Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 10 Pengirim Tanpa Nama


__ADS_3

El mencoba mencari ponselnya dan menghidupkan flash untuk menjadi penerang di dalam kamarnya


Ia berdiri mencari tombol untuk menghidupkan penerang cadangan apabila mati lampu ia memiliki penerang lainnya


Setelah hidup El mematikan flash di ponselnya dan menuju kembali keranjangnya untuk kembali tidur


"Alhamdulillah terang juga ya El" tutur Danu


"Udah tidur gue udah ngantuk banget pagi pagi gue harus pergi bertemu klien" seru El


Mereka pun menutup mata menuju ke alam mimpi dengan memakai selimut yang tebal


Jam 9 malam Siska sudah beberes dan menutup cafe bersama pelayan lainnya sampai di depan cafe Siska menatap hujan yang sangat deras


"Bagaimana kita mau pulang kalau hujan deras kayak gini" seru Siska


"Benar sis mungkin gak ada taksi lagi yang mau jemput kita kalau hujan deras begini" tutur Mira


"Tapi udah jam 9 takut nanti kemalaman pulangnya" timpal siska


Setelah satu jam menunggu akhirnya ada taksi yang datang Siska dan Mira masuk di bagian Penumpang membersihkan tasnya yang terkena air


Mira turun di depan halaman rumahnya dan melambaikan tangannya ke arah Siska


Taksi lalu berlalu kembali menuju kontrakan Siska namun taksi tidak bisa masuk sampai ke halaman kontrakannya karena jalannya sempit sehingga ia harus berlari menuju kontrakan meletakkan tas di atas kepalanya agar hujan tak terlalu membasahinya


"Yah basah deh baju gue untung udah sampai dirumah" keluh Siska mengibas bajunya


"Baru pulang sis ? tanya Henry


"Lah lu belum pulang lagi habis jemput Melisa tadi ? tanya Siska menimpali


"Belum nih gue males hujan hujan pulangnya apa lagi jarak dari sini ke rumah gue lumayan jauh" jelas Henry


"Iya sis aku yang nyuruh Henry disini dulu sampai hujannya reda" timpal melisa


"Ooo gitu yaudah aku mau masuk dulu mau ganti baju gak nyaman dengan baju yang basah kek gini" tutur Siska


"Yaudah ayok masuk dulu hen kita makan nasi pasti kamu udah lapar kan sambil nunggu hujannya reda" jelas Melisa


"Boleh Mel gue udah lapar banget tadi siang cuma makan dikit" berjalan masuk kedalam kontrakan Melisa


Mereka bertiga makan dengan lahap serta mengobrol dengan santai sampai jam 10 malam hujan sama sekali belum reda membuat Henry tambah kantuk


"Udah tidur disini aja kamu hen, kayaknya hujannya gak bakal reda" seru Siska


"Gue takut nanti malah timbul fitnah gue tidur disini" timpal Henry


"Tunggu biar aku coba telpon ibu kosnya apa ada kos kosong sekitar sini" Melisa mencoba menelpon Bu kos menggunakan ponsel siska yang dipinjamnya


Drik drik Halo nak siska ada apa malam-malam nelpon ?


"Ini Melisa Bu mau tanya apa ada kos sekitar sini yang kosong ? tanya Melisa


"Kayaknya ada satu nak udah seminggu dia pindah, emangnya untuk siapa ? tanya ibu kos


"Untuk teman laki-laki Melisa ibu, dia ngantar Melisa pulang tadi terus dia kejebak hujan" tutur Melisa


"Yaudah nak jemput aja kesini kuncinya" pinta Bu kos

__ADS_1


"Baik bu, saya tutup dulu telponnya" seru Melisa


Melisa mematikan ponsel milik siska setelah menelpon Bu kos dan memberikannya kepada pemiliknya


"Ponsel kamu kemana Mel ? tanya Siska


"Udah rusak sis" jawab Melisa singkat


"Kok bisa Mel bukannya kemaren kamu masih pakek ponsel itu ? tanya Siska


"Nanti aja di bahas sekarang yang jelas kita ambil kunci di rumah ibu kos" ajak melisa


"Yaudah ayok" seru Henry


Mereka berjalan menuju rumah Bu kos ingin mengambil kunci dan sampai di sana ibu kos mengajak mereka untuk pergi ke tempat kos yang kosong


"Nah ini nak kamar kos yang kosong, tunggu biar ibu buka kuncinya" seru Bu kos


Setelah di buka mereka masuk ke dalam kos dan menghidupkan lampu di dalamnya dan ibu kos memberikan kunci kepada Henry


"Udah ibu balik dulu ya udah malam" pamit Bu kos berlalu pergi meninggalkan mereka


Ketiganya mengangguk mengiyakan perkataan Bu kos lalu Melisa memberikan Henry selimut cadangannya yang dibawanya saat pergi ke rumah bu kos


