Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 22 Pemberian El


__ADS_3

Sekitar jam 6 sore Melisa telah siap untuk berangkat bekerja ke cafe memakai pakaian yang rapi dan menaiki bus


Sebelum menuju cafe Melisa ingin singgah sebentar ke sebuah toko ponsel yang terletak lumayan jauh dari halte


Ia kemudian berjalan dari halte menuju toko tersebut menenteng tas yang dibawanya


El yang sibuk mengendarai mobil menuju kediamannya tidak sengaja melihat Melisa yang berjalan di trotoar menuju sebuah toko Ia pun menoleh kearah melisa


"Apa aku sapa aja ya ? gak gak nanti dia malah semakin marah sama aku" gumam El


Ia pun berlalu mencari tempat parkir yang lumayan jauh dari toko tersebut ia berencana akan mengikuti Melisa dengan diam-diam


Melisa yang telah sampai di toko meminta daftar harga yang mereka jual di sana


Tak disadari Melisa El telah sembunyi dari balik pintu toko ia memakai kaca mata hitam serta masker yang selalu di bawanya di dalam mobil


"Kakak mau beli ponsel yang mana ? tanyanya


"Mmm yang ini harganya berapa ya ? tanya Melisa


"Oh itu tipe yang bagus kak harganya 4 juta" jelasnya


"Ha 4 juta kok mahal banget ya" gumam Melisa yang tidak terdengar jelas suaranya


El berusaha mengintip Melisa dari arah balik pintu toko ia melihat wanita yang juga ingin masuk ke toko tersebut lalu ia berusaha menghentikan langkahnya


"Mbak tunggu apa mau ke toko ponsel ini juga ? tanya El yang menghentikan langkah seorang wanita


"Iya mas ada apa ya ? tanyanya


"Saya bisa minta tolong sama mbak gak ? sebagai imbalannya saya bakal beliin ponsel yang mbak inginkan" seru El


"Beneran mas ? mas gak nipu saya kan ? tanya sang wanita


"Gak dong mbak saya ini orang baik-baik kok" El merogoh dompetnya mengambil KTP miliknya beserta uang cash


"Ini mbak KTP beserta uang cash saya bisa mbak pegang dulu sebagai jaminan" menyodorkan kepada sang wanita


Sang wanita mengambil KTP beserta uangnya lalu menyimpannya di tas miliknya


"Apa yang bisa saya bantu ya mas ? tanya sang wanita


El membisikkan kepada sang wanita tentang hal apa yang dibutuhkannya lalu sang wanita mengangguk paham berlalu masuk ke dalam toko tersebut


Melisa yang sangat bingung mau pilih ponsel yang mana dan ditambah lagi uangnya tidak cukup untuk membeli ponsel tersebut

__ADS_1


"Uang pesangon ku cuma ada 2 juta mana cukup mau beli ponsel ini" batin Melisa


"Kakak boleh mikir-mikir dulu kok mau pilih yang mana saya bakal layani pelanggan lain dulu" pamitnya menuju sang wanita yang baru datang


"Mbak saya mau lihat daftar harga ponselnya dong" pinta sang wanita


"Bisa kak tunggu sebentar ya saya ambilkan"


"Gak perlu saya mau bilang sesuatu" seru sang wanita


Sang wanita pun lalu berusaha mendekat membisikkan sesuatu kepada sang pelayan toko


Pelayan toko mengangguk paham lalu berlalu kembali ke arah Melisa yang tengah bingung


"Apa kakak sudah selesai memilih ? tanya sang pelayan


"Oh itu saya mau tanya apa ada harga ponsel yang agak murah ? soalnya uang saya cuma ada 2 juta tapi di daftar saya liat yang paling murah cuma 4 juta" terang Melisa


"Ooo gitu ya kak tunggu sebentar ya kak saya ambilkan kemarin kayaknya masih ada sisa satu yang harganya lumayan murah" pamit pelayan toko


