Gadis Perantau Mungil

Gadis Perantau Mungil
BAB 10- Kesimpulan Yang Keliru dan Pembalasan Yang Salah Sasaran


__ADS_3

Masalah bisnisnya yang berusaha di rusak orang bisa saja vano menyelesaikan nya dengan mudah, tapi masalah hati nya ia justru marah besar


Vano pun memutuskan menemui raka detik itu untuk meminta solusi.


Ia keluar dari ruangan nya dan meninggalkan gio seorang diri, lalu gio yang tidak tau bingkisan di meja vano itu dari vira (shasha) berniat mengembalikan nya pada vano gio mengira vano tak sengaja meninggalkan bingkisan itu.


"Pak tunggu sebentar, ini bingkisan nya ketinggalan", ucap gio memberi tahu.


Vano pun menatap gio dengan sinis dan marah menyuruh gio membuangnya ke tong sampah, vano pun pergi.


...****************...


...Rumah raka...


Hanya beberapa menit vano tiba di rumah pribadi raka, kemudian langsung menghampiri raka yang sedang berada di kamar.


"Ka", panggil vano dengan pelan dan seperti tak berdaya.


"loh bro, tumben Lo kesini, kenapa tuh muka lo kenapa kusut banget bro?", tanya raka yang sedang asik bermain game


"Gue mau cerita dan minta solusi dari lo", ungkap vano lalu merebahkan diri di kasur raka.


"Tumben lo mau cerita, biasa nya gue yang cari tau sendiri masalah lo baru gue tau", ucap raka yang terus terang dan masih asik dengan game nya.


"Ini soal cinta dan benci ka", ucap vano membuat raka mengerutkan dahi nya.


Dengan rasa penasaran yang tinggi Raka spontan menghentikan game online nya itu, ia sudah mengira vano akan bercerita tentang Vira (Shasha), hanya saja ia keheranan apa maksud benci yang vano utarakan.


"Maksud lo?, apa ini ada hubungan nya dengan vira", tanya raka semakin penasaran.


Sesuai karakternya, vano yang tak suka berbasa-basi langsung menceritakan semua yang ia alami pada raka, raka pun kaget bukan main dan ketika itu ia sama sekali tak bisa percaya apa dikatakan vano, bukan tentang Poernomo ataupun Pram tapi tentang Shasha yang mereka sangka Vira, ia merasa bahwa Vira (Shasha) bukanlah gadis yang seperti itu.


"Menurut lo gue harus gimana ka?", tanya vano bingung.


"Apa gue harus melepaskan wanita pertama yang gue cinta?", lanjut nya


Raka terdiam lama tak mudah baginya untuk percaya, begitupun vano pun ragu kalau Vira (Shasha) bisa Setega itu.


"Lo pasti gak percaya kan ka, gue juga sama tapi Lo coba liat rekaman ini", ungkapnya lagi sambil mengulurkan handphone dengan rekaman Vidio yang gio kirimkan tadi


"Lo dapet ini dari mana Van?", tanya Raka penasaran


"Ceritanya panjang ka, gue bisalah tanganin mereka yang mau jatuhin gue tapi gak terima mereka mempermainkan perasaan gue", keluh vano dengan nada yang sangat kecewa


lagi lagi Raka hanya bisa diam, dia bertanya tanya apakah mungkin Shasha (vira) bisa tertindas Setega itu


Mereka hanya bisa menduga duga sampai pada suatu kesimpulan yang keliru yaitu kesimpulan bahwa Shasha yang mereka Vira itu memang bersekongkol dengan Poernomo dan Pram, meskipun mereka tak sepenuhnya yakin ada keraguan yang mengganjal, mereka justru tak pernah tau keraguan mereka itu timbul karena sebenarnya Shasha bukan lah Vira yang sesungguhnya nya, Vira yang mereka kira adalah anak Poernomo yang licik dan Pacar pram yang kejam.


"Gue gak tau harus gimana, tapi bukti ini yang gak bisa disangkal ka, Lo tau gue dari dulu realistis, tapi baru pertama karena cinta gue gak bisa mikir gitu", ungkapnya


"terus sekarang Lo mau gimana van, setelah Lo tau semua itu", ungkap Raka yang juga semakin salah mengira tentang Shasha (Vira)


Mereka terdiam lama, dua pria itu sama sama mencintai sosok Shasha yang mereka kira adalah Vira, namun karena kesalahpahaman itu mereka semakin kesini cinta yang ada di hati mereka justru sedikit sedikit tertutupi kebencian, kebencian yang tak seharusnya tertuju pada Shasha.


