Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 31 Bertemu Pria Bule


__ADS_3

Seorang pria menarik tubuh Cika menjauh untung saja dia tidak tertabrak oleh bocah yang mengendarai motor pantai


"Apa kamu baik-baik saja ? tanya seorang pria


"Oh ya saya baik-baik aja terima kasih" ucap Cika gugup melepaskan tangannya dari pria


Dina dan Raisa yang pamit membeli minuman malah melihat sahabatnya hampir terluka mereka berlari menghampiri


"Makasih ya mas udah bantuin teman saya" ucap Dina


Pria tersebut tersenyum lalu ia bergegas pergi meninggalkan mereka bertiga di sana yang tercengang


"Ya ampun ganteng banget aku yakin dia itu bule beneran tapi fasih bahasa Indonesia" puji Raisa memegang kedua pipinya


"Sadar mungkin aja dia udah nikah jangan malah mau jadi pelakor" menjentikkan jarinya di kening Raisa


"Duh sakit Dina" pekik Raisa mengelus keningnya


"Gimana Cika apa kamu baik-baik aja ? tanya Dina


"Aku baik-baik aja kok Dina lagian mas tadi udah bantu menarik lenganku" seru Cika


"Baguslah kalau gitu ayo kita ke sana" tunjuk Dina


Mereka pun makan makanan yang telah di beli sembari menatap ombak di tepi pantai yang anginnya sangat kencang


Saat tengah melihat ke arah pantai ia melihat pria yang telah menolongnya tengah berselancar di ombak yang sangat menantang adrenalin


"Lah Cika itu bukannya pria tadi ya dia bisa berselancar dengan mudah di ombak yang besar" tutur Dina


"Tu kan aku bilang juga apa dia pasti banyak keahlian sama seperti cowok bule" timpal Raisa


"Hei kamu ini dari tadi ngebet banget pengen cowok bule terbang sana ke Afrika biar jumpa dengan cowok bule" kesal Dina


"Beda dong Cika di sana kulitnya hitam-hitam dia itu putih tau" seru Raisa memanyunkan bibirnya


Di Perusahaan CSL El sudah memasuki ruangan direktur untuk berjumpa dengan kakaknya ia duduk tepat di depan sang kakak


"Gimana kak apa udah buat pilihan ? tanya El


Nesya yang sibuk membaca dokumen menghentikan pekerjaannya lalu menatap El


"Udah" jawabnya singkat


"Terus apa keputusan kakak ? tanyanya kembali


"Keputusannya tetap sama El aku gak mau ngurusin perusahaan ini apa lagi sekarang usahaku sedang maju" jelas Nesya


"Gimana sih kak kalau memang dari awal gak berminat lebih baik aku aja yang kerjain ini biar cepat selesai" keluh El


"Bukannya kamu juga udah belajar menjadi pengusaha dari kakek El jadi gak akan membuat kamu canggung lagi dong " tutur Nesya


"Canggung sih gak kak cuma ya aku gak bisa membagi waktu dalam pekerjaan" seru El

__ADS_1


"Yaudah kamu cari aja asisten atau sekretaris untuk membantu kamu dalam menjalankan perusahaan ini" timpal Nesya


"Kakak kira gampang apa nyari asisten yang bisa dipercaya seperti Anton sulit banget tau apa lagi berhadapan langsung denganku" terang El


"Itu makanya kamu tu harus nurunin standar kamu sedikit dalam memilih asisten mana mungkin kamu bisa mencari asisten yang perfek di zaman sekarang pasti ada kekurangannya juga" jelas Nesya


"Oh ya aku pulang dulu kak mau kumpul sama teman di villa anggrek" pamit El


"Lah terus pekerjaan ini gimana ? tanya Nesya


"Hari ini tolong kak kerjain dulu ya" seru El berlalu pergi sembari tertawa


"Dasar tu anak kebiasaan kalau mau jumpa sama teman-temannya semua pekerjaan bakal dia tunda" menggelengkan kepalanya


Setelah kepergian El ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya membaca satu persatu lembaran dokumen


El berjalan di lorong perusahaannya di lantai 2 untuk menemui sang manager saat tengah memegang ponsel ia tanpa sengaja menabrak seorang office girl yang sedang membersihkan kaca


Office girl tersebut tidak melihat ada orang yang berada dibelakangnya sehingga ia pun tidak dapat menghindar sehingga jatuh ke lantai


Ternyata office girl tersebut adalah Melisa berusaha melihat orang tersebut mendongak kepalanya ke atas sebelum El berhasil melihat wajahnya dengan cepat ia membalikkan kembali wajahnya menghadap jendela kaca


