
Danu memapah Tian yang sudah mabuk parah akibat meminum wine terlalu banyak
"Bukannya bagus kan kalau gue gak minum jadi bisa papah lu buat pulang" kesal Danu menyentil kening Tian
"Gimana mobilnya apa kita tinggal disini aja ? tanya Varel
"Iya mau gimana lagi dia udah mabuk parah mana mungkin bisa bawa mobil" seru El
"Aku yakin deh dia ini lagi ada masalah tapi gak mau cerita sama kita makanya dia minum banyak tadi " timpal Varel
El melemparkan kunci mobil kearah Danu dan langsung di tangkap olehnya
"Bawa mobil dia aja antar ke hotel dekat dekat sini" pinta El
"Ok baikah" jawab Danu singkat memapah Tian masuk kedalam mobil dan berlalu meninggalkan El
"Terus lu mau kemana El ? tanya Varel
"Gue mau kembali ke kantor aja gak mungkin dengan keadaan gue seperti ini pulang ke apartemen" jelas El
"Iya juga sih apalagi mama dan kakak lu ada di sana" timpal Varel
"Yaudah gue duluan ya" pamit El
Varel mengangkat tangannya lalu ia pun kembali ke mobilnya bergegas pulang ingin segera istirahat
Pagi pagi sekali Melisa sudah sampai di perusahaan ia masuk ke dalam ruangan ob lalu membuka jaketnya mengganti pakaian khusus OB
Hari ini ia tidak memiliki jadwal mata kuliah maka dari itu ia datang lebih awal hari ini
Kemarin ia sudah di tugaskan akan membersihkan ruangan CEO yang terdapat di lantai paling atas perusahaan
Keluar dari lift ia segera memasuki ruangan namun sampai di sana ia kaget ada seseorang tengah tidur di atas sofa wajah yang ditutupi lengan tangannya
"Ya ampun hampir saja jantung aku copot, tapi kok bisa ya ada yang berani tidur sih di ruangan ini" gumam Melisa mengelus dadanya
Melisa tak menghiraukan ia langsung masuk ke dalam toilet membawa alat pembersih
Setelah selesai ia menutup kembali pintu toilet dan melirik ke arah lelaki yang masih terlelap dengan posisi yang sama
Melisa bingung apakah ia harus membersihkan ruangan ini sekarang atau nanti tapi ia juga takut di omelin atasannya
"Yaudah deh gue bersihin aja dari pada nanti di marahi bos" seru Melisa merapikan dokumen yang berada di atas meja
Setelahnya Melisa hendak pergi memegang hendle pintu
"Hem mulai besok kamu aja yang bersihin ruangan saya" pinta El yang baru bangun dari tidurnya
"Baik kalau begitu saya pamit dulu pak 'permisi" pamit Melisa yang tidak menoleh takut di bilang lancang
Terukir senyum tipis di bibir milik El yang menatap punggung Melisa
"Duh untung bapak Presdir gak marah karena aku udah lancang memasuki ruangannya" seru Melisa merasa lega
__ADS_1
"Mel kamu dah lama datang nya ya ? tanya jenny menghampiri
"Baru sekitar sejaman lah" jawab Melisa
"Oh ya Mel aku bawa bekel lumayan banyak nanti kita makan di pantry aja ya" ajak jenny
"Ok baiklah" jawab Melisa singkat berjalan beriringan
Sekitar jam 11 siang Melisa sudah beristirahat di ruangannya membersihkan diri dan menuju pantry untuk segera makan siang
Jenny yang baru selesai membersihkan ruangan di lantai 3 menyusul melisa yang sudah berada di pantry membawa bekal yang sudah ia siapkan dari rumah
"Apa pekerjaanmu udah selesai Jen ? tanya Melisa
"Udah kok Mel makanya aku langsung kesini setelah selesai" jawab jenny santai
Ia pun membuka bekalnya dan meminta Melisa makan bersamanya
Melisa mengambil beberapa potong lauk dan nasi yang ia masukan ke dalam piring yang ada di pantry dan melahapnya
"Gimana Mel enak ? tanya jenny
"Mmm enak kok" Melisa menganggukkan kepalanya
"Aku lagi berusaha belajar masak Mel mau kasih bekal nanti sama Andy" jelas jenny tersipu malu
"Dasar kamu Jenny baru juga kenal beberapa kali kamu udah mulai suka aja sama dia" tutur Melisa menyantap makanannya
"Kayaknya aku harus belajar masak makanan kesukaannya dia deh" gumam jenny di dalam hati
