Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 27 Kambuh


__ADS_3

Melisa yang tengah berbaring di atas kasur di ruangan privat cafe membuka matanya melihat Siska yang tengah khawatir tengah memegang tangannya


"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar Mel, gimana ada yang sakit ? tanya Siska


Namun melisa tak menjawab pertanyaan dari Siska ia berusaha bangkit mencari ponselnya yang ada di dalam lemari penyimpanan barang


"Lu mau kemana Mel ? lu habis pingsan pasti tubuh lu masih lemas" tutur Siska mencoba mengikuti langkah Melisa


Melisa mengambil ponselnya lalu memberikan ponsel tersebut kepada Siska


"Aku gak bisa dengar suara kamu siska cuma bisa liat gerak gerik mulut kami jadi kamu ketikkan disini apa yang mau kamu bicarakan denganku" timpal Melisa


Siska mengikuti arahan Melisa yang menyuruhnya untuk mengetik sesuatu di ponselnya


"Kamu kenapa kok bisa tiba-tiba pingsan ? tanya Siska di layar ponsel


"Telinga aku tiba-tiba sakit banget sis karena gak tahan jadi aku pingsan tadi" jelas Melisa


Siska kembali mengetik sesuatu di ponsel


"Apa karena kamu gak berhasil menggagalkan niat jahat orang lain ? tanya Siska


"Iya Siska tadi aku dengar wanita itu pengen memberikan semacam obat yang bisa membuat orang lain jatuh cinta namun untungnya salah sasaran tapi kasian lelaki yang satunya apa mungkin masih bisa kita tolong ya" sesal melisa


Siska mengetik kalimat demi kalimat di ponsel Melisa


"Aku lihat mereka sudah pergi mungkin kamu udah gak bisa bantuin dia" timpal Siska


Tampak raut wajah Melisa yang tengah lesu dia gagal untuk membantu laki-laki tersebut


Siska mengetik kembali "lagian apa masih bisa di percaya dengan obat itu sampe bisa bikin orang lain jatuh cinta udah ketinggalan zaman Mel"


"Aku gak tau sis tapi yang jelas aku gagal untuk membantunya" sendu Melisa


Setelah pelanggan pergi Mira bergegas menghampiri Melisa yang berada di ruang privat


"Gimana kondisi Melisa ? tanya Mira


"Dia baik-baik aja kok cuma butuh istirahat yang cukup karena kelelahan" seru Siska tidak ingin memberitahukan kondisi Melisa yang sebenarnya

__ADS_1


Siska berusaha menyembunyikan hal sebenarnya yang terjadi kepada Melisa karena ia takut terlalu banyak yang mengetahui kemampuan Melisa


"Yaudah kalau gitu lu pulang duluan aja Mel" tutur Mira


"Gak papa kok biar dia baring disini dulu untuk istirahat sembari aku membersihkan meja terus nanti bisa pulang bareng aku aja" timpal Siska


"Iya deh kalau gitu aku ke dapur dulu buat cuci piring" seru Mira


Siska mengangguk dan Melisa juga mengikutinya agar Mira tidak curiga


"Lu tunggu di sini ya istirahat dulu gue mau bersihin meja terus nanti kita pulang bareng" kalimat yang di ketik Siska di layar ponsel Melisa


Melisa mengangguk lalu memejamkan matanya sebentar di sana sembari menunggu Siska


Namun melisa yang jarang istirahat di tempat kerja malah gak nyaman untuk tiduran di sana ia langsung keluar ruangan membantu Siska membersihkan cafe


"Lu ngapain di sini ? tanya Siska namun Melisa tak menjawab


"Gue baru ingat kalau dia lagi gak bisa dengar" keluh Siska


Siska mengetik beberapa kalimat di ponsel miliknya dan memberikan kepada Melisa


"Gak nyaman aku istirahat di sana sis lebih baik aku bantuin kamu agar pekerjaan ini cepat selesai" tutur Melisa


