Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 8 Melisa Menghilang


__ADS_3

Melisa berjalan menyusuri jalan raya tanpa menggunakan alas kaki dan membawa ponselnya menuju taman yang terdapat di tengah-tengah ibu kota


Dia berdiam di bawah pohon rindang yang ada di taman ia mengingat masa kecilnya saat berumur 5 tahun bersama sang ibu bermain bergembira berlarian


Flashback on


"Hihihi hahaha ayo ibu kejar Melisa" pinta melisa


"Awas ya jangan sampai ibu dapat kejar kamu" berlari mengejar Melisa


Setelah capek berlarian ibu Melisa membentang tikar membuka makanan yang telah dibawanya


"Sayang sini kita makan dulu" panggil ibunya


"Iya Bu Melisa bakal ke sana sekarang" berlari menghampiri Melisa


"Aaaaa sakit bu kaki Melisa terluka" Melisa terjatuh tersandung batu


Ibu Melisa segera menghampiri dan mengangkat tubuh melisa membersihkan kotoran yang ada pada tubuh melisa


"Kamu seharusnya hati hati sayang liat tuh luka di kakimu" tunjuk ibunya


"Iya buk" membersihkan telapak tangannya


"Yaudah ayok ke sana kita makan dulu nanti ibu bakal tiup luka kamu biar cepat sembuh ya" seru ibunya


Melisa mengangguk lalu menggandeng tangan ibunya untuk pergi ke bawah pohon tempat mereka akan makan


Banyak sekali orang berlalu lalang di taman dan ada juga yang membawa anak anaknya untuk piknik di hari libur


Pada saat tengah makan di suapi ibunya Melisa melihat seorang anak yang bermain dengan ayahnya dia tampak sangat bahagia ada ibu dan ayahnya


Melihat pandangan Melisa yang tertuju pada seorang anak laki-laki ibunya merasa sedih karena Melisa yang tidak memiliki ayah


"Sayang kamu liat apa ? tanyanya


"Kenapa anak itu ada ayah Bu ? sedangkan Melisa tidak ada" keluh Melisa


"Dulu Melisa punya kok tapi sekarang ayah sudah ada di langit ia pasti bisa melihat Melisa saat ini" menunjuk langit


"Terus kenapa ayah gak pulang Bu ? apa ayah tak sayang Melisa ? tanya Melisa


"Ayah sudah bahagia di sana, dia juga pasti pengen liat Putrinya yang cantik ini" mencubit pipinya pelan


"Aku rindu ayah ibu" tutur Melisa


"Jika Melisa sedang rindu ayah cukup tutup mata melihat langit Melisa akan merasakan kehadiran ayah" terang ibunya


Flashback of


Saat tengah memejamkan mata ada seseorang yang menghampirinya dengan suara langkah lambat

__ADS_1


"Nak apa yang kamu lakukan disini ? tanya Murni


Mendengar suara seseorang ia membuka matanya melihat orang tersebut


"Saya hanya ingin menyendiri di sini, maaf apa saya mengganggu pekerjaan anda? tanya Melisa


"Gak kok nak saya disini karena melihat kamu yang tengah berdiam diri sejak satu jam yang lalu apa ada masalah ? tanya murni


"Gak ada kok buk" jawab Melisa singkat


"Anggaplah saya ini pendengar yang baik untukmu, ceritakan semua masalahmu saya akan mendengarkannya" tutur Murni tersenyum


Melisa melihat Murni yang tersenyum mengingatkannya pada sang ibu yang harus bekerja menjadi penyapu jalanan untuk memenuhi kebutuhan


"Saya ingat ibu saya buk" seru Melisa


"Apa ibu kamu sudah meninggal ? tanya Murni


Melisa mengangguk ia membayangkan selama kehidupannya tanpa sang ibu


"Saya seorang anak yatim piatu saat 2 tahun ayah saya meninggal dan beberapa bulan yang lalu ibu juga meninggal, saya mengingat banyak sekali kenangan di taman ini ibu selalu mengajakku saat masa liburnya. Tak pernah ada kata lelah ia terus berusaha membuat saya bahagia walau tanpa kehadiran ayah dalam kehidupan kami" terang Melisa


