Gadisku

Gadisku
New York


__ADS_3

Semua berkas yang akan dibawa ke New York sudah diambil nita ke kampus. nita langsung menuju mobil yang akan mengantarnya ke bandara. jalanan begitu macet tapi nita tak begitu ambil pusing karna keberangkatan nita pukul 03.00 siang, sedangkan ini baru pukul 11.00 siang setidaknya dua jam sebelum keberangkatan nita pasti sudah dibandara.


Begitu banyak kenangan dikota S ini. hingga nita rasanya hanya bisa memandang tempat dimana dharma selalu menemaninya saat sepulang dari nita bekerja.


"Aku harap saat aku kembali nanti aku sudah bisa melupakanmu semua kenangan kita" guman nita hingga tampa terasa air mata menbasahi pipinya.


Hampir satu jam nita menempuh perjalanan menuju bandara. sampai dibandara semua barang yang ada dibagasi mobil diturunkan oleh sopir yang mengantar nita.


"Non coba dicek lagi siapa tau ada yang ketinggalan" ucap sopir itu.

__ADS_1


"Sudah semua pak, saya titip ayah,bunda,dan kakek ya pak" nita mengecek semua barangnya.


"Baik non, non hati hati disana dan cepat kembali" sopir itu meninggalkan nita menghilang dengan mobilnya.


Nita berjalan menuju tempat pengecekan barang dan mengurus keberangkatannya. setelah semua selesai nita berjalan menuju pesawat. tak lama setelah nita duduk dikursinya pesawat langsung terbang. awal nita sangat bosan didalam pesawat karna waktu tempuh memerlukan waktu berjam jam, hingga seorang pramugari menawarinya minum. waktu terus berjalan nita karna bosan dan lelah nita pun tertidur.


Setelah berjam jam didalam pesawat nita sampai di New York.


Nita sudah ditunggu oleh sopir disana, nita disana bukan hanya untuk melanjutkan studinya tapi dia jug bekerja disalah satu perusahan terbesar di New York.

__ADS_1


bukan hal yang mudah memang untuk masuk keperusahan itu, iya itu semua berkat dosen yang merekrut nita untuk melanjukan biasiswa disini yang membantu nita untuk masuk keperusahan itu. Pak adi iya yang membuat nita mampu bekerja diperusahaan itu dan nita telah berjanji pada pak adi bahwa dia tidak akan mengecewakan kesempatan ini.


Dari bandara nita diantarkan oleh sopir ke tempat yang akan ditinggalinya selama di New York.


mata nita tak berkedib melihat gedung pencakar langit yang akan ditinggalinya. baginya seperti mimpi dia bisa berada ditempat impiannya selama ini. hingga dia membuka pintu apartemennya.



Lautan,bagi nita hanya alam bebas yang akan mampu dia menghapus semua tentang dharma. nita masih belum bisa percaya bisa tinggal ditempat seperti ini. ini semua berkat pak adi, pak adi sebenarnya tinggal di New York tapi karna tuntutan pelerjaan jadi sekarang dia metetap di Indonesia. ini semua adalah fasilitas dari pak adi, ia tak mau nita merasa sunkan padanya dengan semua fasilitas yang diberikan selama nita menetap di New York. karna itu saat pak nita mengatakan untuk membayarnya pak adi hanya mengatakan iya. pak adi tau kalau dia menolak sudah pasti nita akan menolak tak mau pergi. karna itu pak adi mengiyakan apa yang dikatakan nita.

__ADS_1


Bagi pak adi nita adalahlah anak yang sangat pintar dan sangat bebakat. karna itu pak adi membantunya agar meneruskan sutdinya diluar negeri. agar nita bisa lebih tau bagaimana dia harus mengeluarkan bakatnua dan mengatur waktu untuk kuliah dan bekerja.


Nita masih terpesona dengan apartemen yang iya akan tempati untuk beberapa tahun kedepan.


__ADS_2