
Lamaran Dr Derryl membuat Shasha tak bisa berkata kata, ia hanya terdiam cukup lama tapi shasha sangat terharu disaat kondisinya sekarang ada laki laki yang begitu tulus mencintainya.
"Sha, kalau kamu gak bisa jawab sekarang gapapa, aku ngerti",
"Kalau emang butuh waktu, sampai kapanpun aku tunggu sha, satu hal lagi aku hargai keputusan kamu, kamu terima aku sangat bersyukur kalau kamu gak terima aku pun akan berusaha menerimanya sha, bagi mama bagi aku juga kebahagian kamu adalah yang paling penting, kita akan terus utamakan itu",
Dr Derryl menafsirkan diamnya Shasha adalah karena ia sama sekali belum siap menjawab lamarannya itu, memang betul Shasha masih bimbang haruskah ia menerima atau menolaknya.
"Mas, Makasih", ucap Shasha singkat dengan mata berkaca kaca
"Aku gak tau harus ngomong apa, aku bersyukur ketemu kamu dan ibu, aku juga bersyukur mendapatkan cinta yang tulus dari kalian",
"Aku menghargai niat baik kamu mas, tapi sepertinya aku butuh waktu untuk memutuskannya, makasih juga kamu udah ngerti aku mas", lanjutnya
Dr Derryl tersenyum dan berkata
"Iya sha, makasih juga kamu udah mau mempertimbangkan lamaran aku, aku bersyukur sha",
"Ya udah sha, kita pulang ya, kamu harus istirahat juga biar kamu dan anak kamu terus sehat",
Shasha mengangguk , mereka pun pulang ke rumah
Beberapa hari kemudian
Setelah berfikir panjang dan pertimbangan yang matang akhirnya Shasha memutuskan untuk menerima lamaran Dr Derryl meskipun kini hatinya sama sekali belum mencintainya.
"Pak, Bu mungkin ini adalah jalan terbaik untuk aku, laki laki yang begitu tulus kenapa harus aku sia siakan namun justru seorang Vano yang membuat aku seperti ini masih saja aku pikirkan, aku akan berusaha mencintai mas Derryl seperti dia tulus mencintai aku",
"Nak.. kamu beruntung sayang, setelah kamu lahir kamu punya ayah yang pasti menyayangi kamu juga dengan tulus seperti dia mencintai ibu", gumam Shasha dalam hati
"Paman, bi lagi lagi ketika mengingat kalian aku merasa sangat bersalah, maafin aku paman bi",
Seperti biasa saat waktu sarapan tiba, Dr Becca Dr Derryl dan Shasha selalu makan bersama mereka pun tak merasa canggung satu sama lain setelah Dr Derryl melamar Shasha beberapa hari yang lalu, bahkan mereka selalu ngobrol ke sana kemari dan bercanda yang membuat ruang makan selalu ramai
"Setelah ada kamu nak, rumah ini terasa hangat sekali, yah kan Ryl", ungkap Dr Becca
"Iya mah, bener sha", ucap Dr Derryl sambil tersenyum dan menatap Shasha penuh cinta
"Kita sekarang mau ke rumah sakit, kamu sekalian ikut ya sha sekalian kamu periksa kandungan kamu", ucap Dr Becca
"Iya Bu", jawabnya singkat
"Ya udah kalau gitu aku siap siap dulu", ucap Dr Derryl lalu berdiri dan hendak pergi
"Tu.. Tu.. tunggu mas", ucap Shasha
Derryl pun menoleh ke arah Shasha dan duduk kembali
"Kenapa sha? ada yang sakit? atau kandungan kamu ada masalah", tanya Dr Derryl khawatir
"Iya kenapa sayang?" tanya Dr Becca
"A.. A.. Aku.. Te.. Terima lamaran kamu mas", ucap Shasha
Dr Derryl terdiam dan tak menyangka Shasha menerimanya, begitupun Dr Becca bahagia anaknya sudah menemukan cintanya
"Ryl, kamu kok bengong gitu, cepat sana ambil", saut Dr Becca
Dr Derryl seketika lari ke kamarnya membawa sesuatu
"Sayang, kamu bener bener udah pikirin Mateng Mateng?", tanya Dr becca yang kemudian menghampiri Shasha yang tengah duduk di meja makan tersebut
"I.. Iya Bu", ucap Shasha singkat
"ibu bersyukur na, kamu bener bener akan jadi anak ibu, ibu bentar lagi nimbang cucu", sautnya sambil memeluk Shasha
Dr Derryl dengan terengah engah membawa kotak yang berisi sepasang cincin dan sebuah kalung yang indah
"Cepet sayang kamu bilang lagi", saut Dr Becca
"A.. Apa mah", tanya Dr Derryl heran
"Ohh iya iya", ucapnya lalu tertawa kecil mengingat apa yang harus ia lakukan saat ini
Dr Derryl sangat bahagia akhirnya Shasha memutuskan untuk menerima lamarannya, meskipun ia tau Shasha masih memikirkan vano dan Shasha belum mencintainya, tapi bagi Dr Derryl itu adalah proses perjuangannya, ya perjuangan mendapatkan hati shasha.
