Gadis Perantau Mungil

Gadis Perantau Mungil
SPESIAL PART


__ADS_3

Di pagi hari yang indah, matahari menampakkan sinarnya yang hangat hingga menembus celah celah jendela sebuah kamar.


Terdengar sayup-sayup derap kaki yang melangkah perlahan menuju kamar tersebut.


Brakk


Suara handphone di atas meja terjatuh hingga membangunkan dua sejoli yang sedang terlelap dalam pelukan.


"Sayang ... bangun!" ucap Shasha sembari mengayun-ayunkan tangan suaminya.


"Lima menit lagi ... " Lirih Vano.


Vano menarik kembali istrinya kedalam pelukan.


"Lepasin Kak! kamu gak malu apa, anak kamu ada disini."


Shasha mencoba melepas pelukan hangat suaminya.


Seketika Vano terbangun dari tidur, meskipun rasanya mata itu sulit sekali untuk terbuka.


Tapi karena sang buah hati menghampiri, kantuknya tak dihiraukan kembali.


"Sini sayang," panggil Shasha.


"Sini nak," saut Vano.


Anak laki laki berusia sekitar lima tahun itu menggeleng-gelengkan kepalanya dan berusaha menyembunyikan sesuatu yang ada ditangannya.


Melihat gelagat anaknya yang mencurigakan seketika Shasha mulai bertanya.


"Abang Kenzo nyembunyiin apa di tangan? coba bunda liat," tanya Shasha lembut.


Anak itu terus menggelengkan kepalanya sambil menahan ketakutan sang bunda akan memarahinya.


"Kalau Abang Kenzo gak mau ngasih tau Bunda, Abang kasih tau ayah aja ya. Sini duduk bareng ayah," saut Vano.


Kenzo Prasetya Damian, adalah anak Shasha dan Raka yang telah dilahir empat tahun silam.


Menginjak usia anaknya yang sudah empat tahun, Shasha belum juga memberitahukan siapa ayah Kenzo sebenarnya.


Kenzo hanya tau ayahnya adalah Vano yang sejak bayi menemani dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.


Perlahan-lahan Kenzo beranjak naik ke atas kasur dan duduk di pangkuan sang ayah.


"Apa itu nak?" tanya Vano dengan senyuman hangatnya.


"Aku liatin, tapi janji bunda sama ayah gak boleh ngambek," jawab Kenzo dengan suara menggemaskan khas anak kecil.


"Ayah janji."


"Bunda juga janji."


Vano dan Shasha kompak mengulurkan kelingkingnya pada Kenzo, lalu di balas dengan uluran kelingking mungil sang anak bak membuat simpul janji.


"Aku ambil handphone ayah buat main game, terus gak sengaja jatuh. Jangan marah ya udah janji," ungkap sang anak dengan nada yang masih ketakutan.


Shasha dan Vano pun tersenyum melihat tingkah sang anak.


"Gapapa sayang, ini kan hari ulang tahun Abang Kenzo ayah janji deh bolehin Abang Kenzo main game."


"Tapi ingat ... gak boleh sampai siang, nanti siang Abang Kenzo, Bunda, Ayah sama dede bayi harus pergi ke acara ulah tahunnya Abang kenzo. Nanti banyak orang-orang yang sayang sama Abang dan ngasih banyak hadiah."


Semenjak menikah dengan Vano empat tahun lalu kini Shasha sudah mengandung kembali, tepat di hari ini usia kandungannya menginjak lima bulan.


"Bunda, kapan dede bayi keluarnya. Kok lama banget di perut bundanya?" tanya Sang anak polos.


Shasha dan Vano kembali tersenyum.


Sejak hadirnya Kenzo di hidup mereka, kebahagiaan tak henti hentinya menghampiri.


"Nanti ya sayang Abang Kenzo harus sabar, terus Abang Kenzo juga harus jagain dede bayinya kalau dede bayi udah lahir," jawab Shasha ramah.


"Oh," ucap sang anak sambil memonyongkan bibir.


"Ayah udah janji mau main game sama Abang, ayo kita main ayah!" ajak Sang putra.


"Iya iya ayo nak."


"Game mana yang mau Abang mainin?" tanya Vano.


"Ini game kesukaan Abang!" ucap manja Kenzo sambil menunjuk salah satu game online yang sudah terunduh di handphone Vano.


"Emang bener, buah jatuh gak akan jauh dari pohonnya. Raka, anak lo ternyata mirip banget sama lo, bahkan hobinya gak jauh beda dari lo," gumam Vano dalam hati.


"Yaudah yaudah ayo main, Abang dulu atau ayah dulu?" tanya Vano.