"Gue tanya apa lo masih mau mempertahankan vira setelah lo tau dia itu anak poernomo yang menipu lo dan pacar pram orang yang cari masalah sama lo", tanya raka memastikan


"Lo juga harus bisa menerima kenyataan kalau sebenarnya vira gak cinta sama lo, dia terpaksa ngedeketin lo cinta nya cuma untuk pram", lanjut raka berniat untuk menyadarkan sahabatnya itu


"Seandainya dia bener gak cinta sama gue hebat juga sandiwara nya bisa membuat gue yakin kalau dia juga tulus mencintai gue,", jawab vano


"Gue gak bisa bedain itu sandiwara nya yang hebat atau emang dia benar-benar mencintai gue, gue ngerasain banget ketulusan nya", lanjut vano.


"bukan cuma Lo Van, tapi gue juga", ungkap Raka dalam hati


"Orang yang memiliki tujuan dan rencana besar gak mungkin mereka gak mempersiapkan nya dengan baik van, vira juga pasti berusaha sampai titik maksimal untuk orang yang dia sayangi ayah juga pacarnya pram", sangkal raka


"Lo harus ingat seandainya dia mencintai lo juga tetep dia gak akan berada di pihak lo, lo cuma orang yang baru di kenal nya beberapa bulan ini, ayahnya udah menemani dia seumur hidup nya, pram juga menjalin hubungan dengan dia udah lama gue yakin di hatinya pram adalah orang yang spesial", lanjut raka


"Lo cuma secercah cahaya yang kemudian akan redup kembali setelah cahaya terbesar nya kembali yaitu poernomo juga pram", lanjut raka masih dengan dugaan buruknya


Vano hanya diam mendengarkan ucapan raka yang memang masuk akal walaupun dirinya tetap merasa bahwa vira (shasha) tulus padanya.


Raka yang biasa nya bertingkah konyol dan kekanak-kanakan tapi saat sahabatnya menghadapi masalah ia berusaha menghibur dan berusaha menyadarkan vano.


"Walaupun gue gak nyangka juga wanita mungil dan menggemaskan seperti vira bisa melakukan hal kejam pada lo, mempermainkan perasaan lo demi tujuan nya", ucap raka sambil menggelengkan kepala.


Vano menghela nafas dia kesal pada dirinya sendiri dia selalu bisa menghadapi permasalahan dalam bisnis nya dengan sempurna tapi urusan asmara justru ia merasa gagal dan seketika sangat membenci vira (shasha) tapi juga ia tak bisa memungkiri kalau cinta nya tak semudah itu sirna.


"Jadi menurut lo gue harus gimana?, jujur gue sangat mencintai dia ka", ucap vano meminta solusi pada raka


"van, mereka mempermainkan lo bahkan berniat menghabisi lo, apa lo akan diam aja hah?', tanya raka yang sedikit kesal


Raka tak mau sahabatnya yang selalu di kagumi wanita itu kini di permainkan seorang wanita.


"Gak usah lo peduliin dulu perasaan lo, meskipun gue juga tau lo pasti galau banget, tapi lo harus tau vira ya vira tetep anak poernomo yang sekarang musuh lo, seandainya lo tetep mau sama dia apa dia mau sama lo? bukan nya kata poernomo yang lo ceritain tadi dalam rekaman mereka bilang vira sama sekali gak mau sama lo van, dia cuma cinta sama pram seorang, seandainya ada keajaiban dia mau sama lo apa lo bersedia berdamping dengan musuh lo sendiri poernomo yang tak lain dia itu papa nya vira", lanjut raka.


"Gue masih gak nyangka sih dia kaya bocah tapi hatinya jahat banget",


Vano merasa semakin kesini ucapan raka memang masuk akal, ia juga tak mau bersama dengan anak musuh nya sendiri walaupun vano kini sudah mencintainya tapi vano berfikir dengan situasi seperti ini juga dengan berjalannya waktu ia pasti bisa melupakan vira padahal adalah shasha.


Raka akhirnya memberi saran yang membuat vano tercengang.


"Van, lebih baik lo bales mereka", hasut raka yang sudah tersulut emosi itu


"Cara nya?", tanya vano


"Gue udah punya ide", jawab raka begitu meyakinkan.