Melisa hanya menggelengkan kepalanya mendengar kata hati jenny
Setelah makan siang jenny dan Melisa kembali bekerja di posisi masing - masing Melisa akan membuat minuman yang di minta beberapa karyawan
Ada yang meminta kopi, teh dan cemilan yang tersedia di pantry Melisa membawa beberapa minuman di atas nampan
"Hei kalian dengar gak sih kalau putra dari bapak Aryo bakal memimpin perusahaan ini gak sabar pengen liat dia setiap hari" seru sisi
"Iya aku liat dia kemaren ganteng banget tapi sayang orangnya cuek jarang senyum juga" timpal Nadia
"Aku akan berusaha buat deketin dia supaya aku bakal hidup mewah karena kekayaannya cukup untuk tujuh turunan" semngat sisi
"Pokoknya kita harus dapetin hatinya" seru Nadia kembali
"Bermimpi lah kalian karena yang bakal pantas jadi kekasih Presdir adalah aku" gumam citra senyum meremehkan
Melisa yang mendengar obrolan mereka hanya bisa menggelengkan kepala lalu menghampiri mereka
"Maaf mengganggu Ini minuman yang dipesan tadi semuanya telah saya buat" seru Melisa meletakkan minuman tersebut diatas meja mereka
Bukannya melirik mereka bahkan tidak menanggapi perkataan Melisa malah mereka sibuk kembali melanjutkan obrolan
Jenny yang melihat Melisa yang diacuhkan ia pun menghampirinya dan menarik Melisa untuk pergi dari sana
__ADS_1
Tepat berada di pantry jenny melepaskan tangan Melisa
"Seharusnya kamu tu tadi langsung letakkan saja minumannya lalu pergi gak perlu ada kata basa basi karena mereka tu gak akan pernah menghiraukan kita yang cuma ob ini" terang jenny kesal
"Iya tapi kan takutnya nanti mereka malah mempersulit kita Jen" seru Melisa meletakkan nampan di rak piring
"Ya kalau mereka mempersulit kita tinggal lapor aja sama atasan kita pasti dibantu" jelas jenny
Melisa mengangguk lalu mengambil gelas untuk membasahi kerongkongannya
"Melisa" panggil mbok darti ob yang sudah lama bekerja di sana
"Iya" jawab Melisa menoleh ke sumber suara
"Kamu diminta nganterin kopi ke ruangan Presdir" seru mbok darti
"Saya mbok ? tanya Melisa heran
"Ya iya siapa lagi yang namanya Melisa di sini, udah cepat sana nanti kamu dimarahi presdir pula" terang mbok Darti
Melisa menganggukkan kepalanya setuju ia pun langsung membuat secangkir kopi lalu berpamitan kepada jenny dan mbok Darti
Tiba di depan ruang Presdir Melisa mempersiapkan dirinya bertemu dengan orang yang berada di dalam ruangan tersebut
Tok tok
"Iya masuk" jawab seseorang di dalam ruangan
Tanpa berfikir panjang Melisa masuk ke dalam ruangan mengukir senyum namun senyuman itu tiba-tiba hilang ketika melihat orang yang berada di kursi Presdir
"Ka kamu" kaget Melisa hampir menumpahkan kopi namun untungnya gelas itu sudah berpindah tangan
"Apa kamu kaget melihat aku ada disini ? tanya El meletakkan kopi di atas meja kerjanya
Melisa yang tidak mau bertemu dan menjawab pertanyaan El ia langsung berbalik hendak pergi namun El menghentikannya
"Apa kamu gak butuh kalung ini ? tanya El merogoh benda di dalam saku jasnya
Melisa yang penasaran kalung yang di maksud oleh El ia langsung menoleh kembali dan melihat dengan seksama kalung yang berada di tangan El
"Tunggu kamu dapat kalung itu dari mana ? tanya Melisa
"Gak penting aku menemukannya dimana sekarang aku mau kamu baca kontrak ini dan tanda tangan sekarang juga" perintah El melemparkan dokumen ke atas meja sofa di ruangannya
"Kembalikan dulu kalung itu" tegas Melisa membuka tangannya
"Jika kamu mau kalung ini kamu harus tanda tangan dulu kontrak ini" seru El menunjuk
Melisa yang malas berdebat ia langsung duduk di sofa dan membaca poin-poin yang ada di kontrak
"Aku gak mau tanda tangan" kesal Melisa langsung berdiri menatap el
Bersambung......
__ADS_1