Gadis Spesial Pembawa Takdir

Gadis Spesial Pembawa Takdir
Bab 12 Paper Bag


__ADS_3

El mengingat ingat siapa perempuan yang tengah memanggilnya


"Kamu siapa ya ? tanya El


"Lah kamu gak ingat aku El kita kan pernah satu kelas waktu SMA masa kamu gak ingat aku" jelasnya


"Aku gak ingat siapa kamu apa lagi masa SMA sudah lama banget mana mungkin aku ingat orangnya satu persatu" terang El


"Aku Lisa yang sering duduk di bangku seberang kamu dijuluki si pintar" jelas Lisa kembali


"Maaf ya tapi aku gak ingat sama sekali sama kamu" timpal El


Melihat keduanya ngobrol Anton menghampiri keduanya


"Tuan apa udah selesai ngobrol ya ? tanya Anton


"Anton kan ? tanya Lisa


"Iya wah Lisa gak nyangka itu kamu udah lama banget kita gak ketemu, apa pekerjaanmu sekarang ? tanya Anton


"Aku kerja di perusahaan city bagian admin" terang Lisa


"Wah hebat dong kamu Lis bisa masuk ke perusahaan itu" timpal Anton


"Kamu kenal dengan dia Anton ? tanya El


"Kenal lah dia kan teman satu kelas kelas kita dulu di SMA" jawabnya menjelaskan


"Tapi aku gak ingat sama sekali, kalian lanjut ngobrol aja ya Anto aku tunggu di mobil" pamit El menuju mobilnya


"Lu kerja sama El ? tanya Lisa


"Iya aku sekarang jadi asistennya, maaf ya bos aku memang kayak gitu dia jarang bisa mengingat teman lama waktu SMA" jelas Anton


"Iya gak apa apa kok lagian dulu dia orangnya cuek banget sampe sampe males dekat sama banyak orang" timpal Lisa


"Yaudah ya lis lain kali kita lanjut lagi ngobrolnya ya aku pergi duluan ada kerjaan lagi" pamit Anton sembari berjalan menuju mobil


Lisa mengangguk lalu menuju ke restoran tempat Anton dan El sarapan tadi


Anton duduk disampingnya El menutup pintu mobil dan memakai setbel


El menghidupkan mesin mobil langsung melajukan dengan kecepatan sedang


"Tuan gak ingat dia apa ? tanya Anton


"Kamu tau kan alumni SMA kita banyak banget mana mungkin aku bisa hafal semuanya" jelas El


"Iya juga sih tapi aneh juga lu gak bisa ingat teman satu kelas" timpal Anton


Setelah mengendarai mobil selama setengah jam El menghentikan mobilnya di rumah Anton


"Makasih ya Tuan udah antar saya" ucap Anton

__ADS_1


"Iya" jawab El singkat setelah Anton turun ia pun langsung melajukan kembali mobilnya


"Aku harus datang kerumahnya sekarang" tutur El


Sekitar satu jam ia telah sampai dikontrakkan Melisa namun ia memilih tak turun menunggu Melisa keluar dari kontrakannya


Namun sudah beberapa menit menunggu ia tak melihat juga sosok yang dicarinya keluar dari kontrakan


"Apa dia pergi ke kampus ya ? tapi gak mungkin tangannya kan masih sakit pasti dia istirahat" seru El


Karena sudah bosan menunggu El turun dari mobil menutup pintu mobil berjalan menghampiri kontrakan milik Melisa


Di sana ia mencoba mengetok pintu rumah kontrakan tapi tak ada jawaban dari sang pemilik


Bu kos yang tak sengaja lewat di depan kontrakan Melisa melihat seorang laki laki yang menggedor pintu kontrakan melisa


"Mas cari siapa ya ? tanya Bu kos


"Saya mau cari Melisa Bu apa dia ada di rumah ? tanya El melihat kearah bu kos


"Sepertinya sih dia ada dirumah beberapa menit yang lalu ia datang menemui ibu tapi gak tau apa dia balik kesini apa pergi lagi" terang Bu kos


"Baiklah Bu makasih ya saya boleh titip barang untuk Melisa Bu ? tanya El memberikan paper bag


"Boleh nak" mengambil paper bag tersebut


"Kalau gitu saya permisi dulu Bu" pamit El melangkah pergi meninggalkan kontrakan berlalu menuju mobil miliknya


