Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 11 Ponsel Baru


__ADS_3

Henry melihat Melisa yang tengah memegang paket dari kejauhan ia menghampirinya


"Kamu mesan paket Mel ? tanya henry


"Gak ada mesan kok tapi namanya nama aku, nanti aja deh aku cari orang punyanya sekarang aku mau pergi kuliah dulu takut telat" seru Melisa memasukkan paket tersebut ke dalam tasnya


"Yaudah biar sekalian aku antar" ajak Henry


"Emang kamu gak langsung pergi kerja ? tanya Melisa


"Pergi kok tapi aku pulang dulu ganti baju, jadi biar aku sekalian anterin kamu Mel tunggu sebentar ya aku ambil kunci kos mau antar ke ibu kosnya" tutur Henry


"Baiklah" jawab Melisa singkat


Setelah mengambil kunci ia langsung menghampiri Melisa membawa selimut yang diberikan Melisa semalam


"Ini Mel selimut kamu semalam, makasih ya" ucap Henry


"Iya sama-sama, Siska" panggil Melisa


"Apaan Mel manggil manggil" seru Siska


"Aku berangkat kampus dulu ya bareng Henry, ini juga selimut bawa masuk makasih da" pamit melisa


Melisa memakai plat shoes dan naik ke atas sepeda motor milik Henry


Sampai di rumah Bu kos Henry mematikan mesin sepeda motornya memberikan kunci


"Bu ini kunci kosnya, berapa saya harus bayar untuk tinggal semalam ya ? tanya Henry memberikan kunci


"Gak usah bayar nak lagian cuma satu malam itu pun karena terdesak gak papa lah" timpal Bu kos


"Makasih banyak ya Bu" ucap Henry


"Iya Nak"


"Kalau gitu kami permisi dulu ya Bu" pamit melisa


Bu kos mengangguk lalu mereka pun berangkat menuju kampus Melisa


Di kampus Melisa turun dari sepeda motor dan berpamitan dengan Henry


"Makasih ya hen, udah mau anterin aku" senyum Melisa


"Iya sama-sama Mel yaudah aku duluan ya" pamit Henry


Saat berjalan menuju kampus Melisa melihat Rangga yang tengah menatapnya


Ia tak menghiraukan lalu ia berjalan menuju ruangannya yang berada dilantai 3 namun tiba-tiba ada yang menarik tangannya hampir membuat dia terjatuh


Ikh rintihan Melisa memegang tangan kirinya


"Kami belum selesai dengan kamu ya" sergah Cika

__ADS_1


"Liat ada darah di tangannya Cika" tunjuk Dina


Darah di lengan baju Melisa yang semakin terlihat banyak Cika dan teman-temannya langsung pergi takut Melisa melapor kepada dosen bahwa mereka mengganggunya


Rangga yang tengah bercerita dengan sahabatnya sembari berjalan ke ruangan melihat Melisa tengah menahan sakit dan di lengan bajunya ada bercak darah banyak sekali


"Kamu kenapa Mel ? tanya Rangga


"Luka di tangan ku mulai terbuka lagi" seru Melisa berjalan dengan memegang lengannya


"Kalian duluan aja biar gue antar Melisa ke UKS izin kan gue sama Melisa ya" pinta Rangga


"Ok sip" jawab salah seorang sahabat Rangga


"Ayo Mel biar gue yang anterin kamu ke UKS" ajak Rangga memapah tangan Melisa


Di UKS sudah ada penjaganya yang selalu bergantian dari mahasiswa fakultas kedokteran ia melihat Melisa yang terluka langsung menyuruhnya duduk


"Kamu harus tunggu diluar dulu ya" pintanya


"Baik"


Setelah Rangga keluar ia membuka lengan baju Melisa sebelah kiri untung saja baju Melisa terbilang masih sangat longgar memudahkannya melakukan tindakan untuk menghentikan pendarahan


"Kok bisa kamu terluka parah seperti ini ? tanyanya


"Saya terluka saat ada perampok mencoba menusuk saya dengan pisau tajam Lalu saya menghadangnya dengan lengan kiri" jelas melisa


"Ya ampun pantesan lah lukanya ini dalam terus kok bisa kebuka lagi jahitannya ? tanyanya kembali


"Seharusnya kamu istirahat beberapa hari dari berbagai aktivitas agar lukamu cepat sembuh"


"Makasih ya" ucap Melisa


"Iya oh iya nama kamu siapa ?


