
Hari ini El sudah berpakaian sangat rapi berjalan memasuki kantor milik keluarganya yang sudah lama tidak ia kunjungi
Semua karyawan menatapnya heran tidak biasa seorang El datang ke kantor keluarganya karena ia tak mau ikut campur urusan di kantor itu
"Pagi pak El ? sapa salah seorang karyawan yang melihat kedatangan El
"Pagi tolong antar saya ke ruang direktur" pinta El
"Baik pak mari ikut saya" menuntun jalan El menuju ruang direktur
Sampai di ruangan El memperhatikan meja tersebut menatap nama sang papa yang tertera di sana
Nampak ruangan tersebut masih bersih dan tersusun rapi dengan berbagai dokumen yang ada di atas meja
"Kamu boleh keluar terima kasih telah mengantarkan saya" ucap El
Karyawan tersebut mengangguk lalu berlalu pergi menutup pintu ruangan direktur
"Eh kalian gak liat tadi pak El datang kesini sepertinya dia bakal menggantikan posisi direktur lama karena udah seminggu ini pak direktur tidak datang ke kantor" seru Nadia
"Hus kamu ngomong apa nadia pak Aryo kan papanya pak El mana mungkin posisinya bakal di gantikan" tutur Sisi
Dari kejauhan sang manager melihat karyawannya tengah mengobrol ia pun menghampiri mereka
"Hei ngapain kalian masih disini sana kerja" perintah manager Budi
Para karyawan pun menghentikan percakapan mereka dan kembali ketempat masing-masing takut diomelin kembali oleh pak manager Budi
Sampai siang hari El masih sibuk mempelajari dokumen yang ada di atas meja serta membubuhi tanda tangannya di sana
Terlihat dia sangat serius membaca satu persatu dokumen dengan teliti tanpa terlewatkan satu lembar pun
Tok tok tok
Mendengar suara ketukan di pintu El tidak menoleh sama sekali fokus hanya melihat kearah dokumen
"Iya masuk" pinta El
"Pak El saya membawakan makan siang untuk bapak sepertinya bapak gak sempat makan siang" seru Budi
"Ooo iya silahkan letakkan saja di atas meja pak manager terima kasih banyak ya nanti bakal saya ganti uangnya" tutur El melihat kearah budi
"Eh gak perlu kok pak" tolak Budi
"Gak papa pak manager saya gak mau malah ngerepotin" seru El merogoh dompetnya mengambil satu lembar uang dan memberikan kepada budi
__ADS_1
"Ya ampun pak gak perlu saya ikhlas memberikannya" tutur Budi menolak uang tersebut
"Saya malah gak enak udah dibelikan dan gak dibayar pula" menarik tangan Budi dan meletakkan uang tersebut
"Yaudah pak kalau gitu saya permisi dulu" pamit Budi
El mengangguk lalu berjalan menuju meja kerjanya kembali membaca semua dokumen
Di kampus Melisa tidak fokus sama sekali dengan pembelajarannya ia bingung mau cari kerja tambahan dimana selain di cafe
"Di cafe gajinya cuma sedikit mana cukup untuk uang makan dan juga kontrakan" batin Melisa
"Hei Mel lu ngelamun apaan ? memukul pundak Melisa pelan membuyarkan lamunannya
"Ha gak ada kok" jawab Melisa santai
"Masak iya gak ada gue liat dari awal masuk ruangan sampe sekarang lu masih ngelamun tau" tutur Rangga
"Serius gak ada kok" jelas Melisa
"Gak percaya gue tapi gak apa apa deh kapan lu mau cerita gue bakal dengerin" terang Rangga
"Kamu gak ke kantin Rangga ? tanya Kevin
"Yaudah kita duluan ya" pamit Kevin dan temannya
Rangga mengacungkan jempolnya kepada teman temannya yang berlalu meninggalkan mereka
"Eh Mel semalam gue liat Cika di sekitaran pasar gitu pas gue mau samperin dia malah gak kelihatan lagi" seru Rangga
"Masak sih Rangga ? tapi kok dia gak masuk kuliah lagi ya ? tanya melisa
"Itu gue juga gak tau Mel gue udah berusaha cari dia tapi gak ketemu apa mungkin dia menghindar dari gue ya" tutur rangga
Melisa mengangkat bahunya tidak mengetahui alasan Cika tak masuk kampus setelah satu Minggu
"Kamu gak mau ke kantin Mel ? tanya Rangga
"Gak deh Rangga aku masih kenyang habis sarapan di kontrakan tadi" jelas Melisa
"Ok lah oh ya gue lupa Mel ponsel kamu gak aktif lagi ya soalnya aku telfon gak tersambung terus" seru Rangga
"Ponsel aku udah rusak rencana sih habis gajian baru mau beli ponsel baru" terang Melisa
"Lah kenapa gak bilang sih Mel gue bisa beliin kamu ponsel itu gak perlu nunggu gajian segala" timpal Rangga
__ADS_1
"Eh gak usah aku gak mau ngerepotin kamu lagian juga aku udah ada kok uangnya" tutur Melisa menolak
"Kamu gimana sih Mel masih gak anggap gue sebagai sahabat" keluh Rangga
"Gak gitu kok aku gak mau aja ngerepotin kamu apa lagi ini masalah ponsel harganya pasti mahal gak bakal mampu aku ganti" seru Melisa
"Ya ampun Mel gak bakalan aku suruh ganti kok" tutur Rangga
"Karena itu lah aku gak mau Rangga kalau bisa aku mau beli ponsel baru dengan uang hasil keringat aku" timpal Melisa
Rangga memegang perutnya yang sedang berbunyi membuat ia malu menatap Melisa
"Hahaha kamu lapar ya Rangga ? tanya Melisa
"Iya Mel dari pagi tadi gue belum sempat sarapan" tuturnya sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Yaudah sana ke kantin keburu masuk lagi" mendorong lengan Rangga
Rangga pun berlalu meninggalkan Melisa yang berada di tempat duduknya sembari meletakkan kepalanya di atas meja
"Kalian tau gak kenapa Cika udah seminggu gak datang ke kampus ? tanya Dina
"Gue gak tau tu ponsel nya juga mati apa mungkin dia ada masalah ya" seru yang lainnya
"Kangen banget rasanya sama dia apalagi dia orangnya ceria dan ditambah lagi diantara kita dia lumayan pintar" seru salah seorang sahabat cika
Melisa hanya mendengarkan keluhan para sahabat Cika yang merasa kehilangan sudah seminggu ia tak pergi ke kampus
"Benar juga ya kemana dia pergi biasanya dia gak pernah libur sama sekali bahkan absennya selalu penuh" batin Melisa lesu
Dina melihat kearah melisa yang tengah menutup matanya meletakkan kepalanya di atas meja ia pun menghampiri dan memukul meja Melisa dengan keras membuat Melisa kaget
"Ya ampun jantungku" gumam Melisa mengelus dadanya
"Lu pasti tau kan dimana Cika ? tanya Dina
"Dia kan teman kamu kok tanya aku sih" jawab Melisa malas
"Tapi terakhir kali kan dia jumpa sama Lo di tangga waktu itu habis itu besoknya dia gak datang ke kampus lagi" jelas Dina
"Aku benar benar gak tau Cika dimana lagian dia gak sedekat itu sama aku sampe aku harus tau dia ada dimana" terang Melisa dengan nada santai
"Lu ya liat aja lu nanti" kesal Dina ingin memukul Melisa namun ditahan dengan meremas tangannya saat melihat dosen akan segera masuk ke dalam ruangan
Bersambung.....
__ADS_1