
Setelah mobil tersebut berhenti bus yang di tunggu Melisa sedang lewat ia berusaha memanggilnya namun tak terdengar oleh supir bus
Melisa sangat kesal kepada sang pemilik mobil yang sembarangan berhenti di depannya menghalangi ia untuk memanggil supir bus
"Dasar orang kaya seenaknya aja mau berhenti disini" gumam Melisa kesal
Terlihat seorang pria yang keluar dari mobil lain tak bukan ialah El yang sedang menelpon seseorang dan menghampiri Melisa menyudahi telpon
"Mau kemana ? tanya El
"Terserah aku lah mau kemana bukan urusanmu juga" ketus melisa
"Kamu masih marah sama aku soal ponsel itu ? tanyanya kembali
"Dah tau kenapa nanya" kesal Melisa ingin berlalu pergi namun tangannya ditarik El
"Tunggu aku kesini mau ketemu kamu untuk minta maaf soal itu" ucap El
"Kalau permintaan maaf mu bisa mengembalikan ponsel ku seperti semula mungkin aku akan memaafkan mu sekarang tapi tidak bisa kan" keluh Melisa mencoba melepaskan tangannya dari El
"Tapi aku udah kirim ponsel baru buat kamu sebagai permintaan maaf ku" seru El
"Ooo aku juga dah tau kalau ponsel itu pasti kamu yang kirim" mencoba merogoh kotak ponsel yang belum terbuka sama sekali didalam tasnya
"Ini ponsel kamu aku gak butuh" tukasnya menarik tangan El dan meletakkan ponsel tersebut di atas tangan El
"Tapi ponsel ini sudah aku berikan kepadamu Mel" seru El
"Maaf tapi aku gak akan nerima barang apapun dari kamu, lain kali juga gak usah kirim makanan aku gak mau mubazir kalau ujung-ujungnya harus aku buang juga" timpal Melisa lalu pergi meninggalkan El memanggil ojek
Setelah kepergian Melisa ia pun masuk ke dalam mobil dengan amarahnya El memukul stir mobil
"Kenapa Mel kamu gak mau maafin aku padahal aku udah lakuin semua cara agar kamu mau memaafkan aku" gumam El kesal
Ia pun menghidupkan mesin mobilnya mengendarai dengan kecepatan yang tinggi kembali ke kediamannya
Tiba di rumah muka El sangat datar seperti menahan amarah berjalan menaiki anak tangga
"Sayang kamu udah pulang" panggil Lidia
Namun El tak menyahutinya sama sekali dan langsung masuk kedalam kamarnya menutup pintu dengan keras
Nesya yang ada di sebelah kamarnya merasa aneh bisa bisanya El menutup pintu dengan keras
"Kenapa dengan El gak biasanya dia seperti itu" gumam Lidia
__ADS_1
Di dalam kamar El sangat kesal tehadap sikap cuek dari Melisa yang tidak mau memaafkannya
"Aku akan melakukan segala cara Mel agar kamu menjadi milikku walaupun dengan cara yang tidak baik" gumam El
Saking kesalnya El menjatuhkan semua barang yang ada di atas wastafelnya membuat barang tersebut ada yang pecah
Di sebelah kamarnya Nesya yang sedang mencatat laporan kerjanya kaget mendengarkan suara pecahan yang ada didalam kamar El
"Kenapa tu anak tadi banting pintu dengan keras sekarang dia ngapain coba" gumam Nesya menghentikan pekerjaannya lalu turun menghampiri Lidia yang ada di lantai bawah
"Ma ma" panggil Nesya tergesa-gesa
"Ada apa Nesya ? kok lari larian sih ? tanya Lidia
"Itu ma El aneh deh masak tadi dia banting pintu kuat banget terus ya aku dengar ada suara pecahan gitu ma dia kenapa ya ? tanya Nesya
"Tadi mama juga panggil dia tapi gak disahuti mana mukanya lagi kayak orang kesal gitu kayak orang yang baru putus cinta deh" ejek Lidia
