
Suara gaduh yang berada di ruangan tersebut akibat pembahasan perencanaan proyek baru yang mereka anggap tidak perlu
"Bahkan proyek lama belum kelar" gumamnya
"Iya gimana sih masak soal itu aja gak tau mana mungkin dalam tahap ini kita nambah proyek baru mustahil" serunya
Melihat semua orang berbisik Nesya sangat marah dan memukul meja di ruang rapat membuat mereka semua terdiam
"Cukup semuanya saya disini sebagai direktur sudah membahas beberapa hal ini dengan para pemegang saham jadi masalah proyek lama tetap kita lanjutkan selagi itu masih menguntungkan" jelas Nesya panjang lebar
"Tapi bagaimana dengan perencanaan yang sudah matang ini bisa kita luncurkan" timpalnya
"Kalian semua tenang saja mengenai proyek yang sudah setengah jalan tetap kita tangani kembali namun titik fokus kita sekarang adalah proyek baru" jelas nesya
Semua karyawan mengangguk paham lalu Nesya membubarkan rapat kali ini dengan cepat karena ia akan pergi bertemu klien
Siska yang sudah setengah jam datang di perusahaan CSL ia langsung bertemu dengan atasan OB di perusahaan tersebut
"Kamu office girl baru ya ? tanya jenny
"Iya apa kamu juga office girl baru ? balik bertanya
Jenny mengangguk lalu mereka mengikuti arahan atasannya untuk mengatur tempat kerja mereka Siska mendapatkan pekerjaan di bagian lantai 2
Atasan tersebut tidak menyadari bahwa Melisa telah digantikan oleh Siska karena ia mendaftar melalui HRD
Kedatangan Nesya membuat seluruh kantor heboh untuk menyambut terlihat mereka antusias
"Cantik banget ya dia" seru Siska menatap kagum ke arah Nesya
"Iya dia itu kan direktur baru di sini makanya banyak orang menyambutnya" tutur jenny
"Oh Dia direktur rupanya pantes aja dia cantik banget bak bidadari di tambah pakaiannya bermerek" seru Siska
"Gimana lagi perawatan mukanya aja pasti lumayan mehong terus dia punya style yang bagus juga gak kek kita ini yang punya uang pas-pasan" keluh jenny
"Udah yuk kita lanjut kerja nanti malah di marahin Bu Dita" ajak jenny
"Yaudah Ayuk"
Jam 3 sore Melisa telah siap-siap untuk berangkat kerja namun ia merasa gak enak hati kepada Siska yang harus menggantikan ia bekerja di perusahaan CSL
Ia pun mencoba memberikan pesan kepada Siska jika ia akan segera berangkat ke cafe untuk bekerja
__ADS_1
Namun Siska tidak membalas pesannya
"Mungkin dia lagi sibuk kerja jadi gak sempat bales chat aku" batin Melisa
Ia pun lalu bergegas meninggalkan kontrakannya menuju cafe ia tidak menggunakan alat transfortasi umum ia berangkat agak cepat agar bisa berjalan kaki
Tiba di cafe Melisa menaruh barangnya di tempat biasa lalu menyapu lantai serta mencuci piring
Sebenarnya ia takut jika Mira mengajaknya bicara karena sekarang ia tengah memiliki masalah pendengaran
"Selamat sore mir" sapa Siska
"Eh tumbenan lu datangnya cepat biasanya lu telat Mulu" tutur Mira
"Ya gak papa lah biar gue belajar untuk selalu datang tepat waktu" timpal Siska
"Iya deh serah lu yang jelas sekarang lu jemput stok makanan di gudang soalnya yang di freezer udah habis" seru Mira
"Baik mir terus Melisa udah datang belum ? tanyanya
"Udah tu ada di dapur lagi cuci piring tapi aneh deh dia masak gak nyapa aku pas datang tadi biasanya gak gitu" kesal Mira
"Mungkin dia lagi banyak pikiran wajar gak nyadar kalau kamu ada disini" tutur Siska mencari alasan
"Yaudah aku langsung ke gudang dulu ya mau ambil beberapa stok" pamit Siska
