Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 15 Tamparan Aryo


__ADS_3

Saat tengah adu mulut mereka melihat seorang wanita bersama putrinya berjalan kearah Aryo dan melihat gadis itu memeluknya dengan erat


El menggeleng kepalanya tak percaya bahkan sekarang papanya sudah berani membawa istri keduanya di kediaman sebastian


Plok plok plok El menepuk tangannya dengan kencang karena kondisi saat ini tenang memecahkan keheningan di sana El tersenyum jahat kearah Aryo


"Wah wah ini baru namanya keluarga bahagia apa kalian gak lihat bahkan saya seorang anak kandungnya saja tidak pernah merasakan pelukan seorang papa tapi lihat gadis itu langsung ia peluk dengan suka cita" sindir El


"Cukup El dia juga anak kandung papa dan dia lebih muda dari kamu seharusnya kamu belajar dewasa dan bisa menerima dia sebagai adikmu" tegas Aryo


"Ha apa ? adik ? ya ampun sejak kapan aku punya seorang adik dari wanita lain yang gak tau asal usulnya" tutur El mengejek


"Udah El kamu harus terima keadaan saat ini mama udah rela kok papa kamu bawa istri keduanya disini mama gak masalah" pasrah Lidia memegang tangan putranya


"Iya El kita harus bisa Nerima mereka berdua menjadi keluarga kita Agar semuanya bisa baik baik aja" seru Nesya terisak


"Hahaha Kakak sama mama mau menerima mereka berdua apa aku gak salah dengar aku bahkan melihat mereka aja udah jijik dan seberapa pantas mereka jadi keluarga kita bahkan gak ada pantasnya" ejek El melihat ibu tirinya dari dekat


Plak tamparan yang dilayangkan Aryo kepada putranya dan el bukannya marah ia malah tersenyum mengejek melihat kelakuan papanya


"Mas apa apaan sih kamu tampar El" seru Lidia memegang pipi putranya


"Tuh liat anak kamu yang kurang aja sama saya bahkan seperti berandalan diluar sana" amarah Aryo


"Udah mas gak papa kok kalau putra mas gak bisa terima kami maka aku dan Cika gak akan bakal tinggal disini" jelas Kanaya


"Gak bisa sayang kamu dan putri kita harus tinggal disini walaupun apapun terjadi" timpal Aryo


"Wow aku kaget banget liat keharmonisan rumah tangga Tante selamat ya kalian merupakan keluarga yang akan mendapatkan reward di tahun ini" sindir El tersenyum licik memberikan jempolnya


"Apa kamu sudah cukup membuat keributan dirumah ini El ? tanya Aryo marah


"Anda jangan marah-marah dong nanti bakal cepat tua terus mati gak seru dong baru bahagia malah duluan menghadap takutnya dosa kami menghampiri anda" tutur El mengejek


"Cukup El" melayangkan kembali tamparannya


El tidak menghindar sama sekali malah ia pasang wajah yang membuat Aryo kesal dan bukannya El yang ia tampar tapi Nesya yang melindungi adiknya


"Nesya" teriak Danu dan para anggota keluarga lain yang melihat Nesya di tampar Aryo terbanting ke lantai dan El melihat kakaknya lalu berjongkok

__ADS_1


"Kakak ngapain sih menerima tamparan itu demi adik kak yang pembangkang ini" memegang wajah kakaknya yang memerah


"Adek udah ya gak usah bertengkar lagi sama papa Kakak takut kamu terluka gak ada lagi yang bakal melindungi kakak dan mama" seru Nesya menghambur memeluk El begitu juga dengan Lidia memeluk keduanya


El menarik bahu kakaknya menjauh ingin berbicara


"Jika kakak gak mau liat aku terluka sekarang kakak dan mama ikut aku pulang ya tinggal dirumah aku" timpal El


Nesya menggeleng sembari menangis terisak Isak dihadapan adik dan mamanya


"Danu" panggil El


"Iya El ada apa ? tanyanya


"Bawa kak Nesya dan mama ke mobil bantu ia mengobati pipinya takutnya nanti bengkak" pinta El


