
Semua mahasiswa di kantin tertawa melihat Melisa yang terjatuh begitu juga dengan Cika dan temannya senang melihat Melisa yang terlihat bodoh terduduk di lantai
Rangga yang tersadar mendengarkan tawa semua orang ia melihat kearah melisa yang terjatuh lalu langsung berdiri mendekati Melisa
Ia menjulurkan tangannya untuk membantu Melisa berdiri namun tangannya di abaikan begitu saja
Melisa memilih bangkit sendiri lalu memukul-mukul pakaiannya yang kotor habis terjatuh
Melihat Melisa yang mengabaikan uluran tangannya membuat Rangga bingung mengapa Melisa tiba-tiba kembali ke mode cuek seperti pertama kali bertemu
"Apa kamu baik-baik aja Mel ? tanya Rangga
Bukannya menjawab Melisa berlalu pergi meninggalkannya membuat Rangga tambah bingung dengan sikap Melisa yang berubah drastis
"Kenapa ya dengan Melisa padahal semalam dia baik-baik aja kok sekarang malah kek gini" tutur Rangga bingung sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Melihat Rangga yang berusaha membantu seketika mendidih darah Cika menahan amarah
Dina yang menyadari sahabatnya menahan amarah ia langsung memukul pelan pundak Cika
"Tenang aja dia gak bakal mendekati Rangga lagi aku jamin" seru Dina berusaha menenangkan
Setelah selesai makan mereka pun segera kembali keruangan namun mereka tidak melihat keberadaan Rangga yang sejak tadi meninggalkan kantin pamit pergi ke toilet
"Rangga dimana kok gak kelihatan ? tanya Cika mengedar pandangan di sekeliling ruangan
"Iya ya padahal dia tadi bilang mau ke toilet gak mungkin selama itu kan " timpal Raisa
"Kalian duluan aja masuk ke ruangan aku mau ke toilet dulu bentar" pamit Cika berlalu
"Aku juga mau ikut ke toilet lagi kebelet pipis" berusaha mengejar Cika
"Lah kok aku malah ditinggal sih" kesal Raisa menghentakkan kakinya seperti anak kecil lalu masuk ke ruangan mereka
Di taman belakang kampus Melisa membaca buku dengan fokus tanpa menghiraukan Rangga yang berada di dekatnya
Ia telah menghindar dari Rangga bahkan sudah berpindah tempat satu dengan yang lain namun Rangga tetap kekeh mengikutinya
Karena merasa capek dengan sikap Rangga ia memilih tak menghiraukan keberadaan Rangga yang berada di sebelahnya
"Kamu kenapa sih Mel menghindar terus ? tanya Rangga bingung
Kesal Melisa yang tak mengindahkan pertanyaannya Rangga menarik buku tersebut membuat Melisa terperanjat kaget
__ADS_1
"Kalau gini kan kamu gak ada alasan lagi buat gak jawab pertanyaanku" seru Rangga senang menatap Melisa yang tengah menatapnya juga
Dari kejauhan Dina dan Cika menatap kedua insan tersebut dengan kesal yang duduk bersebelahan
Dina tau bahwa Cika cuma beralasan ingin pergi ke toilet karena sebenarnya ia ingin mencari keberadaan Rangga
Melisa yang sakit hati melihat Rangga terus mengikutinya padahal dari tadi ia selalu berusaha menghindar
Ia lalu berdiri menarik buku ditangan Rangga dengan paksa bergegas meninggalkan Rangga di kursi taman tersebut
Tak terima Melisa yang ingin meninggalkannya Rangga ikut berdiri dan menghentikan langkah Melisa
"Tunggu Mel" seru Rangga membuat langkah melisa terhenti
Rangga berusaha mendekati Melisa perlahan dan mensejajarkan tubuh mereka saling berhadapan melihat kejadian itu Cika langsung menghampiri mereka dengan jarak yang tidak terlalu jauh
Ia berusaha memegang kedua bahu Melisa ingin berbicara ia tak ingin Melisa menghindarinya lagi dan lagi
Rangga menatap wajah polos Melisa dengan bedak tipis yang membuat dia begitu mengagumi kecantikan Melisa yang alami
Setelah menatap mata Melisa Rangga meraih kembali kedua tangan Melisa yang di genggamnya erat
