Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 35 Kontrak Yang Gak Masuk Akal


__ADS_3

Setelah membaca isi kontrak Melisa sangat kesal dengan El bisa bisanya di dalam kontrak Melisa menjadi paling dirugikan sementara El sangat di untungkan


"Aku gak mau tanda tangan" tegas Melisa kesal langsung berdiri menatap el


El mengambil dokumen tersebut lalu ia membacakan isinya satu persatu membuat Melisa semakin kesal karena dengan santainya El menyuruhnya tanda tangan ini sama saja ia harus masuk ke kandang serigala


"Apanya yang salah semuanya udah sesuai kok kamu punya hutang sama aku satu miliar terus bunganya seratus juta, jaket limited edition seharga dua ratus juta dan kalung ini cuma seharga lima ratus juta totalnya 1 miliar 8 ratus juta" terang El santai menghitung dengan jarinya


"Yang masuk akal aja aku harus bayar bunga uangnya dan jas kamu yang bahkan aku pakai cuma satu kali" kesal Melisa


"Kan aku sudah bilang sama kamu mau terima atau tidak jas itu tetap harus di bayar" timpalnya


"Kalau aku gak mau bayar bagaimana ? tanya Melisa jengkel


"Gak apa apa juga sih, paling kamu akan mendekam Hem 5 tahun di penjara" jelas El lalu duduk di sofa seberang Melisa


Melisa mengepal tangan dengan kuat ada amarah di dalam hatinya namun ia berusaha bersabar mengelus dadanya


"Baiklah aku bakal tanda tangan kontrak ini tapi aku juga punya syarat" seru Melisa memberanikan diri lalu ia kembali duduk


"Apa syaratnya ? tanya El menatap Melisa dengan serius


"Gak ada tenggat waktunya karena menurutku aku gak akan bisa bayar uang kamu kembali dengan waktu singkat" terang Melisa


"Baiklah saya setuju" El merapikan rambutnya lalu menanda tangani kontrak yang ia buat


Kemudian ia menyodorkan kontrak beserta bolpoin kepada Melisa


"Sekarang kamu sudah masuk kedalam ranjau Melisa" gumam El dalam hati


Melisa membuka tutup bolpoin dan membubuhkan tanda tangannya di atas nama dirinya


"Aku sudah buat dua salinan satunya untuk kamu" memberikan kontrak salinan kepada Melisa


Melisa mengambil kontrak itu lalu ia beranjak berdiri


"Apa kamu tidak mau membaca ulang lagi poin-poin yang tertera di kontrak ? tanya El kembali


"Gak perlu aku bisa baca nanti" jawab Melisa ketus dan berlalu pergi


El yang mendengar jawaban Melisa terukir senyum jahat kemudian ia beranjak berdiri kembali duduk di meja kerjanya meminum kopi buatan Melisa


"Enak" gumam El kemudian fokus ke pekerjaannya

__ADS_1


Di ruangan OB Melisa manggut manggut kesal banget dengan El


"Kalau kayak gini aku harus banyak mengambil kerja part time" keluh Melisa memasukkan surat kontrak kedalam tas miliknya


"Tunggu deh tadi kok aku gak bisa dengar ya kata hatinya apa mungkin dia memang tidak ada mengatakan apa-apa" gumam Melisa


Melisa pun kembali melanjutkan pekerjaannya hingga waktu pulang ia segera bergegas mengganti pakaian kerjanya


Di luar gedung Melisa tengah mengehentikan bus sedangkan El menatapnya di balik kaca mobil


Bus yang di tumpangi Melisa melaju dan El mengikutinya sampai bus tersebut berhenti di halte dekat dengan cafe tempat Melisa bekerja


Sampai di sana Melisa langsung saja memasuki kafe mengerjakan pekerjaannya terlihat Siska dan Mira sudah sibuk sejak tadi banyak pelanggan yang datang


