
Melihat vano tiba tiba memeluk erat Shasha, Nara langsung terkejut, dan Shasha pun berusaha melepaskan pelukan vano
"Le.. Lepasin aku kak",
"Engga sha, aku gak akan lepasin kamu, maafin aku sha",
"Maafin aku sha, ini semua salah faham aku bisa jelasin", ucap vano kemudian melepaskan pelukannya dan memegang wajah kecil Shasha vano pun memeluk Shasha kembali
"Lepasin aku kakkkk!", ucap Shasha berteriak
"Sha, jangan bilang i..ini laki laki yang kamu bilang kalian saling mencintai itu?", ucap nara sampai tak terasa air mata menetes
"Ra, saya minta maaf, sa.. sa..", ucap vano pada Nara
"Cukup ka, cukup aku gak mau denger", ucap Nara
Nara pun pergi dengan kesedihan dihatinya
Monicca pun mengejar nara yang tiba tiba pergi, ia berusaha menenangkan dan menghibur Nara
"Sha.. sha, maafin aku, aku gak harusnya berbuat seperti itu dulu sama kamu , maa.ma..afin aku", ucap Raka dan menunduk penuh penyesalan.
Mendengar obralan mereka Dr Derryl yang dari tadi belum mengatakan satu kata pun akhirnya berbicara
"Sha, apa ini laki laki yang berbuat itu sama kamu, apa mereka orang nya sha?", tanya Dr Derryl
"I.. I.. Iya mas", Shasha menjawab sambil tak kuasa menahan tangis yang tersedu sedu
"Seandainya saya gak berusaha menahan emosi, seandainya kita ketemu bukan di rumah mungkin dari tadi saya sudah tonjok kalian", ucap Dr Derryl
"Apa yang kalian lakukan sangat membuat Shasha menderita bahkan ia harus kehilangan kehormatannya sebagai seorang wanita, belum lagi ia harus merelakan cita cita yang selama ini harapkan", lanjutnya
"Kita bisa jelasin semuanya, kita minta maaf sha", ucap vano
Shasha tak mampu berkata kata seolah luka lama nya kembali tersayat sayat
"Sha, kamu gapapa kan?", tanya Dr Derryl khawatir
"Kasih waktu kita untuk jelasin semuanya", ucap Raka
"Gimana sha? mereka sepertinya menyesal sekali, lamu mau denger penjelasan mereka agar semuanya clear atau kamu mau pulang aja? kalau kamu mau pulang saya Anter kamu sampe rumah", tanyanya pelan dengan bijaksana
"Mas, kamu gapapa aku ketemu bicara sama mereka", tanya Shasha
"Sha perasaan aku gak penting, kalau kamu mau bicara sama mereka aku gapapa, aku akan ngerti, aku temenin kamu ya", jawab Dr Derryl
Dokter Derryl memang orang yang bijaksana, ia tak akan membiarkan perasaan dan emosi yang melanda jiwanya
Dr Derryl dan Shasha pun mengajak mereka keruangan Dr Derryl, dan mereka duduk sambil menjelaskan semua kesalahpahaman itu
"Kak vano, ka Raka sebelumnya aku minta maaf karena udah bohongin kalian dengan aku berpura pura menjadi Vira, maafin aku", ucap Shasha tertunduk
"Aku tau aku salah, tapi apa kesalahan aku itu harus kalian balas dengan cara keji seperti itu", lanjutnya sambil menangis tersedu sedu
Dr Derryl yang duduk bersebelahan dengan Shasha terus menenangkannya
"Sha, sebenarnya bukan karena itu kita melakukan hal gila itu, ceritanya panjang, Poernomo dan Pram bersekongkol buat jatuhin perusahaan saya dan berusaha untuk mencelakai saya, mereka memanfaatkan anaknya agar bisa lebih dekat dengan saya dan perlahan ingin mewujudkan tujuannya, saya yang tersulut emosi setelah mengetahui itu berusaha untuk balas dendam pada orang yang sangat berharga bagi mereka yaitu kamu yang kami fikir kamu adalah Vira, anaknya poernomo", vano menjelaskan panjang lebar
"Satu hal lagi sha, aku yang menyarankan ide gila itu, aku merasa bersalah, terlebih aku yang... maafin aku sha", saut Raka.