"Lo bikin orang seperti mereka itu menyesal, lo tau yang penting bagi poernomo dan pram selain bisnis nya?",


"Maksud lo vira?", tanya vano


"Yups",

__ADS_1


"Lo tau yang paling berharga bagi vira itu apa?" tanya raka


Vano menggelengkan kepala


"Kehormatan nya sebagai seorang wanita",


"Jadi maksud lo gue harus...?", tanya vano kaget spontan


"Yups ini cara balas dendam terbaik", ucap raka


"Lo gila ka, gue gamau", tolak vano seketika.


"Lo fikir deh van kalau dia sudah ternodai sebagai wanita dia pasti merasa gagal dan tak berharga lagi, dia pasti menderita ayah mana yang akan tega melihat anak nya menderita poernomo pun pasti ikutan menderita, dan begitu pun pram dia akan kesal wanita nya itu sudah di nodai orang",


"Kita main cantik van jangan sampai mereka tau lo yang berbuat itu, mereka bisa dengan mudah menipu lo, lo pun harus bisa membalas mereka, lo gak usah pikiran vira sialan itu, nyata nya dia emang gak mencintai lo kan", lanjut raka


"Nanti gue bantuin lo atur, lo oikirin aja dulu saran gue",


Vano hanya diam merasa saran dari raka sangat di ragukan terlebih hati nya yang menolak bagaimana pun juga hati nya masih menyimpan cinta bagi vira (shasha).


Hari pun sudah malam vano pergi menginap di hotel untuk menenangkan diri, alasan nya tidak pulang ke rumah karena rumah nya banyak menyimpan kenangan indah.


...****************...


...Kosan shasha...


Setelah pulang kerja shasha menyelesaikan tugas kuliah di kosan tentunya di temani sahabatnya vira.


"Kak vano seneng gak ya tadi aku kasih dia makanan tadi", gumam shasha dalam hati lalu tersenyum tanpa di sadari.


Melihat shasha tersenyum lebar dan mata nya melamun membuat vira keheranan ia pun iseng menyentil bibir shasha yang sedang tersenyum.


"Ih apaan sih vir", ucap shasha menggerutu


"Kamu aneh senyum-senyum gak jelas gitu", ucap vira.


"Vir aku mau cerita jujur sama kamu, tapi aku gak tau cerita ini akan membuat kamu senang atau justru benci aku", ucap shasha membuat vira penasaran,


"Apa sha? kamu gak usah khawatir gitu, lagian aku gak mungkin benci kamu", ucap vira penasaran.


"Aku gak sengaja jatuh cinta ke kak vano dan dia juga sama vir, sekarang kita saling mencintai maafin aku vir, aku gak seharusnya seperti itu, menurut kamu gimana? kalau kamu nyuruh aku berhenti mencintai dia aku akan berusaha vir", ucap shasha jujur namun merasa sedikit khawatir.


Vira pun tertawa mendengar hal tersebut dari shasha


"Loh kok kamu ketawa sih vir?", tanya shasha heran.


"Aku emang udah duga itu dari kemarin sha, vano terus mau ketemu kamu terus kamu juga bersedia itu menandakan apa coba kalau bukan cinta?, aku tau awalnya kamu cuma mau bantu agar keluar dari masalah ini tapi justru kamu sendiri kan yang terjebak cinta dalam situasi rumit ini, kamu tenang aku gak marah kok sha", ucap vira membuat shasha tenang.


"Lagian kalian saling mencintai akan menguntungkan aku juga kan, tinggal kita cari cara untuk menghadapi papa", lanjut vira


"Tapi gimana soal identitas aku, apa kak vano masih bisa terima aku nantinya", tanya shasha khawatir.


"Kalau udah cinta perbedaan itu bukan hambatan sha, kamu tenang aja nanti kita cari waktu yang tepat untuk menyelesaikan semuanya", ucap vira.


Shasha mengangguk ia pun senang respons vira yang sangat mendukungnya dan mengerti dirinya.


Shasha hanya tersenyum malu menandakan ia menyetujui saran dari vira.


...****************...


...Hotel...


Vano yang sudah dari tadi sampai di hotel hanya bisa berbaring menutup mata berharap masalah yang ia hadapi kali ini hanya lah sebuah mimpi,


Tiba-tiba handphone vano berbunyi, menandakan ada pesan masuk ia pun langsung membuka pesan tersebut.


"Malam kak, kamu lagi apa? pasti kamu lagi senyum-senyum sendiri mendapat pesan dari calon istri mu ini"


"Aku mau ngajak kamu jalan minggu ini ke puncak, kamu bersedia kan?" pesan dari vira.