"Ini hen selimut buat kamu" menyodorkan selimut kepada Henry


"Makasih ya Mel" mengambil selimut di tangan Melisa


"Udah yuk Mel kita kembali ke kontrakan udah ngantuk nih" ajak Siska


"Yaudah kami pergi dulu ya hen jangan lupa kunci pintunya" pamit melisa


Henry mengunci pintu kosnya berjalan ke arah kamar sambil tersenyum melihat selimut yang ia bawa dan membersihkan ranjangnya ingin membaringkan tubuhnya yang sudah lelah


Tak lupa ia memakai selimut yang di berikan Melisa tadi karena cuaca yang sangat dingin saat hujan


Sampai di kos Melisa langsung mengunci pintu kosnya lalu berlalu ke kamar mereka untuk segera tidur


Paginya El telah bersiap dengan pakaian rapi dengan memakai setelan jasnya ia akan berangkat lagi sekali hari ini bertemu dengan klien penting sedangkan Danu tengah terlelap di atas ranjang


Ia menuruni anak tangga menuju parkiran di halaman rumahnya belum sampai di parkiran bibi Surti memanggilnya


"Tuan tuan apa gak sarapan dulu ? tanyanya


"Gak bi saya akan sarapan di restoran nanti saat ketemu dengan klien" jelas El


"Baiklah tuan"


Ia langsung menuju mobil yang sudah di siapkan supirnya


"Hari ini saya sendiri yang menyetir ya pak" seru El


Pak supir mengangguk lalu memberikan kunci mobil kepada El dengan segera


Lalu ia masuk ke dalam mobil sport miliknya menghidupkan mesin mobil dan memakai earphone bluetooth untuk menelpon asistennya


"Pagi pak ada yang dapat saya bantu ? tanya Anton


El menjelaskan kepada Anton tempat dimana ia akan bertemu klien menyuruhnya untuk membawa berkas yang diperlukan dan lalu menutup telpon secara sepihak

__ADS_1


Sampai di restoran tempat ia akan bertemu klien sudah ada anton yang menunggunya dengan beberapa berkas yang ada di tangannya


"Pagi pak" sapa Anton


"Pagi, dimana mereka apa udah datang ? tanya El


"Sepertinya belum pak saya udah ada disini sekitar 20 menitan tapi mereka belum datang" jelas anton


"Baiklah kalau begitu kita langsung pergi ke tempat pertemuan aja" ajak


El


"Mari pak"


"Apa kamu udah lakuin apa yang saya perintahkan tadi ? tanya El sembari berjalan


"Sudah pak"


"Baiklah


Sampai di ruangan pertemuan Anton dan El membuka berkasnya lalu ia membaca dengan seksama


Setengah jam menunggu akhirnya mereka pun tiba lalu berjabat tangan dengan El dan Anton


"Pagi pak maaf kami agak telat"


"Gak apa apa pak mari silahkan duduk" pinta El


"Mungkin saya gak banyak berbicara lagi karena sebelumnya saya sudah berbicara dengan bapak Anton mengenai hal ini" jelasnya


"Iya saya juga sudah membaca secara rinci permasalahan yang tengah Anda hadapi saat ini" timpal El


"Begini pak kami akan menganalisis beberapa kali berkas kasus bapak ajukan dahulu baru setelahnya melakukan kontrak kerja sama agar kita bisa mengetahui bagaiman jalan penyelesaiannya" terang Anton


Setelah menyetujuinya klien tersebut pun berpamitan kepada keduanya meninggalkan restoran


Sekitar Jam 9 Melisa telah bersiap ingin pergi ke kampus membawa beberapa buku ke dalam tasnya


Sampai di luar Melisa melihat Henry yang baru keluar dari kos menghidupkan mesin sepeda motornya


Saat ingin menghampiri Henry ada seorang pengantar paket menyapa Melisa


"Permisi mbak numpang tanya ? kenal dengan nama Melisa ?


"Dengan saya sendiri, ada apa ya pak mencari saya ? tanya Melisa


"Ini ada paket untuk mbak harap di terima dan di tanda tangan di sini mbak" pintanya menyodorkan paket tersebut


"Tapi saya gak mesan paket loh pak kok bisa nama saya ya" melihat nama yang tertera di paket dan melihat si pengirim


"Ini memang paket untuk anda mbak dan sudah dibayar oleh sang pengirim harap mbak tanda tangan disini" tunjuk nya menyodorkan pena dan buku


Melisa pun menanda tangani surat tersebut dan memberikan kembali pena dengan buku


"Makasih pak" ucap Melisa


Ia pun melihat sang pengirim tanpa nama yang tertera di bukti resi


"Siapa sih yang ngirim paketnya tapi gak nulis siapa pengirimnya" batin Melisa

__ADS_1


Bersambung .....


__ADS_2