"Kok bisa dia lagi sih males banget kalau ketemu" gumamnya


El menatap punggung office girl yang tidak sengaja ia tabrak tadi Mellisa yang tengah kalut kemudian berusaha menenangkan diri


"Kamu ngapain sih kok bisa mundur dengan tiba-tiba gak liat ada orang ya disini ? tanya El


"Ah iya maaf pak saya gak menyadari ada orang di belakang" ucap Melisa berusaha merubah suaranya


"Pak El ngapain kesini ? tanya Budi


El menoleh ke arah manager Budi lalu berjalan menghampirinya


"Saya ingin mendiskusikan mengenai proyek baru yang dijalankan Bu Nesya apa manager ada waktu ? tanya El


"Mari kita ke ruangan saya aja dulu untuk ngobrolnya" ajak Budi


Keduanya berjalan menuju ke ruangan manager untuk mendiskusikan masalah proyek baru


Melisa mencuri-curi pandang menatap kepergian El dan manager Budi ia mengelus dadanya bersyukur tidak ketahuan


Di dalam ruangan Budi keduanya sibuk membaca lembaran dokumen proyek baru yang sedang mereka tangani


Setelahnya El beranjak lalu diantar sang manager ke parkiran lalu El memasuki mobil sportnya berlalu dengan kecepatan sedang


Melihat mobil El yang sudah menghilang Budi kembali memasuki gedung perusahaan dan tidak sengaja melihat Melisa yang tengah mengumpulkan kantong sampah tampak ia agak kesusahan membawa kantong tersebut


"Apa kamu butuh bantuan ? tanyanya


Mendengar perkataan Budi Melisa menoleh lalu ia tersenyum dan menggelengkan kepalanya


"Tampaknya kamu kesulitan membawa kantong sampah itu" tunjuknya

__ADS_1


"Tidak pak saya bisa sendiri kok" jawab melisa


"Apanya yang bisa sendiri ini tuh berat seharusnya bukan kerjaan kamu ada banyak office boy disini" ambil alih kantung sampah


"Eh tapi pak" belum sempat melanjutkan kalimatnya Budi memotong


"Udah sana lanjutkan tugas kamu yang lain biar ini jadi tanggung jawab saya" senyum budi


"Makasih ya pak" sungkan Melisa


Manager Budi membawa kantung sampah Melisa menatap punggungnya lalu ia pun bergegas kembali bekerja


Jam sudah menunjukkan pukul 17.30 sebagian karyawan bergegas menyimpan dokumen untuk segera pulang


Berbeda dengan Melisa ia harus tetap berada di sana membersihkan lantai kantor


Banyak karyawan yang berlalu lalang menuju parkiran Melisa melihat mereka dengan kagum


"Beruntung mereka bisa menjadi karyawan disini dengan gaji yang lumayan" gumam Melisa


Setelah selesai Melisa pun bergegas ke ruangan ob untuk mengganti pakaiannya lalu berjalan membawa tasnya


"Lu udah pulang Mel ? tanya laki-laki yang tengah menunggu Melisa


"Lah Henry kamu ngapain disini ? tanya Melisa


"Ya jemput kamu lah, masih tanya juga mau ngapain coba" jelas Henry


"Tapi kok kamu bisa tau aku kerja disini ? tanya Melisa heran


"Kemarin Aku tanya sama Siska, hari ini aku mau ngajak kamu pergi makan Mel" terang Henry


"Makan di mana ? tanyanya


Henry berpikir sejenak mengenai pertanyaan yang Melisa ajukan


"Nanti deh pas dijalan aku pikirin mau makan dimana" jawab Henry seadanya


Mereka pun menuju ke area parkiran lalu menaiki motor milik Henry


Sesampainya di sebuah cafe Melisa dan henry memilih duduk di meja paling sudut menghadap jalanan raya


Tampak seorang pelayan cafe membawa beberapa makanan di nampan dengan hati-hati sesampainya di meja melisa dan henry pelayan tersebut meletakkan semua pesanan yang mereka pesan


"Silakan di makan kak" seru pelayan tersebut


"Baik terima kasih" jawab mereka serempak


Pelayan tersebut berlalu meninggalkan keduanya namun Melisa melihat makanan di atas meja yang tidak ia pesan sama sekali


"Eh tunggu ini ada makanan lebih sepertinya bukan punya kami" panggil Melisa dan pelayan tersebut menoleh


Melisa berdiri membawa piring berisikan makanan ingin menghampiri pelayan namun tiba-tiba ada yang menyenggol tubuhnya makanan tersebut tumpak mengenai rok seorang wanita

__ADS_1


Bersambung ......


__ADS_2