Pelayan toko mengambil ponsel yang termahal di tokonya memasukkannya kedalam kantong menuliskan tanda terima barang


"Ini kak ponselnya harga 2 jutaan keluaran terbaru" seru pelayan toko


"Boleh di cek dulu kak ini ponselnya dilengkapi carger earphone dan beberapa bonus juga" jelas pelayan


"Oh iya mbak saya ambil yang ini aja tolong di bungkus ya" merogoh uang yang ada di dalam tasnya


Melisa memberikan beberapa lembar uang kepada pelayan dan pelayan tersebut menghitung uangnya dengan teliti


"Udah kak uangnya pas ya" seru pelayan memberikan ponsel yang telah ia bungkus kepada Melisa


"Alhamdulillah akhirnya kebeli juga ponsel ini jadi gak perlu sering pinjam ponsel Siska lagi" batin Melisa berlalu meninggalkan toko tanpa curiga El yang tengah mengawasi


Setelah kepergian Melisa El masuk ke dalam toko membuka kaca mata dan maskernya


"Makasih banyak ya mbak" ucap El kepada sang wanita


"Iya mas sama-sama" seru sang wanita


"Silahkan pilih ponsel yang mbak suka saya yang bakal bayar sebagai imbalan yang saya katakan tadi" tutur El


Sang wanita mengangguk lalu memilih ponsel yang telah ia pilih sejak transaksi antara Melisa dan pelayan toko


Pelayan kembali membungkus ponsel yang di pilih sang wanita lalu memberikannya

__ADS_1


"Makasih ya mas" ucap sang wanita menyodorkan KTP beserta uang cash yang di berikan El tadi


El mengambil KTP tersebut namun uang cash yang sekitar 3 jutaan itu tidak diambil kembali ia memilih memberikan kepada sang wanita


"Uangnya buat mbak aja saya sangat berterima kasih atas bantuannya" seru El mengambil KTP miliknya


"Ya ampun mas makasih banyak udah di beliin ponsel eh malah di kasih uang juga" tutur sang wanita


Sang wanita lalu pamit kepada El lalu bergegas meninggalkan toko ponsel tersebut


Sekarang tinggal El yang berada di ponsel tersebut membayar kedua ponsel yang ia beli untuk Melisa beserta orang yang telah membantunya


"Totalnya berapa mbak ? tanya El


"30 juta mas soalnya ponsel yang saya berikan tadi keluaran terbaru terus sudah saya kurangi juga dengan uang kak tadi" seru pelayan


El kembali merogoh dompetnya mengambil salah satu kartu ATM miliknya dan menyodorkan kepada sang pelayan


"Iya mbak saya bayar pakek non cash ya" timpal El


Pelayan toko menggesek karu ATM milik El lalu setelah selesai ia memberikan kembali kartu ATM tersebut kepada pemiliknya


"Makasih ya mas" ucap pelayan


El hanya mengangguk lalu memasukkan kembali kartu ATMnya ke dalam dompet sembari berjalan kembali ke tempat parkir mobilnya


"Kalau kayak gini kan mau gak mau kamu harus nerima barang dari aku" gumam El menekan remote mobilnya


Melisa yang tengah senang sehabis membeli ponsel baru ibarat anak kecil yang mendapat mainan baru ia pun langsung menuju pantry


"Eh Mel itu apaan yang lu bawa ? tanya Siska penasaran


"Ini aku baru aja beli ponsel baru" seru Melisa senang


"Ya ampun baru juga dapat beli ponsel udah kek dapat harta Karun" ejek Siska


"Ih dasar kalau iri bilang dong" tutur Melisa


"Udah sana cepat simpan barang-barang mu kita udah mau buka ini" seru Siska


Mereka pun kembali ke pekerjaan masing-masing Melisa bekerja di bagian kasir dan mencuci piring kotor


Siska sebagai pelayan cafe membersihkan meja serta lantai cafe dan Mira sebagai chef di cafe dan juga pemegang hasil penjualan setiap harinya


Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2