
Danu mencoba meredakan batuknya dengan meminum minumannya
"Apa Lo bilang barusan el ? gue gak salah dengar kan" seru Danu
"Iya lu gak salah dengar kok, gue ngajak lu pergi gak salah kan" tutur El
"Gue gak mau ikut lah El takut jumpa sama calon mertua belum siap ditanyain hahaha" tawa Danu
"Lu pikir mama gue pengen lu jadi mantunya mikir mikir juga kali" sindir El
"Dasar lu sahabat gak mendukung sama sekali" kesal Danu
"Udah cepat selesai makan kita langsung berangkat ke sana" ajak El sembari berjalan meninggalkan meja makan
"Lu gak makan dulu ? tanya Danu
"Gak deh nanti aja pas di sana makannya" berlalu menuju kamarnya
Danu segera selesai makan dan bergegas mengikuti El untuk mengganti pakaiannya
"Gue pinjam jas lu ya satu" seru Danu
"Ambil aja di lemari ujung pilih mana yang lu suka" timpal El
"Gue cuci dulu nanti gue kembalikan ya" jelas Danu
"Gak usah di kembalikan buat lu aja jasnya" tutur El
"Serius lu El ini buat gue ? memegang jas yang ia kenakan
El mengangguk lalu memakai jam tangannya dan tak lupa ia membawa dompet yang ia masukkan ke dalam saku celana
Setengah jam kemudian mereka telah berpakaian rapi menggunakan jas bermerek
Di parkiran El memilih memakai mobil sport hitamnya menghidupkan mesin mobil dan Danu ikut masuk kedalamnya
Mereka pun berangkat melajukan mobilnya ke kediaman utama milik keluarga Sebastian
Sesampainya di sana El memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah utama milik keluarganya berjalan beriringan dengan Danu
"Bro serius ini gue boleh ikut ke pertemuan keluarga lu ? tanya Danu
"Ya boleh lah gue kan anggota keluarga Sebastian juga berarti gue bisa undang siapa aja" jelas El
Mereka pun lalu berjalan menuju ruang tamu keluarga Sebastian yang sudah banyak sekali berkumpul para anggota keluarga Sebastian
Semua keluarga yang asik mengobrol melihat kedatangan El mereka pun menyambut dengan senyuman
"Akhirnya kamu datang juga nak" seru Lidia mamanya El menghampiri
"Iya bagaimana keadaan mama ? tanya El sembari menyalami mamanya
__ADS_1
"Alhamdulillah sayang mama baik-baik aja" senyum Lidia memberikan kecupan di kening El
"Oh ya ma kenalkan ini teman El namanya Danu" seru El menatap Danu
Danu langsung menyalami Lidia sembari tersenyum
"Danu Tante" tutur Danu
"Oh nak Danu ini kan dokter yang menangani perawatan jantung mama tentu sudah kenal banget setiap hari malah ketemunya" timpal Lidia
"Benar Tante" Danu pun tersenyum
Dari arah belakang mereka Nesya membawa beberapa minuman dan makanan menaruhnya di atas meja
"Dasar ya kamu El Kakak telpon kamu kok malah gak diangkat" seru Nesya menjewer telinga El
"Kak jangan mulai deh lepasin telinga aku sekarang juga atau kak mau aku pulang lagi nih" kesal El
"Iss dasar pakek ngambek segala" timpal Nesya
Danu yang melihat Nesya tersenyum dengan malu-malu salah tingkah berada dekat dengannya
"Udah gak usah berantem lebih baik sekarang kita ke meja makan pasti semua orang udah lapar" seru Lidia
Semua anggota keluarga menuju ke ruang makan untuk segera menyantap makanan yang telah di sediakan
Setelah duduk di kursi masing-masing mereka langsung menyantap makanan dengan lahap
Saat tengah asik menyantap makanan Aryo datang menghampiri mereka duduk di kursi yang masih kosong mereka terkejut dan menghentikan kegiatannya
"Papa mau diambilkan apa biar mama ambilkan" tutur Lidia tersenyum