Mendengar penjelasan vano dan raka shasha tak menyangka
"Ka, mungkin aku juga salah gak seharusnya aku turutin Vira waktu itu, kalau aja aku gak nurutin Vira mungkin aja kejadiannya gak akan gini", jawabnya
"Satu hal lagi ka, aku bisa mengerti dan memahami betul alesan kalian melakukan itu karena dendam itu, tapi satu hal juga yang gak aku mengerti mengapa harus dengan cara itu kalian melampiaskan dendam", ucapnya
"Sha beri saya kesempatan, saya masih mencintai kamu sha, kita mulai semuanya dari awal, saya akan berusaha membahagiakan kamu", ucap vano
Shasha hanya tersenyum sinis
"Hebat kamu ka, setelah menyakiti aku, apa kamu akan menyakiti Nara? dia sahabat baik aku ka, bisa bisanya kamu bicara seperti itu padahal kamu sudah terikat pertunangan dengan dia, aku gak akan Setega itu ka, Aku udah kehilangan sahabat sebaik Vira apa sekarang aku harus kehilangan Nara karena kamu juga, gak akan ka", jawab Shasha
Padahal dalam hati nya, cintanya pada vano sangat mendalam, kesalahanpahamanya dengan vano telah usai namun sepertinya cinta mereka sulit untuk bersatu, di sampingnya sudah ada laki laki yang tulus mencintai dan bahkan sekarang sudah akan menjadi calon suaminya sementara di sisi vano sudah ada seorang nara yang sudah sejak lama mencintai vano dalam diam.
"Sha, a.. aku sama sekali gak mencintai Nara", ucap vano jujur
"Van, van, gue udah duga Lo emang gak cinta sama Nara, Lo masih aja cinta sama shasha, sampe dari tadi gue gak berani jujur lagi ke Shasha soal perasaan gue sebenarnya masih mencintai dia juga, apalagi gue gak sepantasnya berharap lebih ke dia setelah apa yang gue lakuin ke Shasha", gumam Raka dalam hati
"Cukup ka, satu hal lagi yang perlu Kaka tau, aku sudah akan menikah, apa kaka gak sadar kalau laki laki yang dari tadi nemenin aku adalah calon suami aku, laki laki yang begitu mencintai aku dan memperlakukan aku dengan baik", ucap Shasha jujur
"Maafin aku kak vano, aku masih cinta sama Kaka, tapi sepertinya kita gak bisa bersama, aku harus jaga perasaan Mas Derryl dan aku juga harus menjaga perasaan Nara"
Shasha terdiam dan tak sengaja melihat Raka yang menatapnya dengan dalam.
__ADS_1
"Satu lagi, kak Raka aku minta maaf, tatapan kakak ke aku saat ini sana seperti Kaka jujur soal perasaan kakak waktu itu, meskipun ketika itu wajah Kaka di liputi kebencian tapi mata kaka gak bisa bohong saat bilang kalau Kaka mencintai aku, apalagi Kaka ayah dari anak aku, tapi aku tetep gak bisa kak, maafin aku gak bisa balas perasaan Ka raka", gumamnya dalam hati
Setelah mendengar kenyataan bahwa Shasha akan menikah dengan Dr Derryl seketika mereka kecewa, bahkan vano tak terima jika Shasha akan bersanding dengan laki laki lain
"Aku harap kakak bisa mengerti, aku pamit ka, ayo mas kita pulang", ucap Shasha kemudian menarik lengan Dr Derryl.
Belum sempat shasha mengatakan kejujuran bahwa dirinya hamil, ia langsung buru buru pergi dari ruangan itu.
Tanpa berkata kata lagi Dr Derryl langsung mengantar Shasha pulang dan ia tak berani bertanya, ia membiarkan Shasha tenang terlebih dahulu.
Sementara itu Vano dan Raka pun pergi dari ruangan itu dan kembali untuk menemani Prasetya yang baru saja di rawat di rumah sakit tersebut.
Kedatangan nya kali ini sebenarnya memang untuk membawa papa nya berobat di rumah sakit tersebut, namun tak di sangka sangka mereka bertemu dengan Shasha yang selama beberapa bulan lalu mereka cari.
...****************...
...Toilet Rumah Sakit...
"Ra, kamu jangan nangis terus, sabar ya", Ucap monicca yang masih berusaha menenangkan Nara
Ketika menangis sedih tempat pelarian paling nyaman bagi Nara adalah toilet, tak heran saat menerima kenyataan tadi Nara langsung pergi ke toilet
"Mah, apa emang Ka Vano gak mencintai aku, dan masih mencintai shasha?", nanya Nara
"Jangan berpikir gitu sayang, mungkin vano hanya merasa bersalah aja", ucap monicca tak lain untuk menenangkan nara
Monicca dan Prasetya sudah mengetahui apa yang terjadi antara vano dan Shasha, itulah salah satu penyebab penyakit Prasetya kambuh hingga di larikan ke rumah sakit besar ye
"Mama kenal Shasha? mamah pernah ketemu dia? apa mamah juga masih mengharapkan dia seperti kak vano", ucap Nara tak terhenti
"kamu jangan ngomong gitu sayang", monicca pun memeluk nara yang tak henti hentinya menangis.