Dr Derryl berlutut kemudian di depan Shasha yang tengah duduk di meja lalu menyodorkan kotak tersebut dan di saksian ibunya tersayang Dr Becca yang tak henti hentinya tersenyum bahagia
"Aisha Aileen Nathania, maukah kamu jadi istri ku?",
Shasha tak berkata hanya mengangguk menandakan bahwa ia menerima lamaran Dr Derryl.
Sesuatu yang sosweet terjadi, mereka saling memakaikan cincin di jari manis mereka, lalu Dr Derryl memakaikan kalung yang indah tersebut di leher Shasha, kalung tersebut sangat cocok di kulit putih Shasha
"Syukurlah, sini na mama peluk kalian", saut Dr Becca
Dr Becca pun memeluk mereka dengan erat
"Aish Aishh Aishh", ucap seseorang dengan kencang nya tak lain dia itu adalah bi desi.
tanpa mereka sadari sejak tadi bi Desi mengintip dan mendengarkan semuanya, bi Desi pun kegirangan sendiri hingga membuat meraka kaget.
"Ya ampun bi bi, kamu ini ada ada aja tingkahnya", ucap Dr Becca.
"Maaf Bu saya cuma spontan aja ikut bahagia, selamat ya tuan non", ucapnya.
lalu bi Desi pun menghampiri Shasha dan membisikan kata kata.
"Tuh kan non, bener kata bibi, feeling bibi emang gak pernah salah", ucap nya pekan tepat di telinga Shasha
Shasha pun tertawa.
"Apaan sih bibi", ucapnya
Mereka semua tertawa bahagia dan kemudian bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit kebetulan Dr Becca dan Dr Derryl akan ada acara penting di Rumah Sakit, dan mereka membawa bi Desi kerumah sakit untuk menemani Shasha.
__ADS_1
...****************...
...Rumah Sakit...
"Sha, kita mau ada acara sebentar, kamu periksa dulu kandungan kamu ya, nanti kalau udah selesai kamu ke aula samping atau kalau engga kamu langsung ke ruangan aku", ucap Dr Derryl
"Iya mas"
"Temani Shasha ya bi", ucap Dr Derryl pada bi Desi
"Siap laksanakan pak", ucap bi Desi.
"Sayang kita pergi dulu ya, kamu hati hati jalannya", saut Dr Becca
Shasha mengangguk dan pergi ke Dokter Kandungan di Rumah sakit tersebut bersama bi Desi
Sementara Dr Derryl dan Dr Becca menghadiri acara penyambutan Dokter magang dari berbagai negara, ada sekitar Dua Puluh Lima dokter yang magang di Rumah sakit tersebut.
Setelah acara selesai Dr Derryl dan Dr Becca keluar dari ruangan tersebut dan berniat untuk pergi menemui shasha
juga bi Desi
tapi tiba tiba seseorang memanggil mereka
"Dokter, tunggu dok", ucap seorang wanita
"Iya, kamu dari Indonesia?", tanya Dr Derryl yang menduga orang tersebut berasal dari negara yang sama karena berbahasa Indonesia
"Iya betul dok, kita cuma mau ngucapin terimakasih sudah menerima kita magang di sini", ucap wanita tersebut
"Iya tentu, semoga kalian nyaman disini dan bisa berkontribusi banyak hal untuk Rumah Sakit ini, kalau ada kendala silahkan di obrolkan saja ke saya atau kalau engga ke Mama saya dia pastinya lebih paham segala sesuatunya",
"Iya terimakasih dok", ucap wanita tersebut
"Oh iya sebelum perkenalkan nama saya Rismawati Dewi", ucap wanita yang merupakan salah satu Dokter Magang tersebut sambil mengulurkan tangan nya ke Dr Derryl
"Saya Derryl Prayoga, panggil saya Derryl saja", ucap nya sambil menjabarkan tangannya ke wanita tersebut
"Ini Ibu saya Sekaligus pemilik Rumah Sakit ini Dr Rebbeca Hartanto Prayoga", ucap Derryl sambil menunjuk ker arah ibunya
Dr Becca hanya tersenyum
"Oh iya nama kamu siapa, dari Indonesia juga?", tanya nya sambil melihat seorang dokter magang di samping Risma
"Saya Inara Kalea Lathifah dok, saya dari Indonesia juga", ucap wanita tersebut
Suatu kebetulan yang tidak terduga, Inara memang menjadi salah satu calon dokter yang berhasil melewati berbagai seleksi untuk bisa magang di Rumah Sakit besar tersebut.
