Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 23 Tawaran


__ADS_3

Tiba di kediamannya El tersenyum lebar menambah aura ketampanannya membuat sang mama heran melihat putranya


Lidia yang duduk di sofa ruang tamu ikut tersenyum melihat sang putra yang baru pulang dari kantor


El yang melihat sang mama di ruang tamu menghampiri sang mama lalu duduk di sebelahnya


"Seharian kerja bukannya lesu malah kelihatan senang kayaknya tu" seru Lidia


"Iya dong ma anak mama ini harus selalu semangat setiap harinya" tutur El


"Jadi gimana apa kamu bakal ambil alih perusahan atau mau tetap lanjut kerja yang sekarang ? tanya Lidia


"Aku belum ambil keputusan lagi ma apa lagi sekarang aku sedang menangani kasus besar ma gak bisa langsung mundur ditengah jalan" terang El


"Terus gimana dong nasib perusahaan kakek siapa yang bakal gantiin posisi papa kamu untuk mengurusinya" timpal Lidia


"Aku bakal bicara dulu ma sama Kak Nesya apa dia berminat mau ngurus perusahaan kakek yang tengah naik sekarang ini" jelas El


"Tapi El kayaknya kakak kamu belum mampu mimpin perusahaan itu apa lagi dulu dia pernah bilang ingin merintis dari awal pasti dia bakal nolak" terang Lidia


"Iya ma tapi kita memang perlu bicara dulu dengan kak Nesya mana tau dia mau mimpin dan mengurus perusahaan kakek" timpal El


"Yaudah mama ngikut kalian berdua aja yang jelas perusahaan itu harus tetap jalan siapa pun pemimpinnya mama harap bisa memajukannya" seru Lidia


"Makan yuk ma El udah lapar banget nih lupa makan siang" ajak El


"Ih dasar anakku yang gila kerja bahkan makan siang pun gak sempat udah cari istri aja sana biar bisa diingetin makan kalau perlu dibawakan makanannya" seri Lidia memukul pelan putranya


"Aduh ma jangan pukul El dong udah capek badan ini masak di tambah lagi sama pukulan mama" keluh El


"Iya lah kalau anaknya kek kamu ini selalu aja bikin Mama geram" mencubit lengan El


"Tu kan ditambah lagi" kesal El


El pun berdiri memeluk lengan sang mama berusaha mengajak sang mama untuk makan malam


Nesya menuruni anak tangga menuju meja makan yang sudah di tempati oleh mama dan adiknya


"Wah udah pulang lu El tumben gak pulang larut malam" seru Nesya menarik kursinya

__ADS_1


"Ngapain pulang lama kalau bisa pulang cepat" tutur El yang tidak menengok kearah kakaknya


"Ih dasar jawabnya santai aja dong jangan ngegas lagian juga kan lu habis dari perusahaan jadi gimana nyaman gak di sana ? tanya Nesya


"Lumayan cuma itu karena udah lama gak kerja di bagian perusahaan jadi harus baca beberapa kali dokumennya" jelas El


"Itu makanya seharusnya lu dulu lanjut kuliah jurusan manajemen atau akutansi bukan malah belok ke pengacara jadi kek gini kamu kan tau keluarga kita rata-rata pekerja kantoran" terang Nesya


"Terus menurut kak aku gak boleh gitu pilih profesi yang aku inginkan dan harus ngikut jejak keluarga kita" timpal El


"Bukan gitu hanya saja kan keluarga kita dominan pekerja kantoran cuma lu doang yang jadi pengacara ya walaupun lu sukses karena itu" seru Nesya


"Hus udah ngapain ngobrol sambil makan nanti tersedak baru tau rasa lanjut ngobrol nanti aja" tutur Lidia menengahi


Tidak ada keluar lagi suara lain selain suara sendok yang beradu dengan piring mereka menyantap makanan dengan sangat lahap


Setelah selesai makan El pergi ke kamar membersihkan tubuhnya yang terasa lengket lalu memakai baju kaos santai