"Abang dulu dong, ayah kan udah gede harus ngalah," celoteh Kenzo yang sangat menggemaskan.


Shasha tersenyum bahagia melihat kebersamaan Vano dan putranya.


"Kak Raka, tak terasa anak kamu semakin besar dan semakin menggemaskan. Dia mirip banget sama kamu Kak, entah ikatan batin atau apa kenapa bisa dia hanya menyukai game yang sudah kamu liris." gumam Shasha dalam hati pula.


"Abang sama ayah tunggu ya, bunda mau masakin makanan kesukaan kalian," ucap Shasha yang hendak beranjak pergi.


"Yeay!" teriak Vano dan Kenzo kompak.


"Hati hati yah jalannya sayang!" seru Vano.


Shasha mengangguk dan berjalan keluar kamar.


...****************...


...Beberapa jam kemudian...


Sesuai rencana Vano sejak lama, ulang tahun ke empat Kenzo akan di gelar siang ini dengan sangat meriah di salah satu hotel bintang lima Jakarta.

__ADS_1


Tema ulang tahun Kenzo kali ini adalah dunia fantasi game Hero Legend, game yang sangat di sukai Kenzo sejak usianya tiga tahun.


Singkat cerita Vano, Shasha dan Kenzo sudah datang satu jam sebelum acara di mulai. Mereka kompak mengenakan kostum Hero dalam game tersebut, kecuali para tamu undangan yang selaras memakai baju hitam dan gols sesuai tema warna khas game tersebut.


"Aduh ini cucu Oma udah ganteng banget," saut monicca yang baru saja tiba.


"Pahlawan Opa ini, tos dulu," ucap Prasetya sambil mengulurkan telapak tangannya ke arah Kenzo, lalu di balas oleh tangan mungil Kenzo.


"Pah, Mah," sapa Shasha.


"Iya sayang, selamat ya. Gak kerasa Kenzo udah sebesar ini, kaya baru kemarin mamah nemenin kamu lahiran," ungkap Monicca mengenang.


"Iya, justru kaya baru kemarin kalian menikah, papah ikut bahagia melihat kalian bahagia seperti ini," saut Prasetya.


Sejak Vano dan Shasha meminta restu untuk menikah, meskipun pada awalnya terjadi perbedaan panjang antara Monicca dan Prasetya tapi pada akhirnya mereka menyetujui pernikahan Shasha dan Vano dulu.


"Sha!" teriak Vira dan Nara.


"Wah ... " ungkap Vira terpukau.


"Kamu tampak berbeda Sha," puji Vira.


"Kalian serasi banget," saut Nara dengan senyuman khasnya.


"Nara, Vira, aku udah mau punya dua anak kalian kapan coba nyusul aku," celoteh Shasha.


"Aku mau cerita Sha, ini berita gembira buat aku tapi buat kalian kayanya enggak deh," ucap Vira.


"Apa itu Vira?" tanya Vano penasaran.


"Semenjak aku tau Pram dan Papah udah berubah, aku memutuskan kembali ke Pram, dua bulan lagi mereka keluar dari penjara. Aku berencana menikah di bulan itu."


Pram dan Poernomo memang orang yang sangat kejam, tapi setelah di kurung lama di penjara dan banyak pelajaran yang mereka dapatkan akhirnya mereka tulus untuk berubah ke arah yang lebih baik.


"Berita buruk apa Vir, justru itu juga berita baik untuk kita. Kita turut bahagia Vir, yah kan Kak?" Shasha menoleh ke arah Vano.


Vano tak merespons dengan kata kata ia hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Kalau Nara gimana?" tanya Monicca iseng.


"Aku baru deket sama seorang dokter, cuma aku gak akan kasih tau orangnya. Soalnya ini belum pasti, takutnya gak jadi lagi kaya yang udah udah," canda Nara.


Semua pun tertawa mengingat tingkah konyol Nara dan Vano dimasa lalu.


Tak lama kemudian datanglah Paman dan Bibi Shasha dari Surabaya yang kebetulan berbarengan dengan tamu dari Singapura, yaitu Dr Derryl dan Dr Becca.


"Itu Paman sama Bibi kamu Sha, loh itu yang di samping mereka siapa?" tanya Vira heran.


"Itu mantan calon suami Shasha dan yang satu lagi mantan calon mertua Shasha," bisik Nara.


"Apa?" Sontak Vira kaget.


"Buset dah ini Shasha, kok bisa bisanya di kelilingi cowok cowok kece," gumam Vira dalam hati sambil menggeleng-ngelengkan kepalanya.


"Kamu kenapa Kak? cemburu ya?" goda Shasha yang melihat wajah Vano memucat dan cemberut.


