Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 7 Kamar El barack


__ADS_3

Melisa terkejut melihat kedatangan seorang pembantu ke dalam kamar tidurnya lalu ia langsung terduduk menatap pembantu tersebut


"Ini makanannya ya non" meletakkan makanan dan air minum di atas markas


Pembantu tersebut lalu pergi meninggalkan kamar membawa baju kotor yang akan ia cuci


"Tunggu bi saya dimana ya ? terus bibi ini siapa ? tanya Melisa bingung


"Saya pembantu disini non bisa panggil bi Sri aja, non sekarang Berada di rumah Aden El" jawab bi Sri


"Ha apa aku gak salah dengar bi? terus dia ada dimana ? tanya Melisa kembali


"Ada di ruang kerja non sebelah kiri kamar ini" jelas Bi Sri


Bi Sri berlalu pergi meninggalkan kamar menuju ruang belakang di lantai satu


"Ngapain sih dia malah mutusin bawa aku kesini, kalau bukan karena obat bius mungkin aku udah sadar semalam" gumam Melisa melihat ke tangannya yang sudah memakai arm Sling


Melisa turun dari tempat tidur dengan perlahan karena tubuhnya masih lemas


Mendorong pintu ruangan dengan menggunakan tangan kanannya secara perlahan


Setelah terbuka ia melihat El sedang sibuk dengan pekerjaannya memakai pakaian kasual yang santai


"Aku mau pulang" seru Melisa


El menghentikan kegiatannya melihat kearah melisa yang berdiri di depan meja kerjanya


"Apa kamu udah makan ? tanya El


"Gak selera aku pengen pulang sekarang, dimana ponselku ? tanya Melisa


Dia berdiri lalu berjalan menghampiri Melisa dan melepaskan kaca matanya


"Lebih baik kamu makan dulu sekarang, tubuhmu pasti masih lemas" terang El


"Aku gak mau, balikin sekarang ponselku pasti kamu yang ambil kan ? Melisa menjulurkan tangannya kepada El


Bukannya memberikan ponsel milik Melisa dia malah menarik tangan Melisa menuju dapur


"Lepaskan tanganku sekarang El" pinta melisa meronta


"Kamu harus ngisi perut dulu baru habis itu aku antar pulang" jelas El


"Kamu tuli atau apa sih, aku bilang gak mau ya gak mau jangan memaksa dong" Sergah Melisa


Dia tidak memperdulikan Melisa yang berusaha melepas pegangan tangannya


El mendudukkan Melisa di kursi meja makan tepat di sebelah kursinya dan memanggil bi Sri untuk buatkan makanan yang baru


"Dasar Pemaksaan" kesal Melisa


Di dapur bi Sri sibuk mempersiapkan makanan yang baru untuk tuan dan juga tamu

__ADS_1


Pelayan lain yang ikut serta memasak di dapur melihat sikap tuannya terhadap seorang gadis yang tidak biasa membuat ia bertanya tanya


"Bi Sri siapa gadis itu ? apa pacar tuan ? tanya Ira


"Saya juga gak tau dia membawa gadis itu malam tadi, lalu saya disuruh mengganti pakaiannya yang sudah terkena Dona darah" jelas Bi Sri


"Tapi kalau di liat-liat tuan sangat perhatian padanya mungkin aja pacarnya" seru Ira


"Hus kamu jangan bicara yang tidak-tidak nanti tuan bisa marah besar" tukas bi Sri


Ira mengangguk paham lalu melanjutkan kegiatan mereka memasak makanan yang di pinta El


El sibuk memainkan ponselnya sedangkan kan Melisa meletakkan dagunya di atas meja makan dengan ekspresi malas


"Tunggu jam berapa ya sekarang ? gumam Melisa kembali terduduk melihat sekeliling ruangan ingin mencari jam


"Ada apa ? tanya El mengikuti arah mata Melisa


"Untung hari ini aku gak ada mata kuliah" gumam Melisa


"Kok gak jawab apa karena udah lapar jadi gak bisa ngomong lagi" sindir El


"Is wajah aja yang tampan tapi mulut sadis" batinnya memberikan tatapan tak suka


Bi Sri dan Ira menyuguhkan berbagai macam masakan di atas meja ada nasi goreng, ayam goreng serta makanan lainnya


"Berikan saya nasi gorengnya bi" pinta El


"Cukup bi, berikan dia nasi goreng agak banyak soalnya di belum makan tadi" ucap El