Ia pun kembali turun keruang tamu ingin berbicara serius dengan sang kakak


"Gimana pekerjaanmu sayang ? tanya Lidia


El menghampiri mama dan kakaknya yang berada di ruang tamu ia langsung duduk di sebelah kakaknya


"Kak sekarang perusahaan kakek lagi gak ada pimpinan semenjak papa mengajukan surat pengunduran diri, apa Kakak mau menggantikan posisi papa ? tanya El


"Loh kok aku sih El mendingan itu kamu yang jadi pimpinan apa lagi kamu satu satunya laki-laki dari keluarga kita jadi lebih baik kamu yang ngurus perusahaan" tolak Nesya


"Apaan sih kak latar belakang aku itu sebagai pengacara bukan pengusaha mana mungkin aku bisa menjalankan bisnis kakek" jelas El


"Kalau menurut mama sih yang lebih cocok itu kamu nesya udah sejalan dengan pekerjaanmu saat ini kalau El dia bahkan gak pernah bekerja di bidang itu" terang Lidia


"Tapi ma Nesya belum siap buat mimpin perusahaan kakek di tambah lagi Nesya masih merintis bisnis dari awal" seru Nesya


"Gini aja deh kak dalam seminggu penuh ini kakak coba menjalankan bisnis kakek dulu kalau kak merasa cocok dan nyaman kerja di sana jadi kak yang jadi pimpinan di perusahaan gimana ? tanya El


Nesya berfikir sejenak atas usulan dari El yang menurutnya masuk akal


"Yaudah deh aku setuju cuma sampe seminggu penuh ya gak lebih dari itu" jelas Nesya

__ADS_1


El mengangguk sembari tersenyum begitu juga dengan Lidia yang setuju dengan keputusan putrinya


Setelah selesai berbincang mereka bertiga pun naik ke lantai atas menuju kamar mereka masing-masing


Jam 10 malam Melisa dan siska masih sibuk dengan pekerjaannya membersihkan meja serta piring kotor yang lumayan banyak


Hari ini banyak pembeli yang berdatangan sehingga banyak sekali cucian menumpuk dan mereka terpaksa pulang lambat


Selesai dengan pekerjaannya mereka pun mengambil tas di pantry lalu bergegas meninggalkan cafe


Di luar cafe Melisa melihat kearah jalanan yang sudah sangat sepi sangat susah untuk mendapatkan alat transfortasi umum


Sudah sekitar setengah jam mereka berdua menunggu namun tidak ada sama sekali yang lewat


Keduanya pun memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri trotoar sembari melihat ojek maupun taksi yang lewat


"Itu lah malasnya pulang lama jadi sepi banget jalanan gak ada taksi maupun ojek" seru Siska sembari berjalan iringan dengan Melisa


"Iya udah jam setengah 11 malam mana mungkin ada yang lewat lagi terpaksa lah kita jalan" tutur Melisa


Jalanan yang sudah sangat sepi membuat Siska yang sangat penakut akan hal hal mistis membuat ia memegang lengan Melisa kuat kuat


"Sis kamu ngapain sih pegang lengan aku kenceng banget" seru Melisa


"Aku takut banget Mel mana tau malam gelap kek gini ada hantu gentayangan terus ngejar kita" tutur Siska


"Hahaha hantu apaan palingan juga ketakutan kamu yang buat dia jadi tampak nyata sebenarnya itu cuma pikiran kamu doang tau" timpal melisa tertawa


"Serius Mel kemarin aku liat Lo ada bayangan hitam gitu gak mungkin kan tiba tiba nongol pas aku keluar dari kamar mandi posisinya aku lagi gak takut waktu itu" jelas Siska


"Terserah kamu deh kalau gak mau percaya tapi lepasin dulu tangan ku" seru Melisa berusaha melepaskan pagutan Siska


Banyaknya genangan air hujan yang ada di sekitar jalanan membuat suasana malam yang sejuk


Tiba-tiba melintas sebuah mobil bewarna putih dengan kecepatan tinggi membuat genangan air tersebut mengenai baju mereka


"Ih dasar tu orang ya gak liat apa kita ada disini jadi basah ini baju" seru Siska emosi memegang bajunya


Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2