"Enggak," jawabnya singkat.


Shasha hanya tersenyum melihat tingkah suaminya yang cemburu buta.


"Ya ampun semakin meriah aja ulang tahun cucu kita ini, makasih Pak Wanto dan BI Imas udah datang, apalagi ini jauh jauh dari Singapura terimakasih banyak Dr Derryl dan Dr Becca," ungkap Prasetya.


"Sudah seharusnya Pak," ujar Wanto.


"Selamat ya Sha, bibi ikut seneng anak kamu tumbuh sehat dan ganteng gitu," saut Bi Imas.


Entah karena apa Bi Imas yang biasanya ngomel tak jelas, kini sudah berubah menjadi lebih ramah.


"Iya selamat Shasha sayang dan keluarga kita ikut bahagia, maafkan kita empat tahun yang lalu gak bisa datang ke pernikahan kamu nak, untungnya hari ini kami bisa menyempatkan waktu," ujar Dr Becca.


"Siapa nama anak kamu Sha?" tanya Dr Derryl.


"Kenzo Prasetya Damian namanya Mas," jawab Shasha Ramah.


"Gak perlu senyum gitu," bisik Vano yang cemburuan.


"Apaan sih kamu kak," keluh Shasha.


"Nama yang bagus, sini sayang salaman sama om," ungkap Dr Derryl lalu mengulurkan tangannya pada Kenzo lalu di balas Kenzo.


"Tadi bunda udah kasih tau nama aku, sekarang om yang kasih tau ... nama om siapa?" tanya Kenzo.


"Nama om Derryl," jawab Dr Derryl dengan ramah.


"Oh nama yang bagus."


Jawaban Kenzo seketika membuat semua orang tertawa.


"Om temen nya bunda atau temennya ayah?" tanya Kenzo penasaran.


Mendengar pertanyaan Kenzo, Dr Derryl bingung akan menjawab apa.


"Om temennya bunda sama temen ayahnya Kenzo juga," jawab Dr Derryl bijak.


"Idih, ngaku ngaku," gumam Vano dalam hati.


"Anak kamu menggemaskan Sha, meskipun cinta ini belum sepenuhnya hilang. Tapi, jujur aku gak menyesal melepas kamu karena tujuan aku akhirnya terwujud melihat kamu bahagia dan bisa tersenyum lebar seperti itu," gumam Dr Derryl dalam hati.


"Makasih ya Bu, Mas. Kalian udah datang ke sini, Shasha seneng banget ketemu kalian lagi," ucap Shasha berkaca kaca.


"Iya sayang, kita juga sengaja sekalian mau ketemu kamu," ungkap Dr Becca.


Di tengah obrolan yang semakin seru tiba tiba.


"Evano Syahreza Prasetya!" teriak Raka yang tak di sangka sangka akan datang hari ini bersama orang tuanya.

__ADS_1


Raka sudah tak pernah muncul setelah perpisahan dan perceraiannya dengan Shasha. Beberapa bulan ia sangat down, tapi seiring berjalannya waktu ia mulai semangat kembali untuk mengembangkan game onlinenya hingga sukses besar tak hanya di Indonesia dan Jepang tapi juga di seluruh manca negara.


Raka tak pernah kembali bukan karena lupa diri atas popularitas yang mendulangnya selama empat tahun kebelakang, tapi karena dirinya yang belum bisa melupakan Shasha sepenuhnya.


Bagi Raka, baik dulu sekarang atau dimasa depan Shasha adalah satu satunya wanita yang paling berkesan di hidupnya. Bahkan sampai saat ini, Raka belum juga menikah salah satu alasannya karena tak ada wanita yang bisa melebihi atau bahkan menandingi keistimewaan seorang Shasha dihatinya.


"Kak Raka ... " lirih Shasha.


"Raka?" tanya Vano sendiri.


Raka berjalan ke arah kerumunan dan ia melihat anak laki laki dengan kostum salah satu Hero di game buatannya.


Ia sudah bisa memastikan anak laki laki itu adalah anak kandungnya.


"Nak kamu sudah besar" lirih Raka sambil mengelus ngelus rambut Kenzo.


"Ini cucu kita pah?" tanya Ibunda Raka terharu.


"Iya mah," ucap Ayah Raka yang sangat terharu juga.


"Kamu mirip banget sama papamu nak," lirihnya.


"Om ini siapa namanya?" tanya Kenzo.


Raka tak kuasa menahan tangisnya, ia menunduk lama dan menangis.


"Bunda! bunda sini!" ujar Kenzo sambil melihat Shasha.


"Om ini kenapa nangis? bukan Abang yang bikin om ini nangis."