"Untung aja aku masih punya banyak stok alasan yang bisa membuat dia percaya" gumam Siska
Setelah sampai di gudang ia mengambil beberapa stok dan kembali ke ruang dapur menyusunnya di dalam freezer
Melihat kedatangan Sahabatnya melisa menghampirinya membawa minuman yang tengah di buatnya
"Sis ini minum pasti kamu kecapekan, makasih ya udah mau bantuin aku buat gantiin posisi aku sementara" menyodorkan segelas minuman
Siska mengambil pemberian Melisa lalu ia mengetik sesuatu di ponselnya
"Makasih ya minumannya" ucap Siska
"Iya sama-sama jadi gimana apa gak orang yang bertanya tentang kamu kerja di sana ? tanya Melisa
"Gak ada kok Mel" ketik Siska kembali
Seminggu kemudian Melisa sudah kembali seperti sedia kala masalah pendengarannya sudah berkurang
__ADS_1
Hari ini ia berangkat ke kampusnya saat berjalan masuk ke ruangan ia melihat Cika yang asik ngobrol dengan Rangga
Ia langsung duduk di tempat biasanya dan Rangga pun mencoba mendekatinya untuk sekedar menyapa namun Melisa bergegas berdiri menuju toilet ingin menghindari Rangga
"Loh kok Melisa malah pergi padahal aku mau ngajak dia sarapan di kantin" batin Rangga yang dapat di dengar melisa
Melihat Rangga yang tengah menatap kepergian Melisa timbul perasaan sakit hati dan kesal laki-laki yang dicintainya malah melirik orang lain
Cika meremas ujung bajunya dengan kesal ia cemburu terhadap melisa yang selalu menang darinya
"Kali ini aku gak akan biarin kamu mendapatkan dia" batinnya kesal
Dina dan Raisa yang baru datang melihat sahabatnya langsung menghampiri dengan senyum sumringah karena Cika sudah mulai kembali ke kampus
Cika yang melihat Dina dan Raisa mengubah ekspresinya
"Wah Cika akhirnya kamu masuk kampus juga kami kangen banget" seru Dina menghambur memeluk erat tubuh Cika
"Iya di chat gak di bales malah nomor ponsel kamu juga gak aktif" keluh Raisa
Mereka bertiga pun berpelukan melepaskan rasa rindu yang tidak bertemu selama satu Minggu penuh
Rangga yang berjalan menghampiri Cika kembali melihat para sahabatnya yang tengah berpelukan
"Berpelukan... kayak Teletubbies aja" ejek Rangga menyilang kedua tangannya di dada
Dina yang sangat sewot ia pun lantas melemparkan Rangga menggunakan pena yang terdapat di meja Cika
"Ya gak kena kurang beruntung lu Dina hahaha" tawa Rangga renyah berhasil menghindar dari lemparan Dina
Malas untuk ribut Dina kembali fokus kepada Cika mengajaknya sarapan di kantin karena mereka tidak ada jadwal mata kuliah pagi ini
Mereka berjalan sembari mengobrol santai dengan tawa renyah Rangga juga mengikuti mereka dari belakang sudah seperti bodyguard
Tiba di kantin mereka memesan beberapa makanan dan minuman sembari menunggu mereka mengobrol bertanya tentang kabar Cika
Rangga yang fokus bermain ponsel membuat ketiganya merasa jengah sedikitpun Rangga tak ikut nimbrung ngobrol dengan mereka
Melisa yang tengah lapar karena tak sempat sarapan di kontrakan ia pun memilih pergi ke kantin tiba di sana ia melihat Rangga ikut bergabung dengan Cika
Cika yang melihat Melisa tiba di kantin memutar bola matanya tak suka dan Rangga ikut melihatnya sembari tersenyum
Setelah mendapatkan makanan Melisa mencari tempat duduk namun tiba-tiba ada kaki seseorang yang menghambat langkahnya hingga ia terjatuh membuat makanannya berserakan di lantai
__ADS_1
Cika dan sahabatnya tersenyum jahat kepadanya sembari memberi ekspresi merendahkan
Bersambung .....