...****************...
...Rumah Dr Derryl...
"Loh non, non udah pulang lagi, loh ko tuan ikut pulang juga", tanya bi Desi penasaran
"Non kenapa pucat gitu, matanya sembab non udah nangis? non kenapa", tanya bi Desi semakin penasaran
"Engga bi, aku gapapa ko, aku permisi dulu ya bi mau istirahat sebentar", ucap Shasha yang kemudian berjalan menuju kamarnya yang kemudian di susul Dr Derryl
"Bi, saya anterin Shasha bentar ya, oh iya bi mungkin nanti saya akan berangkat lagi ke rumah sakit, bibi tolong ya temenin Shasha, hibur dia", ucap Dr Derryl dengan tulus
"Siap laksanakan tuan", ucap bi Desi sambil hormat
Tok tok tok..
"Sha, boleh aku masuk", tanya nya dengan lembut
"Iya mas silahkan masuk aja", ucap Shasha dengan suara yang hampir serak karena terus menangis dari tadi
"Kamu udah mulai tenang sha?",
"Udah kok mas", jawab Shasha sambil tersenyum kecil
"Sha aku boleh ikut duduk di sini", tanya Dr Derryl
"Boleh mas silahkan", ucap Shasha
Dr Derryl pun duduk tepat di depan Shasha Meraka saling berhadapan.
"Sha, kamu harus kuat ya, kamu boleh nangis supaya kamu lebih tenang tapi inget selalu ya jangan sedih berkepanjangan, gak baik untuk kesehatan kamu dan anak kamu"
"Makasih banyak ya mas, mas selalu perhatian sama aku",
"Iya sha, kamu gak perlu sungkan gitu",
"Sha ada satu hal yang mau aku katakan, sha kamu masih mencintai vano kan?", tanya Dr Derryl
"A.. Aku.. mas kamu kenapa nanyain ini", tanya Shasha bingung.
"Aku tau sha kamu masih mencintai dia", ucap Dr Derryl sambil terus menatap Shasha, Shasha bahkan tak berani menatap matanya.
"Eu.. engga mas, aku udah gak mencintai dia, lagian mas tau kan aku juga benci sama dia", jawab shasha perlahan
"Sha, kamu lupa ya aku ini seorang psikolog, aku tau berbohong sha, tapi aku gak marah sama sekali kamu berbohong karena kamu gak enak sama aku kan, kamu ngejaga perasaan aku kan", Ucap Dr Derryl.
"Sha, semenjak tadi di rumah sakit aku terus perhatiin kamu , mulut kamu bisa berbicara seperti tadi, tapi mata kamu gak bisa bohong sha, kamu masih sangat mencintainya"
"Sha, sebagai seorang manusia biasa di bilang sedih iya aku sedih ngeliat kamu masih gak bisa lupain dia, aku marah aku mau mukul mereka karena udah buat kamu begini tapi aku pikir lagi itu kekanan-kanakan"
"Sha, aku bisa ngerti kamu, perasaan emang sulit untuk di kendalikan, bisa mencintai secara tiba tiba tapi sulit untuk melupakan, aku tau itu sha"
__ADS_1
"kamu jangan pernah merasa gak enak sama aku, apapun keputusan kamu ke depannya aku akan hargai sha seperti aku menghargai kamu",
"Aku tau sekarang kamu pasti sedih kan sha, cinta kamu dan vano belum bisa bersatu, kamu harus kuat ya sha, aku percaya kamu kuat",
"Kalau kamu memilih untuk kembali dengan berat hati sha aku akan berusaha mengikhlaskan kamu, tapi kalau kamu memilih untuk berusaha melupakan dia aku akan menemanimu, karena melupakan seseorang itu menyayat hati sha makanya aku mau menjadi obat selama proses penyembuhan mu sha", ucap Dr Derryl panjang lebar
Dr Derryl berusaha untuk mengerti Shasha dan memperlakukan Shasha sebaik mungkin, ia tak ingin wanita yang sangat ia cintai terus berlarut dalam kesedihan.
Shasha menangis, lagi lagi ucapan tulus Dr Derryl membuat shasha terharu.
