
nita pun lebih memilih diam dan menyembunyikan apa yang baru saja terjadi padanya. hampir setiap hari nita mendapatkan kotak berisikan ancaman yang ditaruh didepan pintu kamarnya. lama kelamaan perasaan nita menjadi ragu dan ingin menjauhi dharma karna sudah beberapa kali ancaman itu menimpa nita dan sudah beberapa kali sinta datang dan mencelakai nita. dalam benak nita hanya ingin cepat menyelesaikan kuliahnya dan kembali ke desa untuk berkumpul bersama orang tuanya.
sabtu pagi nita terbangun dari tidurnya ia melihat ke jendela rintik hujan turun entah kenapa hari ini ia begitu merindukan dharma karna sudah hampir 2minggu nita tak berjumpa dengan dharma karna dharma harus pergi menyusul orang tuanya karna kakeknya jatuh sakit.
dua minggu sudah berlalu rasa rindu nita begitu dalam iya mengambil handphonenya dan mencari nama dharma tapi apa daya nomor dharma sama sekali tak bisa dihubungi.
"kau dimana apa kau baik-baik saja kenapa kau tak memberiku kabar apa kau akan pergi meninggalkanku" guman nita dalam hati menatap kejendela berharap dharma datang menemuinya
seseorang muncul dari derasnya hujan nita memperhatikan seseorang yang muncul dari balik jendela hingga ketukan pintu menyadarkan lamunan nita
"jreekkk" pintu terbuka
nita pun memeluk laki-laki yang berada didepan pintu iya seseorang itu adalah dharma laki-laki yang sangat dirindukan nita. dharma pun membalas pelukan nita iya pun sangat merindukan gadis cantik yang selalu bisa membuatnya nyaman.
"kau jahat kenapa kau tak memberiku kabar" ucap nita memukul dada bidang dharma
"maafkan aku gadis cantikku, apa kau merindukan ku?" ucap dharma dengan senyuman manisnya dan mencium lembut bibir mungil nita
"kau banyak berubah" kata nita yang masih dalam pelukan dharma
"tak ada yang berubah cinta ini hanya untukmu" kata dharma menggoda nita
nita tak henti-hentinya memandangi dharma ia tampak lebih dewasa.
__ADS_1
"kenapa kau memandangku seakan ingin menerkamku" kata dharma
"iya aku memang ingin menerkammu"kata nita yang langsung mencubit pinggang dharma
"dasar kau ini" kata dharma yang menarik pergelangan tangan nita dan mencium kening nita
" bersihkan dirimu lalu bersiaplah aku akan mengenalkanmu dengan kedua orang tuaku" ucap dharma
"apa kau yakin dengan perkataanmu?" ucap nita dengan penuh keraguan
"iya bergegaslah" ucap dharma
didalam perjalan nita hanya terdiam dan sangat gugup dipikiranya hanya ada apakah orang tua dharma mau menerima gadis sepertiku gadis dari keluarga sederhana sepertiku.
"hey kenapa kau hanya diam" kata dharma
mereka pun sampai dirumah dharma mobil yang dikendarai dharma terparkir di halamaman yang begitu luas. rumah mewah besar dan megah membuat nita terpukau melihatnya.
"apa kau hanya akan berdiri mematung disana?" ucap dharma yang menarik tangan nita untuk mengajaknya masuk
didalam ada dua orang gadis sedang berbincang-bincang dengan asik sampai tak menyadari nita dan dharma datang.
"kau apa yang kau lakukan disini gadis sialan" ucap sintia
__ADS_1
dua gadis itu adalah sintia dan nyonya arika ibu dari pria tampan bertubuh kekar dan memiliki mata yang indah
"aku yang mengajaknya kemari" jawab dharma yang memengang erat tangan nita
"siapa dia?" ucap arika sinis
" ini nita kekasihku " jawab dharma
"apa maksudmu aku dan ayahmu sudah menetukan tanggal pertunanganmu dengan sintia" ucap arika
" apa maksudmu bu aku sudah mengatakan aku punya pilihanku sendiri" ucap dharma kesal
" apa kurangnya sintia dari pada gadis itu sintia cantik pintar berpendidikan dan latar belakang keluarganya jelas" ucap arika dengan nada yang mulai meninggi
" aku punya pilihanku sendiri bu " jawab dharma
" kau beraninya kau melawanku " ucap arika
" dari dulu aku selalu menuruti apa mau ibu dan ayah tanpa menentang sedikit pun tapi untuk masalah ini aku tak bisa menuruti apa maumu aku sudah dewasa aku bukan anak kecil lagi yang selalu bisa kau atur seenaknya aku sudah dewasa dan aku punya pilihanku sendiri" ucap dharma kesal dengan perkataan ibunya yg membedakan nita dengan sintia
nita hanya terdiam tanpa disadari air matanya nita terjatuh nita melepaskan tangan dharma lalu pergi meninggalkan dharma. perasaannya hancur mendengar semua perkataan arika isak tangis nita tak tertahankan.
*****
__ADS_1
pembacanya lumayan saya minta like dan komennya biar saya tau bagaimana pendapat kalian 🤗
terimakasih sudah mau membaca