Bi Sri mengangguk paham dan memberi isyarat kepada Mira yang akan melakukannya


Ira ingin memberikan beberapa sendok nasi goreng ke dalam piring Melisa


"Gak usah biar saya saja" sungkan Melisa


"Ini udah jadi tugas saya" seru Ira


"Udah Ira kamu kembali ke dapur aja biar dia ambil sendiri makanannya" titah El


"Baik Tuan" timpal ira


Saat tengah makan El dan Melisa di kejutkan dengan bunyi dering ponsel yang tidak lain adalah milik Melisa


Drikk drik drik bunyi suara ponsel di saku celana milik El


"Tuh kan ponsel gue ada sama dia" gumam Melisa lalu berdiri mencoba mengambil ponsel tersebut di saku celana El


"Sudah duduk kembali makan makananmu nanti ponselnya akan saya berikan" perintah El


"Cukup ya El aku sudah muak di perintah terus sama kamu" bentak Melisa mengeluarkan amarahnya menyenggol gelas berisi minuman


Prang suara gelas yang jatuh di lantai hancur berantakan serpihan kacanya berserakan di lantai

__ADS_1


"Ada apa ini tuan" tanya bi Sri keluar dari arah dapur


El pun ikut berdiri melihat kearah melisa dengan santai mimik wajahnya yang datar


"Bi tolong bersihkan pecahan kacanya ya" pinta El


"Baik den akan bibi bersihkan sekarang" bergegas membawa sapu beserta serokan


Tanpa melihat ke arah Melisa lagi El berjalan meninggalkan meja makan menuju ruangan atas kembali


Belum sempat menaiki anak tangga Melisa mencegat El dan mencoba mengambil ponselnya di saku celana milik El dengan tangan kanannya


Namun tak sempat ia dapatkan El segera merogoh ponsel milik Melisa dan membantingnya di lantai dengan keras lalu meninggalkan Melisa yang terlihat sedih melihat ponselnya yang dibanting


Air mata Melisa bercucuran membasahi wajahnya melihat ponselnya yang sudah di banting El sudah hancur berkeping-keping ia lalu mengambil kepingan tersebut


"Non harus sabar ya mungkin tuan marah saat non membentaknya tadi, dia tak suka dibentak" terang bi Sri membantu Melisa berdiri


"Hiks hiks tapi apa salah ponsel ku bi bisa dibanting sama dia, ponsel ini adalah barang yang sangat berharga untukku" jelas Melisa terisak


Bi Sri memeluk Melisa dan mengelus pucuk kepalanya mencoba menenangkan Melisa dari tangisannya


Melisa melepaskan pelukan Bi Sri berlari keluar rumah tanpa menggunakan alas kaki menyusuri jalan untuk pulang ke kontrakannya


Di balkon El melihat Melisa berlari keluar rumah dengan menangis tersedu-sedu


"Non Melisa" panggil bi Sri yang tak dapat menahan Melisa lagi


Ira segera menyusul bi Sri melihat kepergian Melisa dan menatap bibi Sri mencari penjelasan


"Aku gak tau kenapa tiba-tiba tuan marah terhadap gadis itu yang saya lihat tadi dia baik-baik saja tanpa ada Masalah" terang bi Sri


"Apa benar tuan marah karena bentakan gadis itu bi ? tanya Ira


"Sepertinya bukan, dari pagi tadi saya lihat gadis itu memandang tidak suka dengan tuan malahan ia berani bentak tuan dan berusaha terus meminta ponselnya tapi tuan malah tidak ingin memberikannya sama sekali" timpal bi sri


"Aneh tiba-tiba tuan marah seperti itu dan juga dia gak pernah sekalipun mau membawa wanita di rumah ini" tutur Ira


"Ya udah ayok kita bersihkan sisa makan tadi, jangan mengurusi urusan tuan nanti kita malah kena imbasnya" terang bi Sri


"Baik bi" jawab Ira singkat


Saat tengah beberes Ira dan bi Sri melihat tuannya bergegas menuruni anak tangga membawa kunci mobil


"Mau kemana tuan terburu buru bi ? tanya Ira


"Gak usah banyak tanya, lanjut kerja aja" seru bi Sri


Menghidupkan mesin mobil lalu melaju dengan kecepatan tinggi ingin menyusul Melisa


Bersambung .......


"Jangan pernah paksa seseorang untuk mencintaimu karena akan membuat orang yang kita cintai semakin menjauh"

__ADS_1


__ADS_2