelihatan sibuk di ruang kerja Selin bergegas menyusul di mana lendra berada
" Lagi ngapain om ? " sapa Selin ikut bergabung duduk di sofa ruangan keluarga
Lendra menghela nafas pasrah , ia mengira Selin sudah kembali normal dengan tidak menganggunya beberapa hari ini.
Namun nyata sekarang lendra menyesal kenapa membawa laptopnya ke ruangan keluarga.
" Om sedang menyelesaikan pekerjaan kantor yang deatlane besok " balas lendra kemudian
Selin mencondongkan kepalanya melihat layar laptop tersebut kemudian tersenyum lalu mengecup bibir lendra sekilas.
" Jangan tegang om , biar aku pijit yaaaaaa,
Biar om nggak kaku lagi " kemudian Selin berdiri di belakang tubuh lendra melekatkan tangganya di bahu tersebut lalu dengan perlahan ia melakukan pijatan.
Pijatan Selin malah membuatnya lendra semakin tegang akibat sentuhan tangan gadis yang dibelakang tubuhnya saat ini , lendra menghela nafas pasrah mencoba serius melanjutkan kembali pekerjaannya
" Huaahhhhh adengan seperti ini menggambarkan layaknya pasangan suami istri yang dimana suaminya kelelahan.aduh soswetnya " ujar Selin berbinar binar seolah menatap masa depan
" Uhuuk uhuk ! "
Lendra terbatuk mendengar ucapan Selin yang sepertinya terlalu banyak menonton drama.
Dengan sigap Selin menuangkan segelas air putih ke dalam gelas yang terletak di meja menyodorkan kepada lendra untuk segera minum.
" Makan apa sih om , bisa kesedak begini ?" Tanya Selin membantu lendra minum
Sebenarnya lendra tidak tersedak namun entah mengapa mendengar perkataan Selin barusan membuatnya terbatuk.
apakah gadis itu tidak sadar dengan sikapnya,batin lendra.
tatapan Selin tak hentinya memandang wajah tampan om lendra." benar benar bibir yang terlihat indah" ujar Selin memuji ciptaan tuhan apalagi setelah terkena air bibir itu sehingga Selin tak tahan mendekatkan wajahnya menjangkau bibir lendra.
Penolakan lendra tak ada artinya untuk Selin , gadis tersebut menahan kepala lendra sehingga membuat pria tersebut mengalah membuka mulutnya ketika Selin mengigit bibir bawahnya.
Selin mengambil dalam-dalam nafasnya ketika merasa pemasok oksigennya telah habis begitu juga lendra dadanya naik turun akibat ciuman Selin yang begitu dalam.
" Selamat malam om "
Setelah mengucapkan itu ia berlalu , meninggalkan lendra yang masih terpaku melihat punggung gadis tersebut menjauh dari hadapannya.
" Oh **** ! Hanya karena gadis kecil tersebut senjata gua tiba-tiba bangun "
Lendra segera menutup laptop tidak peduli dengan pekerjaan saat ini , yang perlu ia lakukan sekarang hanyalah menyalurkan hasratnya sebagai seorang pria dewasa.
__ADS_1
Mobil lendra melaju ke sebuah hotel ternama di kota itu , seorang wanita telah menunggunya setelah mereka melakukan suatu kesepakatan.
Ciuman panas Selin membuatnya tidak bisa mengendalikan diri saat ini , tidak seperti biasanya dia akan bisa menahan semuanya sendiri.
" Benar-benar gadis pengacau " batin lendra
Sikap baik Charli terhadapnya yang selalu ia jaga untuk menjaga kepercayaan itu , dia tidak akan menyentuh gadis yang selalu mengodanya itu,itulah prinsip lendra.
Tak membutuhkan waktu lama lendra telah sampai di hotel tersebut kemudian menuju kamar yang telah dia pesan.
Dengan sorot mata mengoda wanita itu berbaring mengunakan lingerie tipis yang memperlihatkan bentuk tubuhnya. begitu melihat lendra di ambang pintu ia lantas berdiri berjalan gemulai menghampiri lendra hingga mengoda pria tersebut
Saat ini bayangan wajah Selin yang terlihat di benaknya entah kenapa membuat lendra langsung merengkuh pinggang wanita itu hingga tidak ada jarak diantara mereka.
Lendra membenamkan wajahnya di ceruk leher wanita itu menghirupnya dalam-dalam hingga meninggalkan jejaknya disana.