"Saya Melisa" menjulurkan tangannya


"Aku Diana semoga kamu cepat sembuh ya aku berharap kita bisa bertemu lagi dan menjadi sahabat" membalas uluran tangan Melisa


"Tentu. terima kasih ya sekali lagi" ucap Melisa turun dari ranjang UKS


"Apa udah mendingan Mel ? tanya Rangga


"Udah kok terima kasih ya udah anterin aku kesini. aku udah baik-baik aja kok kamu boleh kembali keruangan mu" tutur Melisa


"Serius kamu gak apa apa ? tanya nya memastikan


Melisa mengangguk lalu tersenyum kearah Rangga yang juga membalas senyumannya


Ia berjalan menuju tepi jalan raya memanggil taksi untuk pulang ke kontrakannya


Setelah sampai di kontrakan ia melepaskan bajunya yang terkena darah lalu mengganti dengan pakaian rumah dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang

__ADS_1


Ia mengingat pagi tadi ada paket atas namanya yang belum sempat ia tanyakan kepada ibu kos


"Apa mungkin ada orang lain disini yang namanya serupa dengan namaku ya ? batin Melisa


Melisa duduk dan meraih tasnya membuka dan mengambil paket tadi dengan tangan kanannya


Ia berjalan menuju rumah kediaman Bu kos tempat ia tinggal mencoba mencari tahu siapa pemilik paket tersebut


"Permisi Bu" panggil Melisa


"Iya nak Melisa ada apa ? tanya Bu kos


"Numpang tanya Bu apa ada ya anak kos ibu yang namanya sama dengan nama Melisa ? tanya melisa


"Lah gak adalah nak yang namanya Melisa cuma kamu disini" seru Bu kos


"Baiklah kalau gitu Bu terima kasih saya pergi dulu" pamit melisa


Tiba di kontrakannya Melisa membaca kembali resi yang tertera pada paket yang diambilnya tadi pagi


"Jadi ini paket beneran buat aku dong" batin Melisa


Dia membuka paket tersebut dengan menggunakan gunting dan dia kaget melihat paket tersebut berisi ponsel iPhone 13 pro max


"Lah ini ponsel kan harganya mahal banget bisa buat makan aku setahun ini" seru Melisa


El dan Anton memesan beberapa makanan untuk sarapannya pagi ini sembari menunggu El mengecek ponselnya


"Anton apa kamu yakin dia sudah menerima paketnya ? tanya El


"Sudah kok tuan tadi saya udah konfirmasi dengan pengantar paketnya langsung" jelas Anton


"Tapi kok nomornya tidak aktif sampai sekarang ya, apa dia gak buka paketnya ya" seru El


"Kalau itu saya gak tau tuan" tersenyum kearah El


Makanan sudah di hidangkan diatas meja mereka pun langsung menyantapnya hingga tak ada lagi yang tersisa


Selesai menyantap makanan Anton membayar pesanan lalu bergegas menghampiri El yang sudah berlalu meninggalkan restoran


"Kamu pulang naik apa ? tanya El


"Saya naik taksi tadi tuan" jelas Anton


"Mau barengan gak ? ajak El


"Boleh banget tuan" mengikuti langkah El yang menuju ke parkiran mobilnya


Sampai di mobil El memencet tombol untuk membuka mobilnya


Ia langsung saja membuka pintu mobil ingin segera masuk namun ada seorang perempuan yang menyapanya tepat di belakang el


"Hei apa kabar El" sapa nya

__ADS_1


El menghentikan kegiatannya langsung menutup kembali pintu mobilnya dan melihat kearah suara yang memanggilnya


Bersambung .....


__ADS_2