
Melisa dan Henry meninggalkan kontrakan menaiki sepeda motor milik Henry yang terparkir di luar menuju tempat yang ingin mereka tuju
Tiba di tempat Melisa membeli ponsel mereka pun langsung bertanya kepada karyawan di sana mengenai ponsel tersebut
Mereka berdua pun sangat terkejut mendengar bahwa ternyata ponsel itu seharga 23 juta dan merupakan ponsel keluaran terbaru yang tengah diminati orang banyak
Namun karena harganya lumayan mahal hanya orang tertentu yang dapat membelinya
Keluar dari tempat tersebut keduanya kembali menaiki sepeda motor lalu berlalu dengan kecepatan sedang
"Tu kan Mel apa yang gue bilang ponsel itu harganya mencapai 20 jutaan tebakan gue gak salah kan" seru Henry memulai obrolan
"Iya hen cuma kok bisa ya mbak yang semalam bilang harganya cuma dua juta" tutur Melisa heran
"Tapi kamu di kasih bon nya gak ? tanya Henry
"Ya ampun aku kelupaan kemaren minta bon nya" Melisa memukul kepalanya pelan
"Iis kamu ini gimana sih Mel kok sampe lupa minta bon nya" keluh Henry
"Terus aku harus apa dong ? apa aku balikin lagi ponselnya ? tanya Melisa
"Eh jangan Mel aku rasa ya mungkin ada orang baik yang bayarin ponsel kamu itu" jelas Henry
"Gak mungkin lah hen ada kebetulan kek gitu" timpal Melisa
"Ya kan mana tau kita cuma berandai-andai ya kali aja beneran kalau pun kamu mau balikin harus ada bon nya juga" tutur Henry
Melisa juga berpikir hal yang sama dengan Henry ia memilih tak mengeluarkan suara di balik punggung Henry
Setelah tiba di cafe Henry meminta nomor ponsel Melisa yang baru lalu ia berpamitan kepada Melisa dan juga Siska yang tengah berada di halaman depan cafe
Ia menyalakan mesin sepeda motornya lalu berlalu meninggalkan cafe dan kedua sahabatnya
Melisa pun berlalu ke pantry Setelah punggung Henry yang sudah jauh meninggalkan mereka Siska pun mengikuti langkah Melisa
"Gimana lu udah dapat kerjaan? tanya Siska
"Udah" jawab Melisa singkat menaruh barangnya di lemari
"Kerja dimana ? terus gajinya berapa ? apa bosnya baik juga ? tanya siska penasaran
"Ya ampun Siska tanyanya satu satu dong yang mana harus aku jawab duluan ini" keluh Melisa
"Iya deh Mel maaf aku terlalu bersemangat, kamu dapat kerjaan dimana ? tanya Siska
__ADS_1
"Aku di terima bekerja di perusahaan CSL sebagai office girl" jelas Melisa
"Ooo gitu terus gajinya berapa ? tanya Siska
"Kalau masalah gaji aku belum tau soalnya baru besok di kasih tau" timpal Melisa
Dari arah meja cafe Mira berjalan menuju keduanya yang tengah asik mengobrol tanpa mereka sadari Mira telah ada di dekat mereka
"Eh siska sana layani pembeli udah pada datang tu" seru Mira menepuk pundak Siska sembari menunjuk kearah pembeli
Siska yang kaget karena kehadiran Mira ia pun mengurut dadanya untuk meredakan rasa terkejutnya
"Lu mau gue mati muda ya mir bisa bisa gue kena serangan jantung seharusnya lu kasih aba aba dulu kek kalau mau nyamperin" kesal Siska
"Maaf maaf deh Siska lagian lu ngapain asik ngobrol disini pembeli udah banyak nungguin di luar" seru Mira
Melisa hanya tertawa kecil melihat sahabatnya yang tengah terkejut atas kehadiran Mira yang tiba-tiba
"Udah lu lanjutin aja nyuci piringnya ya Siska, biar gue yang layani pembeli" seru Melisa
"Serius Mel lu mau gantiin gue layani pembeli ? tanya Siska memastikan
"Iya"
Mereka pun kembali bekerja di bagian masing masing Melisa berlalu meninggalkan pantry menghampiri meja pelanggan membawa beberapa buku menu