"Mas, kadang aku bertanya tanya hati kamu terbuat dari apa kamu begitu tulus",
"Kadang aku berfikir, seandainya aku ketemu kamu lebih dulu mungkin aku juga udah jatuh cinta sama kamu mas, tapi mas tau sendiri kita bertemu disaat yang kurang tepat, aku sudah mencintai pria lain, maafin aku mas"
"Tapi mas, aku akan berusaha untuk mencintai kamu setulus kamu mencintai aku", ucap shasha
Mendengar kata kata tersebut, Dr Derryl Refleks memeluk Shasha, Shasha pun membalas pelukannya dengan hangat.
...****************...
...Rumah Sakit...
Setelah menjelaskan kepada Shasha tadi, vano dan raka kembali ke kamar rawat ayahnya, ternyata di sana sudah ada mamahnya dan juga Nara.
Melihat vano yang baru saja kembali Nara pun mengajak nya untuk mengobrol berdua
"Kak, ikut aku kita bicara sebentar", ucap Nara kemudian pergi dari ruangan tersebut dan tak lama di ikuti oleh vano
"Bentar ya bro", ucap vano pada Raka pelan
"Santai, Lo selesaiin dulu masalah Lo", balas Raka pelan sembari menepuk pundak vano.
"Ada apa Ra?" tanya vano
"He, kamu masih nanya ada apa?", ucap nara heran
"Kamu sama sekali gak merasa bersalah atas apa yang kamu lakukan tadi di depan aku, hahhhh?", tanya nara dengan nada yang mulai meninggi.
"Maafkan saya, seharusnya saya jujur dari awal kalau saya sudah mencintai wanita lain, kamu tau dari dulu saya sangat sulit jatuh cinta hanya Shasha yang bisa meluluhkan hati saya ra", ucap vano
Vano memang dari dulu terlalu berterus terang tak pernah suka basa basi, begitupun di situasi seperti ini ia tak bisa meminta maaf secara lembut dari hati kehati.
"Kak vano, kak vano, tega kamu kak, terus ngapain kak, kakak seolah menerima aku, apa karena kakak kasian sama aku kak setelah Kaka tau aku memendam perasaan yang mendalam sama Kaka selama bertahun tahun, apa karena itu ka, karena kakak kasian", tanya Nara sedih
"Saya juga gak tau Ra, maafin saya", ucap vano singkat
"Apa kakak cuma jadiin aku pelampiasan kakak", tanya Nara kembali
"Maafin saya ra, kamu mau benci sama saya silahkan tapi saya benar benar gak bisa lanjutkan hubungan kita, saya mau memperjuangkan Shasha kembali, hati saya gak bisa bohong Ra, saya sangat mencintai dia, saya gak bisa mencintai wanita lain selain dia", ucap vano jujur
"Seandainya jalan terbaik adalah dengan membatalkan kembali pertunangan ini, saya batalkan Ra hari ini juga nanti saya hubungi orang tua kamu, percuma Ra seandainya kita bersama, kamu gak akan bahagia, apa kamu sanggup menikah dengan orang yang sama sekali gak mencintai kamu",
Ucapan vano tersebut sangat menyakitkan bagi Nara
"Aku gak akan pernah membatalkan pertunangan ini ka, gak akan, gak akan pernah", ucap Nara kemudian pergi meninggalkan vano.
Cintanya yang mendalam dan sudah sangat lama membuatnya tak rela seandainya harus membatalkan pertunangan tersebut.
...****************...
...Rumah Dr Derryl...
Tok Tok Tok
"Aduh, maaf tuan non saya gak berniat ganggu", ucap bi Desi ketika melihat Dr Derryl dan Shasha berpelukan.
Merekapun seketika menjadi canggung
"Gapapa bi, ada apa?", tanya Dr Derryl
"Itu tuan ada tamu, katanya mau ketemu non Shasha", ucap bi Desi
"Loh siapa, jangan jangan kak Vano sama kak Raka kesini mas", ucap Shasha menduga duga
"Saya juga gak tau sha, yu kita liat", ucap Dr Derryl
Merekapun ke ruang tamu untuk melihat siapa yang datang dan ingin menemui shasha setelah sampai di ruang tamu, tiba tiba..
Jebred..
Ketika baru saja tiba di ruang tamu tiba tiba tamu tersebut menampar Shasha dengan kencang sampai Sampai Shasha hampir terjatuh, untung di sampingnya ada Dr Derryl yang sigap menangkap Shasha, tak di sangka sangka tamu tersebut tak lain adalah Nara..
"Ra? kamu kenapa tiba tiba nampar aku?", tanya Shasha sakit meringis kesakitan karena tamparan nara
__ADS_1
"Kamu masih nanya sha? kenapa aku nampar kamu? karena aku benci kamu sha", jawab Nara
Bersambung...