
Melisa yang takut dengan tatapan Rangga membuat ia berkeringat dingin memilih pergi bekerja dan meninggalkan kampus
Tiba di perusahaan melisa mengganti pakaiannya di toilet bergegas untuk kembali bekerja ini adalah hari pertama ia mulai bekerja setelah satu Minggu penuh pekerjaannya di gantikan oleh Siska
Semua OB yang ada di sana heran mengapa Melisa tiba-tiba bisa bekerja di sana padahal sebelumnya mereka tak melihat batang hidungnya
Jenny yang merasa heran teman barunya tidak muncul siang ini membuat ia gelisah takut dia akan dipecat ataupun sekedar di potong gaji
"Kamu melisa kan ? tanya atasan OB
"Benar buk saya Melisa seminggu kemarin di gantikan oleh sahabat saya" jawab Melisa
"Iya saya tau itu kamu harus lebih giat bekerja jangan sampe menyebabkan masalah karena saya gak akan segan segan memecat kamu" ancam atasan Melisa
Melisa mengangguk paham lalu atasan tersebut menyuruhnya untuk segera memulai bekerja
"Tunggu" panggil jenny menghampiri
"Iya ada apa ya ? tanya Melisa
"Jadi kamu sahabat Siska ya ? tanyanya
"Iya" jawabnya singkat
"Oh ya kenalin aku jenny kamu siapa ? mengulurkan tangannya
Melisa langsung menerima uluran tangan jenny untuk berkenalan satu sama lain
"Aku Melisa" jawabnya
"Yaudah nanti kita makan siang bareng di kantin ya aku mau lanjut kerja dulu" pamitnya
Melisa langsung bergegas pergi ke lantai 2 membersihkan toilet, lantai, meja kerja dan kaca semuanya tanpa terkecuali harus di bersihkan
Saat tengah asik membersihkan lantai di sekitar tangga darurat Melisa melihat sosok pria yang sangat di kenalnya
"Apa benar dia ya yang ku liat tadi tapi gak mungkin lah bisa terus terusan ketemu dengan kebetulan" gumam melisa
Melisa kembali melanjutkan pekerjaannya hingga selesai ia pun berhenti sejenak meminum air putih untuk meredakan tenggorokannya yang kering
Di Kampus Cika menangis sejadi-jadinya menanggapi sikap cuek Rangga terhadapnya dan menolak perasaan cintanya
"Kenapa Dina dia benci aku ? bahkan tatapan dingin yang ia pancarkan kepadaku membuat hatiku teriris iris" tangisnya terisak
__ADS_1
Flashback on
"Aku mencintai kamu Rangga" ucap cika menahan gugup
Rangga yang membelakangi Cika langsung terdiam menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya menghadap Cika
"Tapi aku gak mencintai kamu Cika yang aku cintai adalah Melisa dan gak akan berubah sampai kapan pun" seru Rangga
"Apa gak ada sedikit aja rasa cintamu untukku Rangga ? aku sangat mencintai kamu sampai aku rela berusaha belajar mati matian dan membantu kamu menjadi presiden mahasiswa" jelasnya
"Apa menurutmu aku bakal terima cinta kamu hanya karena kamu telah membantuku, aku hanya menganggap kamu sebagai sahabat Cika dan jangan membuat persahabatan kita hancur hanya karena kamu ingin aku membalas cintamu" terang Rangga
"Ini semua karena dia bahkan dulu kamu gak pernah sama sekali melirik orang lain selain aku" bentak Cika
"Jangan bodoh Cika aku baik sama kamu karena kamu sahabatku jadi jangan melewati batas itu" timpalnya
"Gak Rangga aku gak akan pernah menyerah dengan cinta aku ini sampai kamu mau terima aku" seru cika menahan tangis
"Aku hanya mau bilang jangan terlalu berharap padaku karena perasaan dan cinta ku ini hanya milik Melisa" tutur Rangga meninggalkan cika
Flashback of