"Mas mau pesan apa ? ini menunya boleh di liat-liat dulu" menyodorkan buku menu
"Makasih kak"
Melisa kembali menuju ke meja yang lain yang di sana tampak terlihat ada seorang laki-laki dan wanita yang tengah bercengkrama
Saat tiba di meja tersebut ada 2 orang laki-laki lagi yang ikut bergabung di sana
Ia pun menghampiri meja tersebut menyodorkan buku menu yang telah ia bawa
"Silahkan mbak dan masnya mau pesan apa ? menyodorkan menu lalu mengambil buku dan pena untuk mencatat pesanan
"Saya mau ayam geprek satu terus jus orange 1" seru sang wanita
"Terus mas-masnya mau pesan apa ? tanya Melisa ramah
"Kita pesan apa ? tanya salah seorang diantaranya
"Saya pesan kopi pait aja deh mbak gulanya satu sendok terus nasi goreng satu? tutur laki-laki yang berada di hadapan sang wanita
__ADS_1
"Kita berdua pesan minum aja mbak teh esnya 2"
"Baik sudah saya catat pesanannya mohon di tunggu ya mbak dan masnya" tutur Melisa sembari melangkah meninggalkan mereka
Sampai di pantry Melisa meletakkan catatan pesanan di sana dan kembali ke meja lainnya
Setelah makanan yang di pesan telah siap ia pun lalu mengantarkan pesanan berdasarkan menu yang telah di pilih pelanggan
"Ini mbak pesanannya sudah siap saya letakkan disini ya, terus ini punya masnya" seru melisa meninggalkan meja mereka
"Untung dia masih di toilet aku harus segera masukkan ini ke dalam minumannya" batin sang wanita melihat barang yang telah di bawanya
Belum sempat menanyakan pesanan di meja lain Melisa mendengar suara hati sang wanita yang telah ia antar pesanannya melihat wanita tersebut tengah berusaha memasukkan sesuatu ke dalam minuman laki-laki yang ada di hadapannya secara diam-diam
Takut ketahuan sang wanita berusaha mengaduk kopi milik sang laki-laki agar tidak terlihat mencurigakan
Kedua pria yang berada di dekatnya tidak terlalu memperhatikan karena mereka tengah asik memainkan game online di ponsel mereka
"Setelah meminum kopi ini dia bakal jatuh cinta kepadaku dan akan memutuskan hubungan dengan pacarnya" senyum wanita itu licik
Sang laki-laki yang kembali dari toilet memakan nasi gorengnya dengan lahap begitu juga dengan sang wanita yang tidak berhenti menatapnya sembari memakan makanannya
"Dari mana lu bro ? tanya salah seorang laki-laki
"Habis dari kamar mandi kebelet mau buang air kecil" serunya
Tengah sibuk menyantap makanan salah seorang laki-laki yang berada di samping wanita tersebut mengambil kopi milik sang pria lalu meminumnya
"Jangan minum itu" seru sang wanita berusaha mencegah sang pria meminumnya
Ketiga laki-laki tersebut heran melihat wanita yang berusaha menghentikan laki-laki tersebut meminum kopi milik sahabatnya
Namun sayang minuman kopi tersebut sudah di minum hingga ludes dan menyisakan ampas kopinya di dalam gelas
Melisa yang dari kejauhan melihat semua kejadian yang terjadi ia terlambat untuk menggagalkan rencana sang wanita karena di cafe saat ini tengah ramai dengan pelanggan jadi ia sibuk melayani hingga tak menyadari kopi tersebut sudah di minum
"Aarrrggh" teriak Melisa memegang telinganya yang berdengung kencang dan merasa kesakitan lalu pingsan membuat semua buku menu di tangannya berserakan
Semua pelanggan melihat kejadian tersebut berusaha membantu Melisa membawanya ke ruangan khusus pelayan cafe
"Kenapa dengan pelayan cafe itu kok tiba-tiba kayak orang kesakitan gitu sambil pegang telinganya" seru pelanggan
"Apa telinganya tengah kemasukan hewan kecil mungkin" timpalnya
Bersambung ......
__ADS_1