"Hahaha mungkin juga sih ma tapi tumben tumbenan dia sampe kesal segitunya" tawa Nesya
"Ntahlah adikmu itu tadi pagi dia masih senyum sumringah eh pulang malah mukanya bete" seru Lidia
Melisa melihat jam di tangannya sudah telat 20 menit ia pun berlari ke ruangannya yang ada di lantai 3
Di ruangan dosen telah memulai pembelajaran dan tengah menjelaskan kepada para mahasiswa
"Permisi buk assalamualaikum" sapa Melisa
"Waalaikumsalam tumben kamu terlambat Mel" seru Bu Lastri
"Iya Bu maaf apa Melisa boleh mengikuti jam perkuliahannya Bu ? tanya Melisa
"Boleh yaudah sana duduk cari tempat kosong" tutur Bu Lastri
Melisa duduk di belakang kursi milik Rangga karena hanya di sana yang tersisa kursi kosong
"Kok bisa telat sih Mel ? tanya Rangga membalik wajahnya ke arah Melisa
"Ketinggalan bus tadi jadi harus cari ojek dulu agak jauh dari kos" jelas Melisa mengeluarkan bukunya
Jam perkuliahan telah selesai mahasiswa banyak sekali berada di kantin saat ini sedangkan Melisa hanya berdiam diri di ruangannya
Dari arah pintu Rangga membawa bungkusan makanan yang ia beli dari kantin dan terlihat ia membeli lebih
"Mel ini makan aku beli nasi goreng buat kamu" seru Rangga memberikan bungkusan makanan
__ADS_1
"Kamu beli dua porsi ya nasi gorengnya ? tanya Melisa
"Iya buat kamu satu dan satu lagi buat aku jadi kita bisa makan bareng disini kamu bisa lanjut baca setelahnya" terang Rangga
"Ya ampun gak perlu beliin aku makanan kok lagian aku tu udah makan di kontrakan tadi pagi jadi sekarang ya masih kenyang" timpal Melisa
"Gak ada alasan sekarang kamu harus makan dulu" membuka bungkus nasi goreng memberikan kepada Melisa
"Makasih ya" ucap Melisa
"Iya kamu harus habiskan semua nasi gorengnya dan ini minuman buat kamu" memberikan Melisa minuman teh es
Mereka pun menyantap nasi goreng yang dibeli Rangga dengan lahap tanpa tersisa
Rangga sangat senang sekarang Melisa sudah mau dekat dengannya dulu bahkan untuk saling tegur sapa ia tak mau tapi sekarang sudah ada kemajuan
"Bagus deh sekarang aku dengan Melisa udah semakin dekat" batin Rangga
Melisa lantas mendengar suara batin Rangga ia mencoba untuk tidak mendengarkan kembali suara tersebut
"Andai aku gak bisa dengar kata hati orang lain pasti aku gak perlu repot-repot mengetahui hal yang gak seharusnya" batin melisa
"Mel nanti malam kamu kemana ? tanya Rangga
"Aku kerja di cafe kalau malam kenapa ya ? tanyanya balik
"Rencananya sih mau ngajak kamu kesuatu tempat, tapi gak apa apa deh lain kali aja aku ajak kamu" seru rangga
Melisa hanya mengangguk lalu menyelesaikan kegiatannya
"Aku heran deh Mel udah beberapa hari ini Cika jarang masuk ke kampus" tutur Rangga
"Emangnya dia kemana ? bukannya kalian akrab ya ? tanya Melisa
"Dulu sih iya Mel tapi sekarang no ponselnya aja aku gak tau no ponsel yang lama juga gak aktif" timpal Rangga
"Iya juga ya aku malah gak sadar dia gak masuk beberapa hari ini" seru Melisa
"Kayaknya aku harus jenguk dia kerumahnya mana tau dia sakit atau apa kan Mel" terang rangga
Jam perkuliahan mereka telah usai semua mahasiswa berbondong bondong ke parkiran untuk segera pulang begitu juga dengan Rangga dan Melisa
Mereka mengobrol sembari berjalan menuju ke parkiran
Bersambung .....
__ADS_1