"Om udah om jangan nangis, kaya ayah aku cowok itu gak boleh nangis harus lebih kuat dari cewek, supaya bisa jagain mereka," ungkap Kenzo yang sangat menggemaskan.


Raka pun seketika tersenyum bahagia dan memeluk Kenzo dengan erat.


Momen pertemuan Raka dan Kenzo memang sangat menyayat hati, tapi juga menyisakan kebahagiaan yang mendalam di hati mereka.


"Kak, aku rasa ini waktu yang tepat untuk bilang ke Kenzo," bisik Shasha ketelinga Vano.


"Kalau kamu rasa begitu ayo Sha, saya harap Kenzo bisa menerima," jawab Vano.


Vano dan Shasha menghampiri Kenzo yang sedang berada di pelukan Raka.


"Abang sayang, coba Abang liat bunda. Bunda mau bicara sama Abang Kenzo," ucap Shasha.


"Kenapa bunda?" tanya Kenzo.


"Om yang sama Abang Kenzo itu ayah mu juga Nak," lirih Shasha.


"Kenapa ayah Abang ada dua bunda?" tanya Kenzo tak mengerti.


"Nanti kalau Abang udah besar, Abang pasti ngerti. Pokoknya Abang Kenzo anak yang paling beruntung di dunia karena punya dua ayah yang hebat," ungkap Shasha.


"Oh gitu ya bunda, tapi ayah ini ayah siapa namanya?"


"Ini ayah Raka nak," saut Raka, lalu memeluk kembali putra kandungnya itu.


"Syukurlah pah, akhirnya Raka bertemu anak kandungnya," bisik Ibunda Raka.


"Iya mah papah juga ikut senang," jawabnya.


Kata kata Shasha selalu di pegang kuat oleh Raka, kini ia berhasil membuktikan pada orangtuanya bahwa ia bisa sukses, setelah pembuktian itu benar benar nyata orang tua Raka mulai sadar dan mulai menyayangi raga sebagaimana orang tua menyayangi anaknya.


"Nak, Ayah Raka bawa hadiah buat kamu sayang," lirih Raka sambil memberikan kotak hadiah yang di bawanya.


"Apa ini ayah?" tanya Kenzo.


Kenzo membuka kotak hadiah besar tersebut yang isinya miniatur semua Hero dalam gamenya..


Seketika Kenzo berdiri dan melompat kegirangan.


"Makasih ayah Raka," ucap Kenzo lalu memeluk Raka.


"Bunda sama Ayah sini peluk sama sama, kalau om ini Ayah Abang juga berarti kita semua keluarga ya kan Bunda?" tanya Kenzo membuat semua orang terisak sedih.


"Iya sayang," ungkap Shasha berkaca kaca.


Mereka berempat saling berpelukan, menangis bahagia.


Raka menepuk pundak Vano.


"Lo gak masalah kan?" tanya Raka.


"Engga bro, gue gak masalah berbagi kasih sayang Kenzo asal jangan ibunya," ungkap Vano bercanda.


Mendengar celotehan Vano mereka semua tertawa.


"Sekali lagi, Shasha. Aku turut bahagia," lirih Dr Derryl dalam hati.


"Lagi lagi aku hanya bisa bersyukur, kebahagiaan ini datang silih berganti. Kenzo kini sudah bertemu ayah kandungnya, Rumah tangga aku dan Kak Vano sangat harmonis, persahabatan yang sempat hancur kini kembali membaik." gumam Shasha dalam hati.


"Terimakasih orang orang hebatku, aku harap kalian juga menemukan kebahagiaan kalian yang sesungguhnya." lanjutnya sambil melihat satu persatu senyum bahagia yang terpancar di wajah orang orang terdekatnya.


Shasha memegang erat tangan Vano.


"Terutama untuk kamu Kak, kebahagian ini tak mudah kita dapatkan. Ada banyak cerita sedih di balik ini semua, cinta kita begitu kuat Kak sampai bisa mengalahkan berbagai ujian cinta kita," gumam Shasha kembali sambil menatap Vano dengan penuh cinta.


Vano melirik ke arah Shasha yang menatapnya dengan penuh cinta."Terimakasih gadis mungilku, Shasha," gumam Vano dalam hati sambil menunjukan senyum bahagia.


Setelah momen mengharukan itu terjadi, mereka semua mengadakan acara ulang tahun itu dengan suka cita dan berlipah kebahagian.


Gemerlap cahaya dan meriahnya suasana semakin menambah sempurnanya acara ulang tahun Sang Putra luar biasa, Kenzo.


Senyum manis Shasha terus terukir di wajah imutnya.


Selesai..

__ADS_1


__ADS_2