Vano hanya melihat pesan tersebut lalu mematikan handphone nya, ia pun berusaha tidur berharap besok setelah ia bangun ada keajaiban.


Kosan shasha


Setelah vira mengirim pesan shasha dan vira terus menunggu balasan vano.


"Gimana vir di bales gak", tanya shasha penuh harap


"Yah, cuma di read doang sha terus sekarang gak aktif", jawab vira sambil memperlihatkan handphone nya.


"Mungkin dia lagi sibuk vir, kita tunggu aja besok mungkin dia bales", ucap shasha positif thingking.


"Iya nanti kalau dia bales aku kasih tau kamu", ucap vira


"Udah kita tidur aja aku udah ngantuk", ajak shasha lalu berbaring di kasur nya.


"Ya capcus", vira pun ikut berbaring berbagi kasur dengan shasha.


...****************...


...Keesokan hari nya di hotel...


Beberapa kali terbangun saat tidur di malam hari vano pun bangun cukup siang kali ini, Hari telah berganti namun kekhawatiran nya masih sama seperti hari sebelumnya.


Ia pun melihat handphone nya dan tiba-tiba teringat pesan vira (shasha) semalam dan ia juga teringat kata-kata raka kemarin.


Ia bingung menghadapi masalah ini, di saat jiwa nya membendung kekecewaan juga kemarahan hanya saran buruk raka yang ia rasa cukup efektif kali ini.


"Ngapain gue pusing karena wanita, wanita kejam gue harus jauh lebih kejam, benar kata raka", Gumam vano dalam hati.


"Ini saatnya gue balas niat busuk dan perbuatan kalian", ucap vano pelan yang sedang gelap hati.


...****************...

__ADS_1


...Kosan shasha....


Pagi-pagi sekali shasha dan vira mandi lalu bersiap-siap pergi ke kampus, saat berada di kampus vira menerima.


"Maaf vir saya baru bales, saya pasti bersedia saya juga mau ketemu kamu". Pesan dari vano


Vira tak lupa memberi tahu shasha balasan dari vano, shasha pun tentunya pasti senang.


Beberapa hari kemudian


Shasha dan vano janjian di taman terakhir kali mereka bertemu dan mereka pun tanpa menunggu lama langsung bergegas menuju puncak.


Beberapa jam di perjalanan mereka pun tiba di puncak yang sejuk dan indah, mereka langsung beristirahat terlebih dahulu di vila pribadi milik vano.


"Kak, kita nanti liat pemandangan terus kita kita foto", ajak shasha pada vano


"Iya vir", ucap vano sambil tersenyum padahal hati nya sangat kesal dan memandang shasha sebagai wanita tak tau diri.


Setelah cukup beristirahat mereka pergi jalan-jalan melihat pemandangan tak lupa berfoto dan juga makan bersama tak terasa waktu pun cukup sore.


"Vir kita nginep di vila aja ya, saya kaya nya gak enak badan takut gak kuat nyetir", ungkap vano berbohong.


"Kakak sakit?, kenapa gak bilang jangan-jangan kak vano juga maksain ya ke sini", ucap vira khawatir.


"Engga kok cuma perlu istirahat, mungkin kecapean", vano berbohong lagi untuk melancarkan rencana nya balas dendam.


"Kamu gak keberatan kan kita gak pulang?", lanjutnya.


"Iya kak gapapa kok, lagian besok aku libur", ucap shasha.


"Ya udah kita ke vila sekarang aja kak, biar kamu bisa istirahat lebih cepet, maafin aku ya ka", lanjut shasha.


"Iya vir ayo", ucap vano yang bepura-pura lemah.


Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di vila setelah beberapa jam kemudian malam pun tiba dan mereka akan makan malam bersama.


"Kak kita makan dulu, kamu harus makan nanti minum obat biar enakan badan nya", ucap shasha sambil menyiapkan makanan di meja.


Vano hanya mengangguk dan melihat shasha kesal kini rasa cinta nya sudah hampir sepenuhnya tertutupi oleh kebencian nya.


Mereka pun makan dengan santai setelah selesai makan mereka minum teh bersama di balkon vila vano.


"Pemandangan di sini lumayan indah ya kak" ucap shasha melihat pemandangan sekitar


"Iya vir kita minum teh nya", ucap vano lalu meminum seteguk teh itu lalu di susul shasha.


"Aku mau memberi tahu kamu sesuatu", lanjut vano membuat shasha sangat penasaran.