Ibu kos mencoba mengetuk pintu kontrakan Melisa berharap ada orang di dalamnya


"Nak Melisa apa ada di dalam ? panggil Bu kos


Siska membuka pintu kontrakannya melihat Bu kos yang tengah menunggu di depan pintu


"Ada apa ya Bu ? tanya Siska


"Ternyata kamu belum berangkat kerja ibu kira gak ada orangnya didalam" timpal Bu kos


"Tadi aku lagi tidur siang Bu jadi gak dengar kalaw ada tamu apa ibu udah lama disini ? tanya Siska


"Gak kok cuma tadi ada seorang laki-laki yang menggedor pintu tapi gak ada sahutan dari dalam jadi dia udah pergi dan menitip ini untuk Melisa" menyodorkan paper bag


"Untuk Melisa Bu ? tanya Siska memastikan


"Iya nak katanya untuk Melisa tolong kasih sama dia ya" berjalan pergi


"Baik buk" mengambil paper bag dan menutup kembali pintu kontrakannya


"Siapa sih yang ngantar paper bag ini ? gak mungkin kan Henry yang antar" batin Siska melihat paper bag tersebut


"Mel Mel" panggil Siska menuju dapur


"Apa sih Siska panggil panggil ? tanya Melisa

__ADS_1


"Kamu gak dengar ya ada yang panggil kamu di depan ? tanya Siska balik


"Gak dengar lah aku kan lagi dengar musik pakek earphone" berbaring di atas ranjang memegang buku


"Pantesan lah kamu gak dengar mel, gara gara kamu tau tidur siang ku jadi ke ganggu" kesal Siska


"Emangnya siapa yang nyari aku ? tanya melisa


"Gak tau kata Bu kos ada laki-laki tadi di depan dia nitip paper bag ini sama Bu kos katanya buat kamu ini ambil" menyodorkan paper bag


"Apaan isinya sis ? mengambil paper bag


"Mana gue tau Mel buka aja sendiri" membaringkan tubuhnya di samping Melisa


"Ini kan obat yang diresepkan dokter semalam" seru Melisa heran


"Bagus dong kamu dapat obatnya biar lukamu cepat sembuh" tutur Siska


"Apa jangan jangan El yang antar kesini ya" batin melisa


"Sini biar gue yang liat barang yang lain lu lambat amat bukanya" seru Siska mengeluarkan beberapa barang dari paper bag


Siska terkejut banyak sekali makanan yang ada di dalam paper bag dan terlihat sangat menggugah selera


"Wah Mel ini sih surganya makanan liat ada label restorannya pasti enak banget ini" tutur Siska


"Ya udah makan aja semuanya sis, dari pada aku buang nanti malah mubazir" timpal Melisa mendorong siska


"Serius ini buat gue Mel, gak nyesel kan ? tanya siska


"Iya gak lah dah sana bawa semuanya" mengusir Siska dari kamarnya


"Yaudah thank ya mel"


Setelah kepergian Siska ia berdiri lalu menutup pintu kamarnya melanjutkan kegiatan sebelumnya


"Apa ponsel itu dia juga yang ngirim ya ? jika benar aku harus segera kembalikan nanti jika bertemu" batin Melisa kesal


Malam hari El sampai di rumahnya membersihkan diri dan turun menuju meja makan yang sudah di tunggu oleh sahabatnya di sana


"Belum pulang juga lu Danu ? tanya El


"Males gue pulang enak disini lagi dapat makan gratis dah seperti hotel bintang 5 hahahah" tawa Danu


"Dasar lu Danu maunya makan gratis aja apa gunanya gaji dokter lu yang banyak itu" tutur El sembari duduk di kursi meja makan di sebelah Danu


"Untuk modal nikah dong" seru Danu


"Emang ada ya yang mau sama lu ? tanya El mengejek


"Ya pasti ada lah orang gue ini seorang dokter di tambah lagi tampan, lu gak lupa kan jam 9 ada acara makan malam dirumah " Seru Danu


"Iya gue ingat kok, lu juga harus ikut gue pergi ke sana" perintah El

__ADS_1


Huk huk Danu yang tengah makan tersedak dan meminum minumannya


Bersambung .....


__ADS_2