
"Hei kamu gak punya mata ya" hardik seorang wanita
"Maaf mbak saya gak sengaja" seru Melisa meminta maaf
Buru-buru Melisa mengambil tisu ingin membersihkan sisa makanan yang mengenai rok wanita tersebut dengan berjongkok
Namun tangannya ditepis membuat Melisa menatap mata wanita tersebut yang meremehkannya
"Apa menurutmu permintaan maaf aja cukup untuk mengganti pakaian saya yang mahal ini ha" bentaknya
Suara gaduh tersebut membuat semua orang menghentikan kegiatannya menatap kearah Melisa dan wanita tersebut
Melihat Melisa yang berjongkok di depan wanita yang tidak ia kenal itu Henry bergegas menghampiri dan membantu Melisa berdiri
"Teman saya kan sudah minta maaf mbak lagian ini juga bukan salahnya sendiri, mbak juga gak liat jalan dan berjalan menatap ponsel" terang Henry
"Benar itu mbak saya juga lihat mbaknya berjalan memainkan ponsel tadi" seru salah seorang pelanggan di sana
"Terus menurut kalian saya yang salah dan wanita itu benar" tunjuk wanita tersebut sinis
"Iya mbak" jawab sebagian orang menambah kericuhan
"Dengar ya kalian semua dia ini yang salah berjalan gak lihat kiri kanan menumpahkan makanan ini dan mengenai pakaian saya yang mahal ini, terus kalian mau gantiin dia bayar ganti rugi ? sinis wanita tersebut
Semua orang kembali diam tidak berani bicara karena takut diminta bayar ganti rugi
"Maaf saya gak punya uang untuk gantiin pakaian mbak" seru Melisa jujur
Wanita tersebut tersenyum jahat mengambil minuman di atas meja yang berada di dekatnya menyiram minuman tersebut di atas kepala Melisa
Melisa hanya pasrah menerima perlakuan wanita tersebut bajunya sudah setengah basah terlihat air menetes di ujung rambutnya
"Gini kan jadi impas" seru wanita tersebut dengan senyum licik dan meletakkan gelas yang sudah kosong
Henry yang tak sempat menghalangi wanita tersebut terlihat geram menggenggam tangan dengan kuat ingin mengatai wanita tersebut
Namun tiba-tiba El berjalan mendekati wanita tersebut membawa dua gelas minuman yang masih penuh menumpahkan isinya ke atas kepala wanita tersebut
Semua orang kaget melihat kedatangan El yang tiba-tiba berani berbuat seperti itu
Flashback on
Di villa anggrek Danu, Sebastian dan Varel sudah menunggu kedatangan El mereka sudah janjian akan berjumpa di villa tersebut
El yang datang dengan masih terbalut pakaian kantor mengenakan jas lengkap dengan dasinya menghampiri para sahabatnya
__ADS_1
"Wah udah lama ya bro kita gak jumpa" seru Varel membalas gerakan tangan yang dibuat El saat mereka berjumpa satu sama lain
"Iya lu kemana aja sibuk bener sampai gak sempat jumpa kita" jawab El
"Orang sibuk memang begitu apalagi sekarang dia udah jadi investor" timpal Danu
Varel yang sedang di bicarakan hanya dapat tersenyum simpul
"Apa kabar lu Tian ? tanya El kembali
"Masih sama seperti dulu, cuma satu yang berbeda status gue El" tawa Tian dan yang lain serempak
"Ya ampun Tian lu masih mending udah ngerasain tu punya istri lah kita jangankan istri pacar aja gak punya" tawa Danu terbahak-bahak
"Lagian lu sih ngapain coba udah punya istri malah cari simpanan lain memang lain lu" tutur Varel
"Gue pengen aja tau kek mana rasanya punya simpanan jadi ya keasyikan sampe ketahuan sama istri deh" timpal Tian tanpa merasa bersalah
"Lah kok malah bahas mantan istri Tian sih kita kesini kan mau bahas masalah lain" terang El
