Gadisku

Gadisku
nita


__ADS_3

matahari mulai meninggi sinarnya memasuki celacela jendela nita terbangun dari tidurnya measakan sakit dibadannya dan dharma pun tak ada disampingnya iiia membuka jendela dan melihat dharma sedang menikmati kopi ditaman depan


"kau sudah bangun sayang " guman dharma yang melihat nita dibalik jendela


dharma pun menghampiri nita yangn hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan dharma


"selamat pagi kesayanganku maafkan aku karna membentakmu dan meninggalkanmu sendiri hingga terluka apa masih sakit ?" guman dharma memeluk nita dari belakang


"tidak aku merasa lebih baik" jawab nita


"sekarang beritau aku siapa yang membuatmu terluka?" kata dharma


"kau sudah sarapan aku buatkan sarapan ya?" jawab nita mengalihkan pertanyaan dharma


"kita sudah janjikan tak akan ada yang akan kita sembumyikan lagi dalam hubungan ini" jawab dharma membalikan dan menatap mata nita


"aku hanya terbentur meja" jawab nita


"sayang kalau memang kau hanya terbentur meja kenapa kau tak berani menatap mataku" dharma mendesak nita agar bicara jujur


karna dharma yang terus mendesak nita agar mau bicara nita pun menceritakan bagaimana dia bisa terluka malam itu. dharma kaget mendengar semua itu dia tidak menyangka kalau sintia bisa senekat itu dengan nita.


"kau tenang ya sayang tak ada satu orang pun yang akan menyakitimu aku janji secepatnya aku akan mengenalkanmu dengan orang tuaku" guman dharma menyakinkan nita


mereka pun melanjutkan liburan mereka melupan semua masalah yang ada.


mereka pun menikmati sisa liburan yg tinggal beberapa hari. walau dalam hati nita masih dibayangbayangi rasa takut dengan acaman sintia tapi nita selalu menutupi rasa takut itu.

__ADS_1


****


"gadis itu belum juga menjauhi dharma apa dia tidak mengerti dengan katakataku" guman sintia yang masih kesal karna mendapat kabar dharma dan nita masih dekat


"lihat saja aku tak bisa aku akan merebut dharma darimu jalang sialan" guman sintia


sintia pun merencanakan sesuatu untuk mencelakai nita dia menyuruh seseorang untuk mencelakai nita.


***


nita memulai hari pertamanya untuk bekerja dari 1minggu cuti bekerjanya


"hay nit gimana liburanmu" ucap febby


"tidak begthu buruk" jawab nita sambil membersihkan meja kasirnya


"apa maksudmu tidak begitu buruk? apa ada yang terjadi" jawab febby yang mulai mendekati nita


"ayo ceritakan padaku apa yang terjadi padamu selama liburan, dan kenapa dahimu hingga ada goresan seperti itu" jawab febby dan menarik nita untuk pergi kebelakang untuk bercerita.


iya febby adalah teman baik nita yang selalu ada saat senang dan sedih suka mau pun duka sedikit saja ada yang berubah dari nita dia pasti langsung akan mengetahui apa yang terjadi pada nita.


dibelakang nita pun menceritakan semua yang terjadi saat liburannya dengan dharma, hingga febby terkejut dan bisa bisanya hal seperti itu dirahasiakan oleh dharma (tentang siapa sintia) dari nita.


"lalu apa kau masih bisa bertahan dengan dharma?" ucap febby


"aku mencintainya dan aku sudah nyaman dengannya"ucap nita dan beranjak untuk kembali bekerja

__ADS_1


suasana cafe hari itu sangat ramai membuat nita sangat sibuk dan membuat nita melupakan sedikit kegelisahannya tentang ancaman sintia sampai tak terasa waktu terasa begitu cepat.


11.30pm


nita dan febby pun bersiap siap untuk pulang dengan rasa capek dan hanya ingin cepat cepat pulang dan beristrahat.


kriiiing handphone nita berbunyi ternyata telpon dari dharma


"say hari ini aku tak bisa menjemputmu pulang aku lembur karna ditempat kerja masih ramai sekali. apa kau tak apa pulang sendiri?" ucap dharma dari telephone


"iya tak apa akan akan pulang sendiri" jawab dharma


"baiklah hati hati dijalan sampai rumah tolong kabari aku" ucap dharma


"baiklah" ucap nita dan menutup telpon dari dharma


"siapa yang melepon?" ucap febby


"dharma masih sibuk dan tak bisa menjemputku"ucap nita


"ohh maaf kan aku aku tak bisa memberimu tumpangan karna aku dijemput"ucap febby


"tak apa kau pulanglah aku bisa pulang sendiri" ucap nita dengan memberikan sedikit senyuman untuk febby untuk menyakinkan bahwa dia bisa pulang sendiri


"apa kau yakin isi sudah sangat larut" ucap febby yang sangat kawatir dengan nita


"tak apa febby aku bisa" ucap nita dengan penuh semangat.

__ADS_1


"baiklah kalau itu maumu" ucap febby dan meninggalkan nita


nita menunggu taxi yang lewat karna dharma sejak pacaran tak mengijinlan nita jika pulang malam menaiki ojek karna takut ada jambret dan kejahan lainnya jadi nita berjalan ditengah gelapnya jalan yang hanya diterangi lampu jalan untuk mencari taxsi. saat nita akan menyebrang tiba tiba sebuah moobil melajut cepat dan menabrak nita hingga nita terpental juah ke tengah jalan dan langsung tak sadarkan diri.


__ADS_2