Melisa akan mengalami masalah pada pendengarannya selama seminggu penuh akibat ia tak membantu orang lain ketika ada niatan buruk atau jahat yang mampu ia dengar


Keesokan paginya Melisa sangat gelisah bagaimana caranya ia bisa berkomunikasi dengan orang yang ada di tempat kerja barunya padahal ia harus menjalani masalah pendengaran ini selama satu Minggu penuh


"Duh gimana nih padahal baru dapat kerjaan masa aku harus melewatkan kesempatan ini" batin melisa


Melihat Melisa yang tengah gelisah Siska pun menghampirinya dan seperti biasa ia akan mengetik beberapa kalimat di ponselnya


"Kamu kenapa kok gelisah gitu ? seru Siska


"Gini sis hari ini kan hari pertama aku masuk kerja di perusahaan itu terus gimana aku mau kerja dengan serius sedangkan sekarang aku gak bisa dengar suara orang lain" tutur Melisa


Siska berpikir sejenak lalu mengetik kembali di ponselnya


"Udah kamu tenang aja biar aku yang gantiin kamu selama seminggu penuh di sana aku bakal minta sedikit keringanan buat kamu" timpal Siska

__ADS_1


"Gak bisa lah sis lagian yang kerja di sana aku masak kamu yang gantiin terus aku bakal di pecat dong" keluh Melisa


"Aku yakin mereka pasti bisa memaklumi kalau karyawannya lagi ada musibah apa lagi ini juga bukan di sebut libur tapi di gantikan, sama aja kan kamu maupun aku yang kerja" jelas Siska


Perusahaan SCL sangat heboh dengan kedatangan Nesya untuk menjadi direktur sementara di sana


Apa lagi para kaum Adam melihat kecantikan Nesya yang tidak bisa di tandingi yang memakai pakaian kantoran yang sangat elegan dan bermerek


Nesya berjalan dengan seimbang memperlihatkan sosoknya yang tegas dan tidak mudah untuk ditaklukkan


"Selamat pagi Bu Nesya" sapa manager Budi


"Pagi siapkan ruangan Rapat segera jam 9 kita mengadakan rapat awal" perintah Nesya kepada asistennya


"Baik buk akan segera saya laksanakan" pamit asistennya


"Mari saya antar ke ruangannya buk" seru pak Budi


"Gak perlu pak manager saya bisa sendiri" tutur Nesya meninggalkan Budi


Semua karyawan tengah sibuk mempersiapkan diri mereka atas pertanyaan yang mungkin akan di ajukan oleh direktur sementara


Tepat jam 9 semua karyawan telah duduk di tempat mereka masing-masing menunggu kehadiran Nesya


Suara gaduh di dalam ruangan mendadak hening ketika Nesya memasuki ruangan tersebut dan di dampingi asistennya


"Baik terima kasih kepada semua karyawan yang hadir di dalam rapat kita kali ini saya sebagai direktur sementara disini ingin melakukan beberapa hal dalam seminggu ke depan saya ingin mendengarkan laporan keuangan" tutur Nesya


"Saya sisi yang bekerja di bagian keuangan disini saya membawa buku laporan keuangan satu tahun terakhir" menyodorkan kearah Nesya


"Ada beberapa pengeluaran pokok setiap bulannya dan ada pengeluaran tidak terduga berupa pembelian pasokan yang kurang tidak sesuai dengan perencanaan" jelasnnya panjang lebar


"Laporan ini akan coba saya pelajari kembali nantinya silahkan kembali ke tempat duduk" pinta Nesya


Nesya memberikan isyarat kepada sang asisten menjelaskan perencanaan yang akan mereka lakukan seminggu ke depan


"Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan mengenai proyek baru di Cina menggunakan alat teknologi canggih yang di impor dari negara tetangga dan beberapa kemungkinan kemajuan tersebut dapat di terima di negara kita" terangnya


"Bukannya itu sudah di tarik oleh perusahaan lain takutnya membuat perselisihan antar perusahaan kita dengan lainnya" seru manager Budi

__ADS_1


Bersambung .....


__ADS_2