Bak hancur berkeping-keping hati Cika yang dulu ia kira Rangga mencintainya tapi ternyata malah menyukai gadis yang sangat dibencinya
"Andai aku tau jika dari dulu kamu mencintai dia maka aku gak segan-segan buat menghapus beasiswanya dengan cara apapun agar dia tak bisa mendekatimu" batin Cika
"Kamu yang sabar ya Cika, aku tau bagaimana perasaanmu saat ini tapi ingatlah nanti setelah dia menyadari bahwa cinta kamu tulus dia akan menyesal" tutur Dina menenangkan sembari memeluk tubuh Cika
"Aku gak mau pergi ke kampus lagi Dina aku malu ditolak oleh Rangga demi seorang gadis yang sangat aku benci mau taruh dimana wajahku Dina sebelumnya aku gak pernah di tolak oleh mana pun laki-laki" tangis Cika semakin pecah
"Iya aku tau Cika kamu keluarkan semua unek unek kamu aku akan menjadi pendengar yang baik" timpalnya
Raisa yang tidak melihat sahabatnya kembali ke ruangan merasa khawatir dan memilih keluar menuju toilet namun tak melihat sahabatnya
"Di mana sih mereka ? gak liat-liat waktu benar lagi Bu dosen masuk" seru Raisa
Seorang cewek yang berlalu dari toilet yang ruangannya sama dengan mereka ia menghentikan langkahnya
"Eh tunggu kamu liat Cika gak ? tanya Raisa
"Gak liat bukannya tadi pagi bareng lu ya dia ke kantin" jawabnya sembari menggeleng kepala
"Tadi sih iya tapi sekarang dia belum kembali juga katanya mau ke toilet tapi sampai di sini orangnya gak ada" keluh Raisa
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu duluan ya" pamitnya
Raisa mengangguk sebagai jawaban lalu berjalan mengelilingi kampusnya hingga melihat kedua sahabatnya duduk di bangku taman
"Lah ini mereka berdua ngapain coba disini lama-lama gak tau apa Bu dosen udah mau masuk" tutur Raisa menghampiri keduanya
"Hoy kalian ngapain disini udah waktunya masuk ini" panggil Raisa
"Kamu duluan aja masuk ke ruangan kami bakal tunggu disini aja" seru Dina
Melihat Cika yang matanya memerah di tambah air bening yang keluar dari matanya membuat ia curiga bahwa Cika sedang menangis
"Kamu kenapa menangis Cika ? tanya Raisa
Cika menggeleng kepalanya sembari menghapus air bening yang membasahi pipinya
"Udah yuk kita ke ruangan ? ajak Dina
Mereka bertiga bergegas kembali ke ruangan namun beda dengan Cika ia memilih pergi toilet membersihkan wajahnya untuk menenangkan hatinya yang sedang hancur
Mengusap air mata dan menangis sejadi-jadinya untuk terakhir kali agar menguatkan kembali hatinya agar tidak terluka
Setelah selesai menangis ia membersihkan wajahnya dengan air lalu memakai tisu untuk mengelap sisa air di wajahnya
"Aku gak akan menyerah Rangga kalau aku gak bisa dapatkan kamu dia juga gak berhak" kesal Cika emosi
Selesai membersihkan wajahnya ia keluar dari toilet terlihat sahabatnya telah menunggunya membawa tas mereka dan juga milik Cika
"Yuk kita pulang" ajak Dina
"Pulang ? tanya Cika heran karena sekarang belum waktu untuk mereka bisa pulang
"Iya kita bolos aja pergi belanja dan jalan-jalan di pantai agar kamu bisa tenang" ajak Dina
Cika mengangguk lalu tersenyum sahabatnya itu sangat pengertian dan tau kemauannya saat ini mencari ketenangan
Mereka bergegas ke parkiran masuk kedalam mobil milik Dina ia menyetir dengan kecepatan sedang
Di pantai Cika merentangkan kedua tangannya menghirup udara segar sebanyak-banyaknya dan menutup mata
"Cika awas" panggil Dina
Bersambung ....
__ADS_1