Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 14 Rumah Kosong


__ADS_3

Melisa dan Siska sudah bersiap memakai baju santai dan menenteng tas miliknya mengunci pintu kontrakannya


Setelah mengunci pintu mereka berjalan kearah depan gang ingin mencari ojek atau kendaraan umum yang lewat


Namun tiba di depan gang mereka sudah ditunggu oleh taksi yang mangkal di sana


Melihat keduanya keluar pak supir taksi keluar menghampiri mereka


"Apa mbak ini bernama Melisa ? tanya pak supir taksi


"Benar pak tapi kami gak pesan taksi" seru melisa


"Teman anda yang pesan atas nama henry dia yang nelpon saya untuk jemput kesini" jelas pak supir


Melisa melihat kearah Siska dan menarik lengannya segera masuk ke dalam taksi dan Pak supir membuka pintu taksi setelah masuk keduanya ia pun menutupnya


Pak supir mengendarai taksi dengan kecepatan sedang menuju tempat yang telah mereka sebutkan tadi


"Tumben Henry pesankan kita taksi biasanya dia yang jemput kita berangkat bareng naik bus" seru Siska


"Iya bagus lah kita di pesankan taksi dari pada nanti kita lama lama nunggu bus" timpal Melisa


"Iya juga sih kalau dah malem gini susah banget bus lewat paling nanti dah sejam lebih baru ada" jelas Siska


Sesampainya di tempat janjian keduanya turun ingin membayar kargo namun Henry dahulu menghampiri taksi mereka dan membayar kargo tersebut


"Berapa ongkosnya pak ? tanya Henry


"100 ribu aja mas" seru pak supir


Henry merogoh dompetnya lalu memberikan 1 lembar uang seratus ribu kepada supir taksi


"Ini pak" memberikan uang satu lembar seratus ribu


"Makasih mas" seru pak supir berlalu pergi meninggalkan mereka


"Makasih ya Henry lu udah bayarin kargo kami" ucap Siska


"Iya yaudah ayo aku udah pesan kan kalian makanan takut keburu dingin" timpal Henry mengajak keduanya


Mereka bertiga berjalan masuk ke dalam warung nasi tempat langganan mereka biasanya


"Wah ini sih makanan kesukaan aku" seru Melisa duduk di sebelah Henry


"Iya lah gue udah pesankan makanan kesukaan kalian kurang baik apa lagi aku coba" tutur Henry muji diri sendiri


"Iya deh makasih ya orang yang paling baik hahaha" tawa Siska


"Udah yok makan aku dah lapar ini" seru Melisa

__ADS_1


Mereka pun menyantap makanan yang di pesan Henry dengan sangat lahap


Saat tengah asik memakan makanannya Melisa mendengar sesuatu yang di ucapkan orang yang sedang membelakanginya


"Kita harus segera sembunyikan bukti bukti itu agar tidak diketahui oleh mereka" bisik nya


"Benar kata lu gue juga males nyimpan barang-barang itu takut nanti tercium oleh polisi bisa berabe" bisik wanita didepannya


Melisa bisa mendengar hal tersebut karena pendengarannya sangat tajam dan ia juga bisa mendengar kata hati orang lain


Ia tak berhenti menatap mereka sembari melahap makanannya


Henry menatap Melisa dengan tersenyum setelah ia selesai memakan makanannya


"Apa gue jujur aja ya sama Melisa sekarang tapi" batin Henry mengalihkan pandangannya


"Tapi apa hen ? tanya Melisa


Siska menatap Melisa yang tengah bertanya kepada Henry


"Apaan sih hen lu gak ingat teman kita satu ini bisa denger kata hati orang lain begitu juga dengan lu makanya langsung ngomong aja" jelas Siska


Henry menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal salah tingkah mendengar ucapan Siska


Melisa kembali melihat kearah wanita dan laki laki yang berada di depannya yang tengah berjalan keluar dari ruangan tersebut


"Maaf lah gak ingat sis gue sebenarnya mau ngomong sesuatu sama.." Henry menghentikan pembicaraannya saat melihat Melisa yang berdiri dengan tiba-tiba


