Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 21 Diancam


__ADS_3

Dina kembali ke tempat duduknya dengan ekspresi kesal terhadap sikap Melisa


"Kayaknya gue harus kasih dia pelajaran kali ini" batin Dina melihat ke arah Melisa


Melisa yang duduk diam di tempatnya dengan tenang tidak menghiraukan yang dikatakan dina


Setelah jam perkuliahan selesai Melisa bergegas untuk segera pulang memasukkan semua bukunya kedalam tas


Dina menghampiri tempat duduk Melisa beserta dengan teman-temannya ingin memberikan pelajaran kepada melisa


"Kalian mau apa ? tanya Melisa melihat mereka


Brak Dina memukul meja dengan sangat keras membuat semua mahasiswa lain melihat kearah mereka


"Lu masih nanya kami mau apa, asal lu tau ya kami udah lama banget benci liat lu yang sok pintar dan juga menjadi pusat perhatian semua orang" seru Dina


"Benar dasar perempuan gak tau diri masih untung bisa kuliah di sini itu pun karena beasiswa hahaha" tawa mereka mengejek


"Memangnya kenapa kalau saya dapat beasiswa apa masalah buat kalian ? tanya Melisa


"Iya masalah lah semenjak lu disini Rangga gak mau lagi ikut gabung sama kita" seru Dina


"Aku gak pernah minta tuh Rangga buat dekat sama aku apalagi nyuruh buat jauhin kalian" jelas Melisa


"Tapi lu gak tau kan kalau Cika suka sama Rangga dari dulu tapi karena lu dia jadi menjauh membuat Cika patah hati lalu sampe sekarang dia gak masuk kuliah" terang Dina


"Apa Cika suka Rangga ? tanya Melisa


"Ya iyalah dasar cewek udik" seru Dina


Mereka pun menyiram Melisa dengan beberapa minuman yang telah mereka bawa membuat Melisa berdiri dan melihat bajunya yang telah basah


"Ingat ya mulai sekarang jauhi Rangga jangan sampe lu dekat dengan dia lagi atau kita semua bakal lakuin hal yang lebih dari pada ini" seru Reisa


Mereka pun lalu meninggalkan Melisa dengan keadaan Melisa yang sudah basah kuyup terkena air minuman


Rangga dan teman- temannya yang melihat Melisa dari kejauhan tengah mengibas bajunya


"Loh Mel kok bisa baju kamu basah ? tanya Rangga


"Tadi gue liat kayaknya Dina deh yang nyiram Melisa dengan minumannya" seru Kevin


"Apa benar yang dikatakan Kevin Mel ? tanya Rangga


Melisa hanya mengangguk lalu bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya


Untung saja ia selalu membawa baju lain saat pergi ke kampus agar mempermudahnya untuk langsung berangkat kerja

__ADS_1


Setelah mengganti pakaian Melisa keluar dari kamar mandi menuju ruangannya terlihat di sana Rangga dan Kevin masih menunggunya


"Loh kalian gak pulang ? tanya Melisa


"Gak Mel kami mau nunggu kamu dulu ganti baju sekalian biar kami antar pulang" seru Rangga


"Eh gak usah aku bisa pulang naik ojek atau bus kok" Melisa menolak ajakan Rangga


"Iya Mel pulang bareng kami aja biar kamu gak digangguin lagi sama mereka" jelas Kevin


"Tapi...." seru Melisa


"Gak ada tapi-tapi kamu harus pulang bareng kami yaudah yuk kita pulang" ajak Rangga menarik tangan melisa


Melisa yang tangannya di tarik langsung mengambil tas yang ada di atas mejanya berusaha mengikuti langkah keduanya


Tiba di parkiran Kevin masuk ke dalam mobilnya dan menghidupkan mesin segera menuju ke arah Rangga


Melisa dan Rangga lalu masuk kedalam mobil milik Kevin yang terparkir tidak jauh dari mereka