Sudah setengah jam mobil yang di kendarai El terparkir di depan cafe namun ia tetap betah berada di dalam tidak ingin keluar untuk sekedar minum


"Mel lu sadar gak sih mobil sport itu dari setengah jam yang lalu udah terparkir di sana tapi pengemudinya gak keluar keluar apa jangan jangan" tutur Siska


"Jangan kebanyakan nonton film horor deh makanya kamu sering parno" kesal Melisa


"Ya kan takutnya Mel" jawab Siska


Melisa kembali ke pekerjaannya mencuci semua piring kotor dan memasak makanan yang dipesan pelanggan


"Ya ampun bisa-bisa aku malah ketiduran di sini" gumam El melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 9 malam


El menghidupkan mesin mobilnya lalu berlalu dengan kecepatan sedang


"Tuh kan liat Siska mobil itu dah pergi mungkin aja dia tadi numpang parkir" menunjuk lahan parkir yang kosong


"Iya benar kata lu Mel gue aja yang suka parno" menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Mel ini ada beberapa pesanan lagi" panggil Mira yang membawa buku pesanan


"Oh ya udah aku bawa piring kotor ini ke dalam dulu" seru Melisa menuju pantry


"Eh Siska kalian lagi ngomongin apa sih" tanya Mira penasaran


"Kepo amat lu mir dah sana kerja" ketus Siska meninggalkan Mira


"Dasar Siska gue kan pengen tau juga bisa bisa kebawa mimpi gue nih" gumam mira


Keesokan paginya cika memasukkan buku serta ponselnya kedalam tas selempangnya

__ADS_1


Sampai di meja makan Cika mengambil nasi goreng memasukkan kedalam piring dengan malas


"Andai aja ma kita itu baikan sama kak El pasti kita gak akan hidup serba sederhana kek gini" keluh Cika


"Nak kamu kan tau mereka gak suka liat mama berada di keluarga mereka kamu yang sabar ya pasti papamu bakal dapat pekerjaan yang lebih bagus jadi kita bakal hidup mewah lagi nantinya" jelas Kanaya


"Iya ma aku udah gak sabar banget membeli semua kebutuhan aku sama seperti dulu tanpa harus memikirkan tagihan" semangat Cika


"Pasti dong sayang" mengelus puncak kepala cika


"Oh ya ma papa kemana ? tanyanya


"Itu papamu dapat tawaran kerja di perusahaan ternama jadi hari ini pertama ia masuk kerja" senyum Kanaya bahagia


Cika hanya mengangguk sembari tersenyum lebar kearah mamanya


"Yaudah Cika berangkat ya ma teman aku udah pada nungguin di depan" pamitnya beranjak berdiri sembari meminum air


"Yaudah hati-hati" "Dasar tu anak bahkan minum air sembari berjalan" gumamnya menggeleng kepala


Tiba di kampus Cika tidak melihat Rangga di dalam ruangan padahal jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi


"Rangga kemana ya bentar lagi kan Bu Mirna bakal masuk" gumam Cika melihat jam tangannya


"Lu ngapain berdiri disitu Cika, ayo masuk cari tempat duduk" ajak Dina yang sudah berada di dalam ruangan


Cika pun bergegas masuk mengikuti langkah Dina mereka memilih tempat duduk kedua dari barisan kedua


Bu Mirna masuk ke dalam ruangan memberikan pengajaran di bagian akuntasi semua mahasiswa mengerjakan tugas yang di berikan


Setelah jam pulang cika dan sahabatnya menuju parkiran memasuki mobil milik Dina


"Din Rangga kemana ya kok gak ngampus sih dia ? tanya Cika


"Lah ngapain juga kamu nanyain dia Cika baru juga semalam dia nyakitin hati kamu" jawab Dina jengah


"Dia sahabat kita juga Din aku ngerasa khawatir" jelas Cika


"Gak tau dia aja gak ada ngasih kabar kalau dia sakit atau apalah" seru Dina


"Apa dia sakit ya Din ? tanya Cika


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2