"Gak usah saya bisa ambil sendiri makan saja makananmu" sergah Aryo
Lidia kembali duduk dengan wajah datarnya melihat mamanya yang di bentak Aryo El pun berdiri membuat semua orang menatapnya
"Apa anda gak puas selama saya gak ada disini membiarkan perlakuan anda terhadap mama saya seperti itu" seru El
"Sayang udah duduk mama gak apa apa kok" jelas Lidia menarik tangan anaknya
"Gak ma cukup selama ini saya mengalah terhadap sikap dia, kali ini aku gak akan biarkan dia melakukan itu tepat dihadapan aku sekarang ma" timpal El
Aryo menggebrak meja makan membuat gelas yang ada didekatnya jatuh dan membuat kericuhan semua keluarga langsung berdiri menjauh dari meja makan
"Kenapa kamu gak suka dengan sikap saya ? tanya Aryo
"Bagaimana menurut anda apa saya akan suka melihat bentakan yang anda keluarkan tadi terhadap mama saya, mungkin kalau terhadap istri ke dua anda sikap anda berbeda" seru El mengejek
"Kamu ya dasar anak kurang ajar beraninya kamu melawan saya" sergah Aryo
"El cukup kamu gak liat mama udah nangis sampe segitunya" jelas Nesya memegang tangan El
__ADS_1
"Karena ini lah kak aku gak mau tinggal dirumah yang mewah ini dan memilih hidup mandiri kak tau bahkan untuk menginjakkan kaki ku disini sudah terasa masuk penjara" amarah El
Danu yang berada di belakang El merasa heran terhadap sikap aryo terhadap istrinya ia hanya berdiam diri tanpa mengeluarkan suara begitu juga dengan yang lainnya
Lidia menangis tersedu-sedu memeluk putranya yang sedang perang mulut dengan suaminya
Drik drik suara ponsel siska berbunyi menandakan ada panggilan telpon dari seseorang
Ia dari dapur pun bergegas mengangkat ponselnya sembari memegang sendok yang ia gunakan untuk menggoreng ikan
"Siapa sih yang nelpon" gumam Siska melihat layar ponselnya melihat siapa yang menelpon
Ternyata yang menelponnya adalah Henry ia pun mengangkatnya
"Henry lu ngapain sih nelpon gue ? tanya Siska
"Aku mau ajak kalian berdua makan di luar mau gak ? ajak Henry
"Gak lah lain kali aja gue lagi masak ikan ini" seru Siska
Di dalam kamar Melisa mencium bau gosong dari arah dapur ia keluar dari kamar melihat Siska sedang menelpon
"Sis bau gosong apaan ini ? tanya Melisa
"Ya ampun goreng ikan ku" Siska berlari meninggalkan ponselnya di meja
Tiba di dapur Siska melihat goreng ikannya telah gosong di dalam kuali ia cepat cepat mematikan kompornya
"Yah gosong ikannya Mel gimana dong ? tanya Siska menghampiri Melisa
"Yaudah kita makan diluar aja yok sis" ajak Melisa
Siska pun kembali melihat ponselnya panggilan telepon dirinya dan Henry belum di putuskan
"Halo Henry"
"Iya ada apa sis, apa kamu berubah pikiran mau makan di luar ? tanya Henry
"Iya ini pun gara gara kamu tau ikan ku jadi gosong yaudah aku matikan ya kami mau siap siap dulu" tutur siska
"Hahaha itu kan karena lu sok menolak tadi makanya ikan lu gosong" tawa Henry
"Yaudah ya kita ketemu di tempat biasa aja kami tunggu" seru Siska mematikan ponselnya
"Siapa yang lagi teleponan sama kamu sis ? tanya Melisa
"Tadi Henry menelpon ngajak makan di luar terus aku gak ingat kalaw aku lagi goreng ikan jadi ya gosong ikannya" keluh siska
"Hahaha iya pantes lah gosong ditinggal gitu aja untung aja gak sampe wajan yang kebakar" tawa Melisa
"Yaudah sana siap-siap kita makan di luar tempat biasa" perintah Siska
__ADS_1
"Iya iya" Melisa kembali ke kamarnya untuk segera bersiap
Bersambung .......