Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 9 Mati Lampu


__ADS_3

Henry mengajak Melisa untuk pulang segera karena hari sudah semakin sore dia melihat kaki Melisa yang tidak memakai alas kaki


"Kok kamu gak pakek alas kaki Mel ? tanya Henry


"Talinya Putus tadi pas di jalan jadi aku buang di tong sampah" jelas Melisa


"Yaudah pakai alas kaki aku dulu nanti kita beli di jalan" seru Henry


"Gak usah hen, gak papa kok aku gak pakek alas kaki lagian di rumah ada cadangan" terang Melisa


Henry tetap saja memberikan alas kakinya kepada Melisa


Mereka pun berjalan menghampiri sepeda motor milik Henry


Setelah sampai di kontrakan Melisa pun turun dari sepeda motor begitu juga dengan Henry


Di teras Henry duduk memainkan ponselnya menunggu Melisa yang sedang membersihkan diri


Selesai dengan kegiatannya Melisa membawa minuman ke teras untuk Henry meletakkannya di atas meja beserta cemilan yang mereka beli tadi


"Minum hen" tawar Melisa


"Makasih iya Mel, apa sekarang kamu udah ngerasa baikan ? tanya Henry


Melisa mengangguk lalu tersenyum ke arah Henry


"Oh ya ponsel kamu kenapa gak aktif sih, aku telpon terus dari tadi tapi gak aktif ? tanya Henry


"Ponsel aku lagi rusak nanti malam aku mau coba perbaiki" jelas Melisa


"Ganti aja yang baru kenapa sih Mel, udah gak jaman sekarang pakek ponsel model begituan udah jadul tau" tutur Henry


"Mau sih ganti cuma ponsel ini barang berharga banget buat aku pemberian ibu" timpal Melisa mengambil ponsel yang ada di sakunya


Henry merampas ponsel tersebut melihat ponsel itu sudah rusak parah seperti habis di banting


"Kalau kek gini mana bisa di perbaiki Mel, tengok udah retak lcd nya kalau pun bagus pasti ada masalah juga itu nantinya udah ganti aja yang baru dan ponsel ini di simpan sebagai kenang kenangan" seru Henry


"Tapi aku belum ada uang kalau mau beli ponsel baru hen" tutur Melisa


"Udah nanti aku aja yang beliin" mengembalikan ponsel Melisa


Di rumah El sangat khawatir dengan Melisa yang tidak dapat ia temukan dari tadi siang

__ADS_1


"Kemana sih kamu Mel, aku udah cariin kamu dimana mana tapi juga gak ketemu" keluh El duduk di sofa ruang tamu


"Hei bro lu baru pulang ? gue udah nungguin lu dari tadi tau" seru Danu


"Emang lu mau ngapain cari gue Danu ? tanya El


"Itu kakak lu bilang dia mau ngajak makan malam keluarga malam besok, dia nelpon tapi gak diangkat makanya dia hubungi gue" terang Danu


"Males gue pergi Danu" tutur El


"Lah kenapa ? udah lama lu gak ke sana masak gak rindu mereka sih" timpal Danu


"Lu pasti tau Danu setiap kali gue pulang ke rumah itu mamah pasti nanyain kapan gue nikah terus berusaha jodohkan sama anak temannya" jelas El


"Hahaha iya wajar lah dia pengen lu nikah ingat umur lu udah 28 tahun El" tawa Danu mengejek


"Umur kita juga sama kali lu bahkan belum juga nikah sampai sekarang" sindir El


"Iya beda lah gue itu cuma anak orang miskin jadi keluarga gue gak maksain buat nikah cepat tapi lu beda karena orang tua lu kaya dia pengen lu nikah cepat agar mereka bisa mewariskan hartanya" terang Danu


"Tanpa harta mereka gue juga bisa hidup dengan normal sekarang Danu" seru El


"Iya tapi sampai kapan lu tetap mau menjauh dari keluarga, cuma karena masalah dulu jangan sampai lu malah membenci mereka" tutur Danu


Danu terdiam saat El menerima telpon dari kolega bisnisnya yang sepertinya membahas hal yang sangat penting


Setelah selesai El menutup telponnya lalu meletakkannya kembali ke dalam saku


"Gue gak tau Melisa dimana sekarang Danu" keluh El


"Kok bisa bukannya semalam lu sama dia ? tanya Danu


"Iya tapi siangnya dia pergi dari rumah ini dengan marah" jelas El menatap sahabatnya


"Dia marah kenapa ? tanya Danu bingung


"Ponselnya aku banting hingga rusak makanya dia marah sama aku Danu" terang El


"Masalahnya apa kok bisa lu banting ponselnya ? tanya balik Danu


"Aku gak sengaja liat pesan dari seorang laki-laki yang menyatakan perasaannya pada Melisa ntah kenapa hatiku merasa sakit saat melihat pesan itu di tambah sepertinya Melisa tak suka dekat-dekat dengan ku" jelas El


"Ya ampun El lu itu udah cemburu berlebihan sekarang malah gue yang bingung sebenarnya lu yang udah tua apa Melisa udah kayak anak remaja yang baru jatuh cinta aja" tutur Danu

__ADS_1


"Gimana lagi Danu gue tiba-tiba aja marah liat pesan itu tanpa sadar aku udah buat dia nangis" seru El


"Lu harus sabar menghadapi sikap cuek Melisa El dia anak yang pekerja keras dan mandiri dalam hidupnya hanya kerja dan kerja sama kayak lu dulu tapi karena keberadaannya lu malah menyukainya" terang Danu


El hanya terdiam mendengar penjelasan yang disampaikan sahabatnya ia berfikir hal yang serupa


"Benar yang di katakan Danu dia pasti sudah banyak mengalami kesulitan dalam hidupnya" batin El


"Gue tidur disini aja ya El males pulang rasanya apalagi hujan kayak gini" seru Danu


"Terserah gue mau mandi dulu udah seharian di luar gak nyaman rasanya" berdiri berjalan menuju kamarnya


"Iya udah gue mau nonton televisi dulu" seru Danu


Hujan turun sangat deras membuat genangan air yang cukup banyak dan orang orang memilih untuk tidak berpergian memilih bersembunyi di balik selimut tebal


Selesai mandi El mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kering dan memakai baju kasual miliknya lalu berbaring dia atas ranjang


"Besok aku harus segera meminta maaf padanya dan mengganti ponselnya yang telah rusak" batin El


Ia menutup matanya ingin segera menuju ke alam mimpi namun tiba-tiba Danu datang ke kamarnya turut ingin tidur di sana


"Lu ngapain disini Danu ? tanya El membuka matanya kembali


"Ya tidur lah masak mau makan" tukasnya


"Iya tau mau tidur tapi gak disini juga dong kamar lain kan masih ada Danu" sergah El


"Gue maunya disini males ke kamar lain" timpal Danu


"Terserah lu dah gue udah ngantuk" tutur El menutup matanya kembali


"El gue mau tanya kenapa ya Kakak Nesya lu itu selalu gak mau balas chat gue dan juga kalau papasan dia malah gak nyapa coba" seru Danu


"Mana gue tau tanya aja ma dia langsung" timpal El


"Lu kan adiknya bisalah lu coba comblang gue sama kakak lu mana tau kami bisa cocok" tutur Danu


"Lu usaha sendiri dong masak lu malah mau minta bantuan adiknya gak gentleman" sindir El


Tiba tiba lampu mati membuat keduanya mencoba mencari penerang diluar hujan sangat deras serta petir yang sangat dahsyat


Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2