"Apa itu kak?, ucap shasha tersenyum


"Kamu mungkin beberapa saat lagi gak akan melihat juga mendengar suara saya jadi gak usah basa-basi singkat aja saya mau bicara empat kata sama kamu", ucap vano misterius.


"Maksud kakak apa?", tanya shasha heran.


"Saya sangat membenci kamu", ucap vano membuat shasha tercengang dan kaget.


"Kamu berani melakukan itu, saya akan lebih kejam dari kamu", lanjut vano yang semakin membuat shasha tak mengerti.


Shasha pun diam tak mengerti dan ia berusaha memahami ucapan vano itu setelah beberapa saat ia mengira vano membenci nya karena mengetahui identitas asli nya yang bukan lah vira.


"Jadi kak vano benci aku karena udah tau sesuatu? kebenaran tentang aku mendekati kaka? kak vano udah tau semuanya", ucap shasha memastikan dan sangat khawatir.


Mendengar pertanyaan shasha tersebut justru semakin membuat vano yakin kalau vira (shasha) memang sengaja mendekati nya untuk melancarkan rencana orang tua juga pacarnya.


"Iya kamu kejam menipu saya", ucap vano yang semakin membuat shasha yakin bahwa vano benar-benar telah mengetahui identitas nya.


Shasha tak bisa berkata-kata ia hanya refleks menangis.


"Kamu gak usah berakting lagi di depan saya, saya tau kemampuan akting kamu hebat sampai kamu bisa menipu saya, gak usah berpura-pura nangis seakan-akan kamu menyesal. Saya akan membuat kamu benar-benar menyesal malam ini", ucap vano dengan nada tinggi nya


"Apa yang mau kaka lakuin?", tanya shasha menangis dan sedikit ketakutan.


"Saya akan membuat kamu kehilangan harga diri juga kehormatan kamu sebagai seorang wanita", ucap vano membuat shasha kaget.


"Saya melakukan itu bukan karena nafsu bahkan bukan karena cinta tapi karena DENDAM!", lanjut vano


"Kamu mau tau kemana cinta saya? cinta saya seketika tertutup oleh kebencian yang si sebabkan kelakuan kamu sendiri", lanjut vano yang semakin emosi.


"Engga kamu gak boleh ngelakuin itu, aku mau pergi dari sini", ucap shasha lalu berdiri dan berniat berlari namun vano menghentikan langkah nya ia menarik tangan shasha.


"Percuma kamu pergi, efek bius yang kamu minum bersama teh tadi sekarang pasti sedang bereaksi di tubuh kamu", ucap vano.


Sebelum nya vano memang menaruh bius yang akan bereaksi beberapa menit setelah di minum.


Shasha pun kaget dan ketakutan, ia tak mau kehormatan nya harus di renggut orang lain meskipun dia adalah orang yang sangat dia cintai.


"Maafin aku kak vano, tolong jangan lakuin itu, aku emang menipu kaka aku emang jahat aku emang bukan cinta yang harusnya kakak harapkan aku bukanlah vi..", ucap shasha lemah lalu perlahan tertidur.


"Kenapa?Bukan vi apa? bukan vira yang baik?, iya kamu emang kejam vira", ucap vano dengan emosi dan nada tinggi nya.


"Gue gak peduli vira pram juga poernomo tau kalau gue ngerusak Vira, gue gak akan main cantik seperti kata raka, justru gue sengaja supaya mereka tau bahwa gue bukan musuh yang lemah, gue juga akan jauh lebih kejam dari mereka", guman vano dalam hati.


Vano lalu membawa shasha ke kamar vila tersebut,


...****************...


...keesokan hari nya....


Karena efek bius yang di minum shasha sudah berakhir shasha pun terbangun dan merengek kesakitan di seluruh tubuh nya terlebih lagi di daerah kewanitaan nya.


Ia pun baru menyadari dia berada di kamar yang asing dengan tak mengenakan pakaian sehelai pun hanya di tutupi sebuah selimut bermotif bunga juga di samping nya terbaring laki-laki yang juga tak berpakaian lengkap.


Ia pun teringat kata-kata vano malam tadi ia pun menyadari kini dirinya sudah bukan lagi wanita suci, kehormatan nya sudah di rengut oleh laki-laki yang sangat ia cintai namun mungkin detik itu juga ia akan sangat membenci vano.

__ADS_1


Shasha pun menangis tersedu-sedu sampai tak sengaja membangunkan pria itu.


Bersambung....


__ADS_2