"Mel lu mau kemana ? tanya Siska heran


"Ayok cepat kita kejar dia sis ? ajak Henry iku berdiri menghampiri kasir ingin membayar makanan mereka


"Yaudah tunggu sebentar" pinta Siska meminum sisa minumannya


Mereka berdua berusaha mencari Melisa yang telah menjauh


"Aduh anak itu kalau mau pergi pergi gak bilang tu kan udah hilang cepat banget larinya" seru Siska


Sedangkan Henry melihat-lihat keberadaan Melisa yang tak kunjung ia temukan


"Gimana hen lu udah liat dia ada dimana ? tanya Siska


"Aku yakin dia lari kearah sini tadi pas di kasir aku liat dia tengah ngejar seseorang" seru Henry


"Terus gimana dong kita mau nyari dia kalau kayak gini" timpal siska


"Kita lanjut jalan dulu kearah sana mana tau dia ada di sekitar sana" ajak henry menunjuk ke arah rumah kosong yang gelap


"Ih gak mau hen ngeri gue mau ke sana liat tu rumah gelap banget gak ada penerang" seru Siska bergidik ngeri

__ADS_1


"Yaudah lu tunggu di supermarket itu aja biar gue yang nyari Melisa" perintah Henry


"Iya lu hati-hati kalau ada apa-apa telpon gue" seru Siska


Henry mengangguk berlalu pergi meninggalkan Siska di sebuah supermarket


Melisa berjalan perlahan mengikuti kedua orang misterius tersebut yang berada di dalam rumah kosong


Mereka menggunakan alat penerang seadanya agar tak diketahui orang bahwa di sana mereka sedang mengambil barang bukti yang mereka simpan


Ia melihat kearah keduanya membuka box dari kayu yang mereka kunci dengan gembok dan di letakkan tepat di belakang lemari usang


"Apa isinya ya jangan-jangan senjata atau barang terlarang ? tanya Melisa dalam hati sembari sembunyi


"Cepat dong dibuka apa ada barang yang hilang ? tanya sang wanita


"Sabar dong ini juga lagi mau dibuka" tutur sang pria


Setelah berhasil membuka box tersebut mereka mengecek isinya satu persatu


"Semuanya aman ada disini kok gak ada yang hilang kita harus segera pergi dari sini agar tidak ada yang curiga" tutur sang pria


"Iya benar yaudah kunci kembali box itu kita kembalikan ke tempatnya" perintah sang wanita


Sang pria menyimpan kembali barang barang tersebut kedalam dan menguncinya menyimpan kunci kedalam saku celananya


Lalu mereka mendorong box di belakang lemari usang dan mengembalikan lemari ke posisi semula


Setelah selesai menyembunyikan box tersebut mereka bergegas berjalan keluar rumah kosong tersebut


"Ayo kita segera pergi takutnya ada orang melihat kita keluar dari rumah ini" ajak sang pria


Sang wanita mengangguk paham lalu segera mengikuti langkah sang pria dengan langkah perlahan


Di sebalik tiang Melisa kaget barang yang ada di box ternyata adalah barang berharga berupa berlian yang sangat banyak


"Dimana mereka mendapatkan berlian sebanyak itu ? batin Melisa


Namun saat belum jauh dari box tersebut Melisa tak sengaja menginjak kantong plastik saat ingin pindah ke tempat sembunyi lain membuat suara di dalam rumah tersebut


Keduanya merasa terancam takut ada seseorang yang berada di dalam dan melihat mereka menyimpan barang berharga di balik lemari usang


"Siapa di sana ? sergah sang pria memegang tangan sang wanita di belakangnya


Sang pria mencoba menerangi sekitarnya dengan penerang yang di bawan berjalan menghampiri sumber suara


Saat ini jantung Melisa berdegup kencang takut mereka melihatnya yang tengah bersembunyi


Tiba tiba ada tangan seseorang membekapnya dari belakang menarik tubuhnya menjauh dari tiang

__ADS_1


Bersambung .....


__ADS_2