Rangga duduk di sebelah Kevin dan Melisa duduk di kursi penumpang menutup pintu mobil dengan perlahan


"Kamu mau pulang atau mau kemana dulu Mel ? tanya Kevin


"Antar pulang ke rumah aja Vin mau istirahat dulu" tutur Melisa


"Kamu lagi chetan sama siapa? kok senyum senyum gak jelas gitu" seru Kevin


"Ini kemaren aku coba hubungi Cika rupanya nomor ponselnya masih yang lama terus aku chat dia katanya sih dia bakal masuk kuliah lagi tapi mungkin baru Minggu depan" jelas Rangga


"Ooo gitu terus dia bilang apa lagi ? tanya Kevin penasaran


"Ih kamu kepo amat sih aku aja baru dapat chat dia kemarin belum sempat nanya banyak" timpal rangga


"Jadi sekarang Cika udah bisa dihubungi ? tanya Melisa


"Iya Mel"


Lalu mereka pun menghentikan obrolan setelah sampai di kontrakan milik Melisa


Melisa pun membuka pintu mobil dan bergegas turun menarik tasnya kemudian menutup pintu mobil kembali


"Makasih ya Kevin Rangga udah mau nganterin pulang" ucap Melisa


"Iya sama-sama Mel sampai jumpa besok ya" seru Kevin


Kevin melajukan mobilnya secara perlahan meninggalkan kontrakan Melisa

__ADS_1


Melisa berjalan menuju kontrakannya setelah sampai ia membuka pintu lalu menutupnya kembali menuju kamarnya untuk beristirahat


Jam telah menunjukkan pukul 5 sore semua karyawan yang ada di kantor masih sibuk dengan pekerjaannya


Begitu juga dengan El ia malah melewatkan makan siangnya bahkan makan siang yang di beli oleh pak Budi tidak ia makan karena sibuk dengan pekerjaannya


"Huh lumayan menguras tenaga" keluh El memperhatikan jam di tangannya


Ia pun lalu bangkit merapikan dokumen di atas meja lalu ia juga merapikan pakaiannya untuk segera pulang


Setelah keluar dari ruangannya semua mata tertuju menatapnya terutama para karyawati yang sangat suka melihat sosok lelaki sempurna


Postur tubuh yang atletis wajah tampan hidung mancung warna kulitnya yang putih serta tinggi badannya diatas rata-rata


Siapa pun yang melihatnya akan tertarik dan memuji ketampanannya ditambah pakaian branded yang dipakainya yang tak kalah menambah tampilannya


"Andai dia jodohku pasti aku bakal menjadi wanita yang sangat beruntung" gumam citra


"Hahaha mimpi itu di malam hari bukannya di siang bolong begini" ejek sisi


"Ya kan lagi berharap mana tau di amin kan sama Allah terus aku beneran di kasih jodoh kayak gitu" seru citra bersemangat


Nadia dan sisi hanya menggeleng mendengar ucapan sahabatnya yang gak masuk akal


El berjalan sembari menatap ponselnya membalas satu persatu pesan masuk dari asistennya


"Pak" sapa karyawan yang melewatinya


Ia hanya mengangguk menanggapi sapaan para karyawan yang ada di kantor tersebut


"Mau pulang ya pak ? tanya manager Budi


"Iya saya mau pulang" tutur El


"Mari pak saya antar sampai ke parkiran" ajak manager Budi


Setelah sampai di parkiran El pamit kepada manager Budi dan masuk ke dalam mobil pribadinya


Pak Budi mengangguk lalu tersenyum ke arah El yang telah berlalu meninggalkan kantor


Terlihat sebagian karyawan telah menuju ke parkiran untuk pulang kerumah mereka ada pula yang masih setia menatap layar komputernya


Perusahaan milik keluarga Sebastian sangat terkenal dan begitu sukses semenjak Aryo yang menjalankan perusahaan tersebut


Perusahaan yang sangat banyak di segani oleh kolega bisnisnya dan merupakan perusahaan yang menjalankan bisnis saham


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2