Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 17 Mimpi Henry


__ADS_3

Melisa dan Henry bergegas menyusul Siska yang berada di depan swalayan


"Ya ampun Mel kalau mau pergi-pergi itu bilang dong aku khawatir tau" seru Siska menghampiri Melisa


"Iya maaf lain kali aku bakal bilang kalau mau pergi" tutur Melisa


"Benar tu yang di bilang Siska kalau lu mau kemana-kemana bilang jangan sampe kek tadi" timpal Henry


"Yaudah yuk kita pulang" ajak Siska


"Tunggu bentar ya biar aku telpon supir taksinya" seru Henry


Setelah beberapa menit menunggu taksi pun datang membuka pintu bagian belakang


"Makasih ya hen kami duluan" ucap Melisa masuk kedalam taksi


"Iya kalian hati-hati dah sampai kontrakan jangan lupa ngabarin" pinta Henry


"Sip" Siska mengacungkan jempolnya


Setelah supir melajukan taksinya Henry kembali ke warung nasi untuk mengambil sepeda motornya yang ia parkiran di sana


Ia menghidupkan mesin sepeda motornya dan berlalu meninggalkan tempat tersebut menuju kos kosannya


Setibanya di kontrakan Melisa dan Siska langsung merebahkan tubuhnya di kamar masing-masing untuk segera menuju ke alam mimpi


"Saya nikahkan anda Henry bin Mulyo dengan Melisa Safitri binti Heriyanto dengan mas kawin seperangkat alat sholat cincin mas 2 gram dibayar tunai" seru pak penghulu


"Saya terima nikahnya Melisa Safitri binti Heriyanto dengan mahar tersebut dibayar tunaiiiii" jawab Henry


"Sah sah ? pak penghulu bertanya kepada saksi


"Sah" seru tamu yang hadir


"Alhamdulillah" seru pak penghulu


Terlihat Henry sangat bahagia telah melakukan akad dengan Melisa ia melihat ke arah wajah istrinya yang menggunakan pakaian kebaya putih dan ia memakai kemeja hitam


Melisa tersenyum kearah suaminya yang tengah menatapnya dengan intens


Pak penghulu lalu memulai doa untuk keberkahan pasangan suami istri yang baru melakukan akad


Setelah selesai berdoa pak penghulu meminta Henry memasangkan cincin di jari manis Melisa begitu juga sebaliknya dan Melisa juga harus mencium punggung tangan suaminya


Henry mengambil cincin lalu memasangkannya di jari istrinya lalu Melisa mencium punggung tangan suaminya selanjutnya Melisa yang memasangkan cincin di jari tangan suaminya lalu suaminya memberikan kecupan di puncak kepalanya.

__ADS_1


Semua para tamu undangan tersenyum melihat kebahagian keduanya yang menjadi pengantin baru mereka memberikan selamat bergantian kepada Melisa dan Henry


"Selamat ya semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah" ucap salah seorang tamu


"Terima kasih banyak atas doanya bu" jawab Henry sembari tersenyum


Namun pada saat mereka tengah duduk di pelaminan datang seorang laki-laki membawa 2 orang bocah menghampiri keduanya


"Ibu ibu " panggil 2 orang bocah tersebut menghambur memeluk Melisa


"Sayang kok kalian ada disini ? tanya Melisa


"Beraninya ya kamu nikah bersama pria ini, apa kamu gak ingat kalau kamu udah nikah sama aku dan sudah punya 2 orang anak" marah sang pria menunjuk Henry


"Bukannya kamu belum menikah ya Melisa ? tanya Henry memastikan


"Maaf mas Henry aku memang udah nikah dan ini anak anakku" jelas Melisa


"Apa ? kamu jangan main-main ya kita udah nikah dan disaksikan banyak orang" kaget Henry mendengar penjelasan Melisa


Para tamu melihat kegaduhan yang terjadi menjadi penonton dan berbisik bisik


"Ada apa itu ? tanyanya


"Gak tau tuh kayaknya si perempuan udah punya suami dan anak tapi malah nikah sama dia" serunya