"Iya benar tu kata El" timpal Tian
Setelah satu jam berbincang Danu merasakan perutnya keroncongan karena tidak sempat makan saat jadwal operasi mendadak siang tadi hingga malam ia tak sempat makan
"Gue lapar banget nih gak sempat makan siang" seru Danu memegang perutnya
"Gue tau tempat cafe paling bagus di dekat sini" jelas Tian
Mereka pun setuju dengan pilihan Tian mereka memasuki mobil sport mereka masing-masing melajukan mobil di jalan raya menuju cafe yang di maksudkan Tian
Hingga tiba di cafe mereka memasuki ruangan khusus VIP yang di buat untuk privasi pemilik cafe
"Ini cafe lu ya Tian ? tanya Danu
"Kok lu bisa langsung tahu kalaw ini cafe gue ? tanyanya balik
"Ya tau lah kan dulu lu bilang mau buka cafe di daerah villa anggrek dan tadi lu langsung bilang mau kesini jadi keinget gue keinginan lu dulu" terang Danu
"Udah yuk gue udah laper ini" ajak Varel
Drikkk drikkk
Bunyi suara ponsel di saku jas milik El berbunyi ia pun bergegas pamit kepada sahabatnya untuk mengangkat teleponnya
Saat berjalan keluar El tidak menyadari Melisa tengah berada di cafe yang sama dengannya
__ADS_1
Setelah beberapa menit El ingin kembali ke ruangan khusus namun ia melihat kegaduhan yang terjadi
Ia menatap lekat seorang wanita yang sangat dikenalnya yaitu Melisa yang sudah setengah basah akibat minuman yang sengaja di tumpahkan seorang wanita kepadanya
Flashback Of
"Kamu" bentak wanita itu kesal
"Bukannya tadi kamu meminta ganti rugi" senyum El
Ia mengeluarkan dompetnya dari saku jas mengeluarkan satu kartu dan memberikan kepada wanita tersebut
"Di dalam kartu ini ada 1 Miliar, apa cukup untuk ganti rugi ? tanya El dengan senyum seringai
Wanita tersebut mengambil kartu itu lalu berlalu meninggalkan cafe dengan keadaan sangat kacau
Semua orang menatap kagum pada El yang membantu Melisa yang sedang diperlakukan dengan tidak baik
El melihat kearah Melisa lalu membuka jasnya menutup tubuh Melisa yang sudah setengah basah
"Aku gak butuh bantuan kamu" tolak Melisa mendorong jas yang diberikan El
"Mau kamu terima atau tidak jas ini uang 1 Miliar yang saya keluarkan tadi saya anggap sebagai pinjaman, jadi harus kamu bayar secepatnya" bisik El di telinga Melisa lalu ia beranjak berdiri meninggalkan cafe sembari senyum simpul
"Kamu gak papa kan Mel ? tanya Henry khawatir
"Gak apa-apa kok hen" jawab Melisa lesu
"Yaudah kalau gitu kita langsung pulang aja nanti kamu malah masuk angin" tutur Henry membawa Melisa menuju parkiran
Mereka pun bergegas pulang menuju kontrakan Melisa
Di dalam mobil El tersenyum ia tak sengaja tadi pagi melihat dokumen lamaran kerja milik Melisa di atas meja kerjanya
"Aku akan membuat kamu mau tidak mau harus menerima aku Melisa" gumamnya dalam hati
Drikkk drikkk
Ponsel El berbunyi dan ia melihat siapa yang menelponnya saat ini Danu nama yang tertera di layar depan ponselnya
Ia lalu memasang earphone di telinganya dan menjawab panggilan tersebut hingga suara di seberang mulai terdengar
"Halo El lu kemana aja sih udah lama ni kami nunggu kamu gak balik-balik kesini" tutur Danu
"Maaf bro gue tadi ada kerjaan mendadak kalian lanjut aja makannya bilang sama yang lain ya gue gak bisa ikut gabung" jelas El mematikan panggilan sepihak
__ADS_1
"Tapi El, Tut Tut Tut panggilan di putuskan
Bersambung......