"Dokter Derryl sudah menikah?", tanya wanita tersebut iseng yang melihat cincin di jari manis Dr Derryl
"He, mungkin dalam waktu dekat", ucapnya sambil tersenyum
"Ah gagal, aku kira dia masih jomblo, tampan, tinggi, dokter, psikolog pula beruntung wanita yang mendapatkan dia", Gumam Risma dalam hatinya.
"Nah itu calon istri saya, sekalian saya perkenalkan sama kalian", ucapnya sambil menunjuk ke arah Shasha dan bi Desi yang sedang berjalan kearah mereka
"Ya ampun aku gak gak salah liatkan itu Shasha", gumamnya dalam hati
Shasha yang tak mengira di antara orang orang yang dekat Dr Derryl dan Dr Becca tersebut ada salah satu sahabat baiknya yang tak lain adalah Nara
Shasha dan bi Desi pun menghampiri mereka
"Ini calon istri saya, Aisha Aileen Nathania. Sha ini dokter magang di rumah sakit ini, mereka juga dari Indonesia, ini Risma dan Ini Inara", ucap Dr Derryl pada Shasha
Shasha melihat ke arah dua wanita itu kemudian baru menyadari bahwa Inara yang di sebut Dr Derryl tersebut adalah sahabat baiknya yang dulu bercita cita menjadi dokter hebat, ia adalah Nara yang selama ini ia kenal baik
"Sha", ucap Nara kemudian spontan memeluk Shasha
Shasha terdiam tak menyangka sahabat baiknya itu ada di depannya saat ini
"Kamu kemana aja sha", tanya Nara yang kemudian memeluk shasha kembali.
Dengan tubuhnya yang kecil kehamilan Shasha yang sudah menginjak lima bulan pun tak terlihat sudah membesar, tapi Nara menyadari perut Shasha membesar setelah memeluknya dengan erat
"Sha.. ini pe..perut kamu", ucapnya heran
"Ra, kita ngobrol di depan ya", ucap Shasha
"Mas sebentar ya", ucap Shasha Lalu membawa Nara pergi
Melihat situasi tadi mereka tak mengerti dan Risma pun pergi meninggalkan mereka tentu dengan berpamintan terlebih dahulu,
"Ryl, kok Shasha bisa mengenal dia", tanya Dr Becca heran
"Mungkin dia temennya mah, kita kasih waktu mereka untuk ngobrol mah, kita tunggu aja di ruang aku mah", ucap Dr Derryl
...****************...
...Taman Rumah Sakit...
"Ya ampun sha, kamu kemana aja aku khawatir sama kamu aku kira kita gak akan pernah ketemu lagi", ucap Nara penuh haru
"Maafin aku ya Ra", ucap Shasha tersedu sedu
"Apa yang terjadi sama kamu sha? kenapa kamu bisa disini?", tanya Nara heran
"Ceritanya panjang sha, aku gak tau harus mulai cerita dari mana", jawab Shasha
"Ya udah kamu pelan pelan cerita, kamu kok bisa kenal sama Pemilik rumah sakit ini bahkan kamu mau menikah dengan anaknya, terus sha ini kamu beneran hamil? anak dia?", tanya Nara khawatir
"Kalau aja aku tadi gak meluk kamu mungkin aku gak tau kalau kamu hamil", lanjutnya
"I.. Iya aku hamil Ra, ta.. tapi bu..bukan anak mas Derryl Ra", jawab Shasha terbata bata
"Terus sha? ini anak siapa? apa yang terjadi?", tanya Nara semakin heran.
__ADS_1
"Ini anak temen laki laki yang aku cintai sha", ucap shasha membuat membuat Nara semakin bingung
Nara terdiam dan berusaha mencerna ucapan Nara yang baginya sulit untuk di pahami
"Bentar sha, aku bener bener gak ngerti",
"Ra, apa Vira pernah cerita sesuatu"?