"Maaf ya mas pernikahan kalian belum di katakan sah karena saya dan dia masih menjadi suami istri yang sah di mata hukum dan agama" terang sang pria


Sang pria menarik Melisa dan anak anaknya segera meninggalkan acara tersebut


"Melisa jangan tinggalkan aku" teriak Henry


Henry pun terjatuh dari ranjang tempat tidurnya membuat ia langsung terbangun dan jantungnya berdegup kencang


"Ya ampun untung mimpi" batin Henry mengelus dadanya


Ia pun kembali ke atas ranjang melihat jam dinding masih jam 1 pagi dan melanjutkan kembali tidurnya


Paginya Henry telah bersiap ingin berangkat kerja memakai pakaian yang rapi dan tak lupa ia mengeluarkan sepeda motornya dari ruang depan


Saat tengah sarapan ia malah teringat mimpinya semalam tentang Melisa


"Kok bisa lah ya aku mimpi gituan apa karena aku kebayang terus sama Melisa jadi masuk kemimpi ya" gumam Henry mengunyah sarapannya


Selang beberapa lama ia pun menyelesaikan sarapannya bersiap untuk berangkat ke supermarket dan melajukan sepeda motornya

__ADS_1


Di kontrakan milik Melisa dan Siska mereka sibuk dengan kegiatan di Pagi hari Siska masak di dapur sedangkan Melisa sibuk menyapu lantai kontrakannya


Setelah selesai memasak Siska menaruh makannanya di atas meja makan dan memanggil Melisa untuk ikut sarapan


"Mel ayo sarapan makanannya dah siap ini" ajak Siska memasukkan air minum ke dalam gelas


"Iya Siska bentar lagi ini masih belum selesai" tutur Melisa


"Udah biarkan aja dulu nanti di lanjut setelah sarapan" seru Siska


Melisa pun menyandarkan sapu didinding lalu bergegas ke dapur untuk sarapan Ia duduk di samping Siska yang menyodorkan piring kepadanya


"Ini makan yang banyak lu kan harus ke kampus hari ini" seru Siska


"Iya jam 9 kok masih ada 2 jam lagi aku mau dirumah aja dulu beberes" tutur Melisa


"Yaudah terserah lu aja aku habis ini mau istirahat juga malam tadi kurang tidur gara-gara kamu yang hilang ntah kemana" timpal siska


"Ya maaf sis janji deh lain kali gak gitu lagi" tutur Melisa


"Udah yuk segera makan keburu dingin nasi gorengnya" seru Siska


Mereka pun menyantap nasi goreng dengan lahap menyisakan suara sendok yang begesekan dengan piring


Setelah selesai sarapan Siska masuk kedalam kamar melanjutkan tidurnya sedangkan Melisa membersihkan meja dan mencuci piring kotor


Lalu ia pun kembali ke ruang depan untuk kembali menyapu lantai kontrakannya beserta halaman yang sudah banyak sekali dedaunan yang jatuh


"Tumben nak jam segini masih belum ke kampus ? tanya Bu kos menghampiri


"Hehehe iya buk melisa ke kampus juga kok nanti jam 9" jelas Melisa


"Ooo gitu ibu kira kamu hari ini libur" seru Bu kos


"Gak kok Bu" jawab Melisa singkat


"Yaudah lanjut ya nyapu nya ibu mau ke swalayan dulu" pamit Bu kos


Melisa hanya mengangguk sembari tersenyum menatap kepergian Bu kos dan melanjutkan kembali pekerjaannya


2 jam telah berlalu Melisa sudah berpakaian rapi ingin berangkat ke kampusnya ia berjalan dari kontrakannya menuju jalan raya menunggu bus lewat


Namun sudah beberapa menit ia menunggu tidak ada bus yang lewat ia pun mencoba merogoh dompetnya melihat uang ia miliki


"Gak cukup uangnya kalau mau naik taksi disini pun ojek susah" gumam Melisa menatap isi dompetnya

__ADS_1


Dari arah kanan Melisa terlihat mobil sport bewarna putih berhenti tepat di depannya


Bersambung .....


__ADS_2