Melisa berusaha melepaskan tangannya namun tidak berhasil semakin ia berusaha melepaskan tangannya semakin sakit karena Rangga menggenggamnya dengan erat
Mereka melihat semua pergerakan keduanya yang satu berusaha menjauh namun yang satu ingin terus berdekatan mendengarkan penjelasan
"Lepaskan tanganku Rangga jangan Sampek aku gigit tangan kamu ini" ancam Melisa tegas
"Kalau itu bisa membuat kamu tetap berada disini maka aku gak akan menyerah Mel" tegas Rangga
"Kamu tuli ya lepaskan tanganku sekarang" bentak Melisa menarik tangannya dengan kuat
Namun Rangga tak ingin melepaskan tangan itu dan malah ia menarik tubuh Melisa menabrak dada bidang membuat Cika menggepalkan tangannya kuat
Melisa yang sekarang berada di dekapan Rangga merasa jengkel lalu menghadiahi pipi rangga dengan sebuah tamparan yang keras
Rangga dengan refleks memegang pipinya yang terasa panas setelah di tampar Melisa dengan keras namun bukannya marah ia malah tersenyum tulus
Setelahnya ia kembali meraih tangan Melisa dan memeluknya dengan sangat erat sembari berkata dengan tulus
"Aku mencintai kamu mel ntah semenjak kapan rasa ini muncul" ucap Rangga tersenyum simpul
Mendengar kata cinta tersebut Melisa bukan terharu malah semakin kesal terhadap Rangga yang sesuka hati memeluknya
__ADS_1
"Maaf tapi aku gak mencintaimu aku hanya anggap kamu sahabat gak lebih" seru Melisa mendorong sekuat tenaga tubuh Rangga untuk menjauh
"Hahaha kamu nolak aku Mel ? tanya Rangga sembari tertawa dengan kencang
"Iya" jawab Melisa singkat
"Tapi kamu gak tau aku yang sebenarnya Mel apa pun yang aku inginkan pasti aku dapatkan walaupun dengan cara kekerasan" terang Rangga tersenyum licik
"Apa maksud kamu Rangga ? tanya Melisa tidak menyangka sifat asli Rangga yang baru ia ketahui
"Kamu tau Mel siapa pun yang berani nolak aku nantinya akan bertekuk lutut di bawah kaki aku memohon jadi kamu jangan main-main denganku" tutur Rangga sembari memegang bahu Melisa berusaha mengancam
Melisa yang takut dengan tatapan tajam dari Rangga ia memilih menunduk mencari cara agar terlepas dari jerat pria tersebut
Hingga ia menggigit tangan Rangga dengan kuat membuat pria itu mengerang kesakitan saat lengah ia pun langsung berlari kencang
Senyum licik Rangga tersungging di bibirnya menatap punggung Melisa yang telah jauh meninggalkannya
Setelah kepergian Melisa Cika dan Dina menghampiri Rangga yang tengah prustasi mengacak rambutnya
"Aku tau kamu kecewa Rangga dan perasaan kamu yang tengah hancur" seru Cika berusaha menenangkan Rangga
"Iya Rangga masih banyak kok cewek selain gadis itu lagian apa hebatnya dia sampe berani tolak kamu" tutur Dina
"Dia belum tau aja bahwa Rangga adalah pewaris perusahaan ternama di tambah lagi dia anak tunggal" batin Dina
Cika melihat luka di tangan Rangga akibat gigitan Melisa yang terlihat memerah ia meminta Dina untuk meminta obat kompres di UKS
Dina membawa obat kompres lalu memberikan kepada Cika ia pun langsung menerimanya
Dia berusaha menarik tangan Rangga untuk di obati namun tangan itu di sentakan kembali oleh pemiliknya
"Aku hanya ingin mengobati luka kamu yang memerah" iba Cika sedih
"Kamu gak perlu ikut campur urusan aku Cika" bentak Rangga membuat Cika sendu menahan tangis
Saat Rangga ingin berlalu meninggalkan keduanya Cika menarik nafasnya dalam-dalam
"Aku mencintai kamu Rangga" ucap Cika gugup
Bersambung .....
"Jangan biarkan perasaan cinta tumbuh terlalu dalam karena semakin dalam perasaan cinta maka akan muncul rasa untuk memiliki sepenuhnya" #Ir
__ADS_1