"Enggak El kakak gak bakal pergi dari rumah ini" sergah Nesya


"Kenapa kak ? kakak rela tinggal bareng mereka di neraka ini" seru El


Nesya menangis sejadi-jadinya baru kali ini ia merasakan tamparan yang begitu keras dari papanya dan merasakan kesakitan adiknya yang juga di tampar


"Kalau itu yang Kakak takutkan aku bisa kok memutuskan hubungan anak dan papanya begitu juga mengurus perceraian mama" timpal El


"Gak sayang mama gak mau sampai itu terjadi mama gak akan bercerai dengan papa kamu" terang Lidia


"Bawa mereka sekarang Danu" perintah El


"Baik El ayo Tante dan Nesya ikut aku dulu ke mobil" ajak Danu


"Berhenti" teriak Aryo menghentikan langkah istri dan putrinya


"Jangan dengarkan dia Danu segera bawa mereka" pinta El


"Lah kenapa ? anda takut semua harta yang anda miliki sekarang akan ditarik bila bercerai dengan mama saya apa begitu ? atau jangan-jangan Anda belum siap hidup miskin hahaha" tawa El mengejek


"Apa menurutmu papa bakal jatuh miskin walaupun gak hidup di atas kekayaan keluarga Sebastian lagi ? kamu salah papa bisa hidup dengan atau tanpa kekayaan keluarga ini" terang Aryo


"Bagus dong kalau begitu, tolong ya secepat mungkin keluar dari rumah ini bawa semua barang milik keluarga anda jangan sampai mengotori rumah keluarga kami" seru El ekspresi datar

__ADS_1


Aryo dan Kanaya segera naik keatas mengambil barang milik mereka untuk turun dari anak tangga bergegas menghampiri Cika


"Kak El jangan usir mama dan papa dari rumah ini kami bakal tidur dimana nanti ? seru Cika


"Jangan panggil gue kakak karena kita gak punya hubungan jadi jangan berharap lu dapat panggil gue seenaknya paham kan" bentak El


Cika menangis melihat mama dan papanya telah membawa beberapa koper dan juga tas milik mereka


"Gak usah berharap sama orang yang gak punya hati, kita lebih baik pergi dari sini sayang" ajak Aryo mengusap air mata putrinya


Ketiganya pergi keluar membawa koper mereka masing masing melihat suaminya yang membawa koper Lidia turun dari mobil menghampiri Aryo


"Mas kamu mau kemana ? tanya Lidia


"Aku bakal keluar dari rumah ini atas permintaan putramu" jelas Aryo


Di belakang El melihat mamanya yang menangis memegang tangan papa berharap Aryo tak pergi dari rumah tersebut


"Mas jangan pergi tinggalkan aku dan anak-anak" pinta Lidia menangis tersedu-sedu memegang tangan suaminya


Aryo menghentakkan tangannya berusaha melepaskan genggaman tangan Lidia


"Mulai hari ini saya akan keluar dari rumah dan aku talak kamu dengan talak satu jangan cari cari aku lagi" bentak Aryo


Melihat Sang mama yang di bentak El sangat hancur hatinya mama pun mencoba membujuk Aryo ia pun menghampiri mereka bertiga Yang akan segera pergi


"Tunggu" panggil El


Kanaya tersenyum berharap El memanggil mereka agar tetap tinggal dirumah tersebut


El menghampiri Kanaya mengambil kopernya dengan paksa membanting koper tersebut hingga terbuka dan isinya berhamburan keluar


Membuat Aryo naik pitam ingin menampar kembali putranya namun El menahan tamparan tersebut dengan tangannya


"Apa kamu belum puas juga udah ngusir kami dari sini" sergah Aryo


"Aku bakal biarin anda keluar dari sini tapi aku gak rela istri tercinta anda ini mengambil barang berharga milik mama saya" terang El menghempaskan tangan Aryo


Ia menumpahkan baju-baju milik Kanaya dari dalam koper yang berserakan di atas lantai

__ADS_1


Bersambung ......


__ADS_2