
nita pun dilarikan kerumah sakit dan langsung mendapatkan penanganan dari dokter.
nita mengalami luka serius terjadi pendarahan diotaknya dan dia mengalami koma. ayah dan ibu nita sangat terpukul dengan telpon dari rumah sakit yang memberi kabar bahwa anaknya (nita) mengalami kecelakaan dan mengalami luka serius. ibu nita hanya menangis sepanjang waktu karna keadan anak perempuan kesayanganya yang tak sadarkan diri walau sudah dilakukannya operasi karna pendarahan diotaknya.
2minggu berlalu
ibu nita selalu ada mendampingi nita sampai suatu pagi tangan nita mulai bergerak dan membuat ibu nita berteriak memanggil dokter..
"dokter....dokter.... anak saya mengerakkan tangannya" terik ibu nita dari dalam kamar rumah sakit
"sebaiknya ibu tunggu diluar biarkan dokter memeriksa keadaan anak ibuk"ucap suster rumah sakit.
tangisan ibu nita mulai mengeras dipelukan ayah nita yang mendampingi istrinya. harapan ibu nita hanya satu berharap anaknya cepat pulih dan bisa berkumpul kembali bersama-sama.
"ibu bapak keadan anak ibu mulai membaik dia mulai bisa merespon jadi kita akan lepaskan semua alat bantu yang anak ibu dan bapak"ucap dokter yang merawat nita didalam ruangan dokter
"apa aman dok kalau semua alat bantu dianak saya dokter lepaskan?" ucap ayah nita dengan nada khawatir
"anak bapak sudah tak perlu alat bantu lagi karna keadannya sudah mulai membaik dan mungkin"ucap dokter yang dipotong dengan ketukan pintu dari suster yang merawat nita
"dok pasien yang bernama nita sudah sadarkan diri" ucap suster memberikan kabar baik untuk keluarga nita
__ADS_1
"baiklah suster saya akan segera kesana dan memeriksa keadaannya.mari pak buk ikut saya" ucap dokter yang beranjak dari kantornya dan menuju kamar nita.
dokter pun memeriksa keadan nita dan melepas semua alat bantu selama nita koma.
"nak apa yang sekarang kau rasakan? coba kau gerakan seluruh badanmu pelan-pelan" ucap dokter pada nita
nita pun mencoba mengerakan tangan tubuhnya hingga kakinya. tapi tiba-tiba saat nita ingin mengerakan kaki kirinya kakinya tak merespon dan tak bisa digerakan nita pun menangis dan berteriak histeris,
"dokter apa yang terjadi pada kaki kiriku kenapa tak bisa digerakan sedikit pun ada apa dengan kakiku dokter" teriak nita dengan tangisnya yng memenuhi ruangan
"tenang nak tenangkan dirimu, dokter cepat periksa kaki anak saya kenapa bisa begini" ucapa ibu nita yang memeluk anaknya yg masih terpukul dengan keadaan kakinya tak bisa digerakan
"bagaimana dok keadan anak saya"ucap ayah nita
"setelah saya baca ulang hasil ronsen kaki kiri anak bapak dan ibu mengalami lumpuh sementara karna terkena benturan yang sangat keras "kata dokter
"apa dok lumpuh"ucap ibu nita langsung histeris mendengar kata dokter
"apakah anak saya masih bisa disembuhkan dokter?" kata ayah nita
"tentu .. anak ibu bapak hanya mengalami lumpuh sementara jadi masih ada kemungkin masih akan tetap berjalan dengan mengikuti terapi" jawab dokter
__ADS_1
"baiklah dok saya mohon lakukan yang terbaik untuk anak saya"ucap ayah nita
"pasti pak saya akan berikan resep obat dan jadwal untuk terapi tapi kemungkinan nita belum diperbolehlan pulang dulu karna saya akan memeriksa keadaannya lagi"ucap dokter
"baiklah dok kalau begitu saya permisi dulu" ucap ayah nita
ayah dan ibu nita pun kembali keruangan rawat nita dari depan pintu mereka melihat keadan nita yg masih berusaha untuk menggerakan kakinya dan memaksakannya untuk bergerak tapi tak bisa.
"sudah nak hentikan kau masih harus banyak istirahat jangan kau paksakan dulu karna kau masih harus banyak istrhat agar kau cepat pulih" ucap ayah
"tapi apa yang terjadi yah dengan nita kenapa kaki nita tak bisa bergerak sama sekali"ucap nita
"tak apa nak kau akan baik-baik saja dokter akan merawatmu dengan baik" ucap ayah
"apa nita tidak akan bisa berjalan untuk selamanya yah" ucap nita lirih dengan penuh ketakutan
"tidak nak kau pasti sembuh dan bisa berjalan lagi tapi kau harus ikuti apa yang dikatakan oleh dokter" ucap ayah sambil mengelus kepala nita
"tapi yah" ucap nita
"sudahlah nak sebaiknya kau istrhat kau baru saja sadar dari koma" ucap ibu memotong pembicaraan nita dan ayahnya.
__ADS_1