Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 33 Kemarahan Aryo


__ADS_3

"Dasar tu anak apa gak bisa nyempetin waktu sedikit kerja aja yang dipikirannya" keluh Danu menyimpan ponselnya


"Kita juga pada tau kali dia tu yang paling sibuk kalau masalah pekerjaan no satu" timpal Varel sembari tersenyum


"Yaudah lah kita makan aja habis ini kan mau ke klub" ajak Tian meraih minuman yang sudah tersedia di meja


Mereka bertiga pun langsung menyantap makanan yang mereka pesan


Di rumah Kanaya mondar mandir sudah jam 11 malam Cika sang Puteri belum pulang-pulang juga


Ia sudah menelfon beberapa kali namun tidak diangkat membuat ia sangat khawatir


"Ih kok gak diangkat, kamu kemana sih sayang mama takut nanti kamu bakal dimarahi papamu" geram Kanaya meletakkan ponselnya di meja tamu dan duduk di sofa


Tok tok tok


Kanaya tersentak mendengar suara ketukan di pintu ia berharap Cika lah yang sedang mengetuk pintu


"Mudah2an itu Cika kalau gak bisa berabe nanti kalau mas Aryo duluan yang pulang" gumamnya dalam hati sembari berdiri menghampiri pintu


Kanaya membuka pintu dengan perlahan setelah pintu terbuka ia sangat ketakutan karena di sebalik pintu tersebut adalah Aryo yang baru pulang dari warung kopi


"Eh mas udah pulang ya" senyum Kanaya mengajak Aryo masuk ke dalam rumah


"Aku mau ke kamar dulu mau istirahat" jawab Aryo ingin berlalu


Dihalaman rumah terlihat mobil berhenti membuat aryo mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamar ia penasaran siapa yang keluar dari mobil


Kanaya sangat gelisah menggigit kuku jarinya


"Aduh gimana ini jangan sampe Cika dimarahi habis habisan sama mas Aryo" gumamnya dalam hati


Cika yang turun dari mobil mengucapkan selamat tinggal kepada kedua sahabatnya dengan wajah yang sembab


"Makasih ya udah anterin aku" tutur Cika


Kedua sahabatnya mengangguk lalu melambaikan tangan tanda perpisahan mereka pun kembali melajukan mobilnya


Aryo yang melihat Cika yang pulang malam menatap dengan murka


Cika berjalan santai melepaskan sepatu dengan melemparnya sembarangan


Melihat Cika yang telah memasuki rumah Aryo menghampiri lalu menampar pipinya dengan keras

__ADS_1


Plak


Cika langsung memegang pipinya yang mulai memerah menatap sayu kearah papanya


Kanaya langsung memeluk Cika dan berusaha membuat aryo agar tidak marah


"Mas kamu kok malah tampar Cika sih lagian dia baru sekali ini kok pulang tengah malam begini" Kanaya berusaha membela Cika


"Karena baru sekali makanya saya harus tegas sama dia jangan sampai ada kedua kalinya dan sebagai ibunya kamu juga harus pandai menasehati dia supaya gak keluar malam lagi" tegas aryo berlalu pergi ke kamarnya


Hiks hiks hiks


"Ma papa gak sayang Cika lagi ya ? tanya Cika menangis tersedu sedu


"Gak kok sayang papa kamu cuma khawatir takut kamu kenapa-kenapa" terang Kanaya


Kanaya pun mengajak Cika untuk kembali ke kamarnya dan membersihkan diri untuk segera tidur


Bunyi musik dj yang bersenandung ria dan kilat Lampu menambah suasana ceria di salah satu klub ternama di ibukota


Danu, Tian dan Varel sudah memesan minuman soda beralkohol rendah sembari menikmati musik yang sedang di mainkan


"Lu gak pesan ruangan VIP buat kita Danu ? tanya Varel


Tian yang sedari tadi celingak celinguk mengitari ruangan melihat El yang berjalan ke arah mereka


"Nah liat tu bos kita udah datang" tutur Tian menunjuk dengan gerakan bibirnya


"Kami kira lu gak bakal datang kesini bahkan tadi di cafe lu langsung pergi gak pamit" seru Varel


"Sorry deh tadi gue ada kerjaan sekarang gue udah ada disini kan ayo kita pesan ruangan VIP" ajak El


"Tunggu deh itu bukannya" tunjuk Tian lalu berfikir sejenak


"Boby" jawab Varel menatap kearah lelaki yang ditunjuk Tian


"Iya benar tapi bukannya dia menetap di Amrik ya kok tiba-tiba udah di indo aja" terang Tian


"Mana kita tau tanya aja Sono sama orangnya langsung" ketus Danu


"Udah deh ngapain kalian bahas dia kita kesini mau happy happy" seru El berlalu meninggalkan Tian dan Varel yang masih menatap lekat kearah Boby


Di ruangan VIP sudah ada beberapa wanita yang menunggu kehadiran mereka menghidangkan minuman mahal yang ada di klub

__ADS_1


"Nah ini baru good job" seru Varel mengacungkan jempolnya kearah El


Mereka pun duduk di sofa yang berada di ruangan VIP memutar lagu pilihan mereka Danu mencoba untuk menyanyikan lagu favoritnya


Setelah selesai ia duduk meminum minuman yang sama sekali tidak mengandung alkohol


"Gak mau saya bantuin ya kak ? tanya gadis yang menghampirinya


"Oh gak perlu saya gak ada uang buat bayar kamu" jawab Danu jujur


"Hahaha lu masih aja sama kek dulu dulu ya Danu gak mau minum alkohol dan juga gak mau ditemani wanita terus lu mau ngapain disini ? tawa Tian mengejek


El hanya melihat sekilas dan kembali meneguk wine yang ada di depannya di temani oleh gadis cantik di sisinya


"Dia tu masih suci Tian jadi gak usah lu rusakin otaknya" timpal Varel dengan senyum ringan


"Lagu laguan lu bro masak di kasih wanita lu gak mau" senyum Tian menepuk pundak Danu


"Keputusanku masih tetap sama Tian aku gak akan meminum wine dan juga gak akan berbuat hal macam-macam sama gadis lain hanya untuk menghancurkan kehormatannya" terang Danu menjelaskan


Plok plok plok


Tian bertepuk tangan atas keputusan yang di buat sahabatnya merasa kagum


"Liat tu El siapa gadis yang belum pernah ia kencani semua juga tau dia bukan lelaki yang cukup dengan satu wanita" jelas Tian tertawa


"Dia itu berbeda sama lu semenjak putus dengan pacarnya waktu sma dia gak pernah lagi tuh dekat dengan wanita yang bisa dianggap pasangan berbeda sama lu yang bahkan punya pasangan sudah seperti ganti baju" timpal Varel tertawa terbahak bahak


"Lah emangnya lu gak sama sama gue" seru Tian membela diri


"Beda dong gue Gonta ganti pasangan karena belum ada yang cocok aja buat gue jadiin istri nah Lo udah nikah aja masih sibuk nyari pasangan lain" sindir Varel membuat Danu tertawa melihat kedua sahabatnya


El memikirkan perkataan Varel yang mengingatkannya pada seorang gadis pada masa SMA-nya


"Kita putus" seru seorang gadis


"Lah kok putus emangnya aku salah apa sama kamu sampe kamu mau mutusin aku" jawab El


"Karena aku gak cinta lagi sama kamu ada orang lain yang aku cinta" jelasnya


"Hoi lu ngapain bengong El" panggil Varel mengagetkan El yang sedang bengong


El hanya menggelengkan kepalanya lalu meminum lagi beberapa gelas wine

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2