" Euungghh___"
Terdengar suara Wanita tersebut yang tak kuat akan perlakuan lendra.
Lenguhan panjang terdengar bersahutan dengan ******* sang wanita yang berbaring dibawahnya selepas pelepasannya , lendra kemudian bangkit memakai kembali celananya tak lupa meninggalkan sebuah cek untuk wanita yang tengah berbaring itu.
****
Selin yang baru datang langsung mencuri ciuman di pipi lendra setelah melihat ayahnya yang tengah menelfon membelakangi mereka.
" Selin " ujar lendra pelan menatap gadis yang tengah mengembangkan senyuman itu.
tidak taukah gadis itu sebab dirinyalah lendra harus menuntaskan semuanya dengan wanita panggilan sekarang dia malah mengecup pipinya seperti kejadian semalam tak ada , batin lendra.
lihatlah sekarang,seolah tak bersalah Selin duduk di sebelah Charli lalu menyeruput susu coklat hangatnya.
lendra hanya bisa mengusap dadanya melanjutkan kembali sarapannya.
seperti hari biasanya lendra akan mengantarkan gadis tersebut ke sekolah dan melanjutkan ke kantor Charli.
" pagi pak "
" selamat pagi pak"
sapaan itu selalu terdengar dari para pegawai wanita di kantor ini, dengan wajah datarnya lendra hanya mengangukkan kepalanya kemudian berlalu menuju ruangannya.
dirinya seperti frustasi menghadapi dua perempuan yang berbeda namun memiliki kesamaan begitu agresif menganggunya.
lendra menatap laptopnya dari pada menatap sekretarisnya yang sedang membacakan agendanya hari ini.
" bagaimana apakah ada yang ingin anda reschedule hari ini pak ? " tanya Mia sedikit membungkuk tubuhnya sengaja memperlihatkan belahan dadanya
lendra bukannya tergoda malah merasa jijik kenapa wanita di depannya ini , begitu ingin memperlihatkan tubuhnya dengan gratis seperti tidak ada harganya saja.
__ADS_1
lendra hanya menggelengkan kepalanya lalu membicarakan perihal kontrak yang akan di tanda tanganinya.
" sial ! kenapa pak lendra ngak ngelirik gua padahal direksi saja sudah tak tahan melihat gua berpakaian seperti ini"gerutu Mia keluar dari ruangan charli
" belum berhasil ya beb ? " tanya teman sekantornya ketika melihat wajah tertekuk ayu yang keluar dari ruangan lendra.
berlain tempat dengan Selin
dirinya satu persatu membaca akun gosip sekolahnya yang tengah membicarakan jastin namun bukan dengan dirinya yang dibicarakan sekarang.
" siapa itu destin ? kenapa ada beberapa potret dirinya dengan jastin kepergok tengah jalan berdua " gumam Selin melihat layar benda pipih tersebut
Selin menyodorkan handphonenya kepada Mia.
" apa nih ? "
dengan tatapan bingung Mia meraih benda pipih bercahaya itu
mulutnya komat Kamit tangah membaca akun gosip tersebut.
gebrak
(suara meja di pukul)
" beraninya dia mainin bestie gua , mau gua hajar nih !" ujar Mia melototkan
matanya, marah
Selin berusaha menenangkan Mia yang tengah marah. mewakafkan Mia , Selin menyatukan tangannya meminta maaf atas kelakuan sahabatnya yang membuat kaget seisi kantin sekolah.
" seharusnya gua yang lebih marah. ini malah Mia yang lebih menggebu-gebu" batin Selin lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Mia menghirup udara lalu menghembuskannya guna menstabilkan emosi , tak berselang lama dirinya menyeringai licik.
" kenapa lu ? tadi marah-marah sekarang malah senyum ngak jelas begini "
" gua ada ide " balas Mia dengan isyarat tangganya meminta Selin mendekat
Selin sesekali melototkan matanya tak percaya akan ide Mia, kemudian selanjutnya kedua sahabat itu bertatapan dengan seringai licik di wajah mereka.
anjungan jemput di bentuk oleh tangan selin,menyetujui kesepakatan yang telah mereka buat.
tidak sia-sia dirinya mempunyai sahabat black devil seperti Mia, batin Selin.
terimakasih pembaca yang sudah setia❤️
jangan lupa subscribe dan komentar untuk meninggalkan jejak✨
salam author ❤️❤️❤️
__ADS_1