"Kamu nyebutin Vira aku jadi ingat sha, kamu jangan sedih ya sha seperti Vira saat ini sangat membenci kamu, apa mungkin ini ada hubungannya sama yang di ceritain Vira ke aku?",
"Apa yang dia ceritakan ke kamu Ra",
"Dia gak cerita banyak sha, dia cuma bilang dia di jodohin sama papanya dan dia nyuruh kamu gantiin dia terus kamu tiba tiba ngilang sha, apa mungkin anak ini?", tanya nya menduga duga
"Ini anak temennya sha, mungkin ketika itu dia tau identitas aku sebenarnya dan mungkin juga dia benci sama aku sampai sampai bersekongkol melakukan hal itu sama aku", ucap Shasha sambil meneteskan air mata
"Ya ampun sha, terus kamu cinta sama cowok itu?", tanya Nara
"Iya sha, sebelum kejadian itu, kita emang saling mencintai satu sama lain", ucap nya
"Kamu masih cinta sama dia?",
Shasha tak menjawab, seolah mengiyahkan ucapan pertanyaan nara
"Ya ampun sha, ko bisa kamu masih cinta sama cowo itu, bukannya kamu mau nikah sama Dr Derryl, aku gak ngerti sama kamu sha", ucap nara heran
"Apa Vira bilang siapa laki lakinya Ra?", tanya nya mengalihkan pembicaraan
"Engga sha, dia cuma cerita itu doang sama aku", ucap Nara
"Aku udah menduga Vira pasti benci sama aku ra",
"Kalau Vira tau gara gara nyamar jadi dia kamu jadi gini mungkin dia gak akan benci sama kamu",
"Lagian aku juga sekarang udah jarang komunikasi sama dia, kaya nya dia juga ganti nomer sha, baru aja kemarin aku mau hubungi dia ternyata nomer nya udah gak aktif", ucap Nara menjelaskan
"Ya udah Ra, gapapa ini udah terjadi, lagian aku juga salah kok, kita bahas yang lain aja Ra, ngomong ngomong selamat ya ra, cita cita kamu tercapai, bentar lagi kamu pasti jadi dokter yang hebat", ucap Shasha
"iya sha, aku turut prihatin ya sha sama kamu, ngomong ngomong soal cita cita aku ini juga berkat calon suami dan calon mertua kamu sha, mereka ngasih aku kesempatan besar ini", ucap Nara
Shasha hanya tersenyum dan kemudian memeluk Shasha
"terus Ra, gimana kabar pria pujaan misterius kamu itu?", tanya Shasha penasaran
"Kamu mungkin gak percaya sha, tapi aku udah.. tada liat tangan aku", ucap Nara sambil memperlihatkan tangan nya yang memakai cincin
"Kamu udah tunangan?", tanya Shasha penasaran
"Iya Ra, tepatnya sebulan yang lalu"
"terus kamu kesini, gimana dia?", tanya Shasha
"Kayanya dia juga beberapa hari lagi mau kesini sha, dia mau nganterin papanya berobat ke rumah sakit ini, kebetulan tadi aku yang bantu urus urus persyaratan dan lain lain nya", jelas Nara
"Oh iya Ra, aku turut bahagia ya",
Mereka pun saling berpelukan
...****************...
...Satu Minggu kemudian...
...Rumah sakit...
"Sha, makasih ya kamu hampir beberapa hari ini kamu bikinin aku makan siang terus sampai tiap hari kamu anterin kesini padahal gak usah sha, kamu lebih baik istirahat dan jaga kandungan kamu", ucap Dr Derryl yang sedang berjalan bersama Shasha di lorong rumah sakit
"Iya mas gapapa, lagian aku bosen di rumah terus, aku pulang dulu ya", ucapnya
"Iya sha, aku anterin kamu sampai depan ya",
Shasha mengangguk
"Bentar ya sha, aku keruangan dulu bentar", ucap Dr Derryl kemudian pergi ke ruangannya
"Iya mas",
"Sha, sini pake ini, cuaca nya dingin, jangan sampe kamu masuk angin ya", ucap Dr Derryl yang kemudian memakaikan jaket yang tadi di ambil di ruangannya ke tubuh Shasha
"I.. Iya makasih mas",
Ketika sedang berjalan menuju pintu keluar rumah sakit, tiba tiba dari belakang terdengar yang memanggil Dr Derryl
"Dokter, tunggu sebentar",
dan ternyata itu adalah Nara yang kemudian berlari kearahnya bersama dua pria dan satu wanita di sampingnya
Dr Derryl dan shasha pun melihat kebelakang
"Dokter, ini keluarga pasien yang kemarin saya ceritakan, mereka baru sampai tadi pagi", ucap Nara sambil menunjuk ke arah ketiga orang tersebut
"Kenalin dok, sha ini tunangan saya, Evano",
"Ini calon mertua saya, Ibu Monicca",
"dan ini teman tunangan saya, Raka",
Seketika Shasha terdiam, tak menyangka kenapa ada sebuah kebetulan yang luar biasa di dunia ini
Vano, raka dan Monicca pun tak menyangka akhirnya mereka bertemu Shasha kembali orang yang selama ini mereka cari
"Ka ini dokter yang nanti bantu papa kamu, dan ini Shasha dia sahabat baik aku yang juga calon istri dokter Derryl",
Vano bahkan tak mendengarkan ucapan nara, iya spontan memeluk Shasha dengan erat.
"Akhirnya aku menemukan kamu", gumam vano pelan dan terus memeluk Shasha
__ADS_1
bersambung...