Melisa mulai mengeluarkan air matanya kembali mengingat ceritanya masa kecil


"Kamu harus sabar ya nak menjalani hidup yang keras ini" tutur Murni


"Terkadang saya merasa hidup saya ini hanya sebagai lelucon orang yang penting dalam hidup saya meninggal dengan tragis bahkan bahagianya hanya sementara karena takut untuk menatap dunia saya gak mau orang yang berharga dalam hidup saya pergi meninggalkan" jelasnya Melisa


"Nak kamu juga harus tau semua orang juga memiliki masa sulit di hidupnya kadang ada yang serupa, tapi tergantung kita menanggapinya" jelas Murni


"Ya sudah nak kembali lah ke rumahmu istirahat ibu pergi dulu" melangkah pergi meninggalkan Melisa


"Maaf ibu Melisa tak dapat menjaga pemberian ibu" batin Melisa memegang ponselnya


Dalam mobil El merasa khawatir sudah beberapa kali dia melintas di jalan raya tak menemukan Melisa bahkan di kontrakannya tidak ada


"Apa dia sudah pergi bekerja ya ? batin El


Ia bergegas kembali ke kontrakan Melisa berharap Siska ada di sana


"Tok tok Siska" panggil El


Tak ada suara apapun yang menyahut dari dalam


"Apa Siska juga udah ada di tempat kerja ya ? batinnya


El memasuki kembali mobilnya menuju cafe tempat Melisa bekerja berharap dia ada di sana


Sesampainya di sana El melihat ke sekeliling cafe tak menemukan sosok yang dia cari


"Itu El ngapain dia di Sini ? batin siska heran

__ADS_1


Siska menghampiri El di depan cafe yang tengah sibuk menelpon


"El ngapain kesini ? tanya Siska


"Kamu liat Melisa gak ? tanya El menyudahi menelpon


"Lah bukannya Melisa sama kamu dari semalam" tutur Siska


El mikir apa mungkin Siska juga gak tau keberadaan Melisa saat ini dan kemungkinan besar Melisa juga belum pulang ke kontrakannya


"Yaudah kalau gitu aku duluan ya" timpalnya meninggalkan Siska yang kebingungan


"Aneh deh apa jangan-jangan Melisa gak sama dia ya ? tanya Siska dalam hati


Siska mulai resah memikirkan bagaimana keadaan Melisa saat ini dia mengambil ponselnya di pantry mencoba menelpon Melisa tetapi nomor ponselnya tidak aktif


"Apa aku telpon Henry ya mana tau dia tau Melisa ada di mana aku jadi khawatir sekarang" batin siska mencari nomor Henry


"Drik drik halo hen" sapa Siska di dalam telpon


"Ada apa sis ? tanya Henry


"Lu tau Melisa dimana gak ? Siska balik bertanya


"Loh emang dia kemana udah seharian dia gak masuk kerja gue kira dia sakit" jelas Henry


"Jadi dia gak kerja di supermarket tadi ya ? tanya Siska


"Iya sis biasanya dia kalau gak kerja pasti ngabarin, yaudah biar gue aja ya yang nyariin dia lu lanjut kerja aja" jelas Henry


"Baiklah tapi kalau udah ketemu kabari aku ya" pinta Siska


"Iya" Henry mematikan ponselnya


Henry mengambil jaket dan helmnya langsung berangkat mencari Melisa di tempat ia biasa menghabiskan waktunya bila tengah bersedih


Sesampainya di taman Henry mencari Melisa di tempat dia biasa menyendiri menghabiskan waktu


"Itu kan apa kata gue dia pasti ada disini" seru Henry


Ia pun lalu bergegas menghampiri Melisa yang tengah ketiduran di bawah pohon yang sangat rindang


"Mel Mel bangun ini udah sore mau turun hujan juga kayaknya" memegang bahu Melisa berusaha membangunkannya


Melisa membuka matanya perlahan melihat Henry yang tengah menatapnya dengan tersenyum


"Kamu ngapain disini gak ngasih kabar kita khawatir tau" tutur Henry


Bukannya menjawab Melisa malah memeluk Henry dengan erat


"Aku tau kamu lagi sedih tapi kamu juga harus tau kalau kamu tiba-tiba hilang kek gini kami bakal khawatir apa lagi Siska pasti sekarang dia sudah mikir yang macam macam takut kamu kenapa-kenapa" membalas pelukan Melisa

__ADS_1


"Maaf" seru Melisa


Bersambung .......


__ADS_2