Gadisku

Gadisku
kebahagiaan cinta


__ADS_3

dharma merasa bingung dengan sikap nita yang tak menghiraukan perkataan dharma.


dhar.ma masih merasa aneh dengan tingkah nita yang mulai dingin dengannya. dharma mulai berpikir kesalahan apa yang dia buat hingga nita bersikap dingin olehnya. sampai beberapa saat nita datang membawakan teh untuknya.


" ini tehmu" ucap nita


"tanganmu kenapa" sembari memegang tangan nita yang terbalut perban.


"tak apa" nita langsung menarik jarininya dari tangan dharma


"..." dharma terdiam masih memikirkan sikap nita sambil meminum teh hangat yang dibuatkan nita membuat cuaca dingin menjadi sedikit hangat.


"bolehkah kita pulang sekarang" kata nita sembari melihat kejendela melihat hujan yang mulai reda


" apa maksudmu? kita kan sudah sepakat untuk pulang besok pagi" dharma pun meletakan tehnya lalu menghampiri nita


" tapi aku rasa kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu" ucap nita


dharma pun baru menyadari kalau nita mendengar percakapan telponnya dengan sintia.


"apa kau merasa cemburu mendengar telponku dengan sintia sayang" kata dharma yang mulai menciumi leher nita


"apa yang kau lakukan dharma" ucap nita yang langsung melepaskan pelukan dharma namun pelukan dharma terlalu erat untuk dilepaskan

__ADS_1


"kenapa sayang apa ada yang salah jika aku melakukan ini?" ucap dharma yang mulai menggoda nita


"lepaskan aku dharma" ucap nita yang masih berusaha melepaskan pelukan dharma


"kenapa kau menolakku ? apa kau tak mencintaiku?" ucap dharma yang membalikan badan nita dan mendekatkan wajahnya kewajah nita


nita pun memejamkan matanya melihat dharma yang akan mencium bibirnya. tapi dharma hanya mampu menahan tawanya melihat wajah nita yang gugup dan dharma pun mencium pipi nita dan lasungsung tertawa


"kenapa kau tertawa apa ada yang lucu ? " ucap nita kesal


" wajahmu begitu lucu" ucap dharma masih dengan tawa lepasnya


" dasar kau ini " nita langsung meraih pinggang dharma dan mencubitnya


malam mereka rasakan begitu cepat seharian mereka lalui dengan canda dan tawa hingga nita tertidur dipelukan dharma yang membuatnya nyaman dan selalu nyaman.


hujan masih turun dengan lebat susana dingin membuat nita tak ingin melepaskan pelukannya dengan dharma tapi suasana hati nita masih terselimuti rasa sakit karna mendengar pesta pertunangan dharma dan sintia tapi disisi lain nita tak ingin kehilangan orang yang dia sayang dan telah memilikinya seutuhnya walau nita tau dia telah salah mencintai dharma yang telah memiliki sintia apa lagi mama dari dharma tak merestui hubungan mereka.


air mata pun terjatuh tanpa disadari nita membashi pipinya sambil memandang dharma yang masih terlelap tertidur ingin nita pun berkata "aku mencintaimu dharma" dalam hatinya dan mencium bibir dharma hingga dharma membalas ciuman nita jari jari tangan dharma mulai mengelus punggung nita sampai akhirnya nita mengigit bibir dharma hingga dharma merasa kesakitan dan langsung menyuhinya.


"aaawww sakit sayang" ucap dharma sembari memengang bibirnya yang sedikit mengluarkan dar01ah


"siapa suruh mesum aja" ucap nita langsung beranjak dari tempat tidur

__ADS_1


"oooo awas saja ya " ucap dharma sambil memberikan senyum nakalnya


iiia begitulah cara mereka berpacaran yang kadang bisa dibilang lucu tapi menyebalkan tapi begitulah cara mereka menjalani hubungan walau penuh rintangan tapi tekat dharma yang akan menikahi nita terus berusaha dan menyakinkan nita agar nita tak berpaling darinya dan bisa sabar menunggu sampai waktunya nanti mereka tak akan terpisahkan.


setelah semalam menginap dan menghabiskan malam berdua nita dan dharma pun kembali kekota untuk memulai aktifitasnya lagi


"saya besok aku akan pergi keluar untuk beberapa minggu untuk mengurus bisnis papa diluar apa kau tak apa tinggal disini sendiri?" ucap dharma


"besok ? tapi minggu depan ini aku wisuda apa tidak bisa kau undur sampai aku selesai wisuda?" ucap nita dengan nada kecewa


" maafkan akau sayang tapi dipertemuan ini aku tak bisa diwakili karna aku mempunyai proyek besar yang harus aku sendiri yang harus mengerjakannya" ucap dharma


"..." nita terdiam dan hanya melihat ke jendela mobil memandagi jalan yang iia lalui


" sayang aku janji secepat mungkin aku akan menyelesaikan pekerjaanku dan aku akan berusaha untuk hadir diacara wisudamu" ucap dharma sambil mengelus punggung tangan nita


"apa kau serius? kau janji ya akan datang?" ucap nita dengan penuh semangat


"iia aku akan berusaha hadir sayang, jadi kau jangan bersedih lagi ya aku mencintaimu" ucap dharma dan mencium kening nita


sepanjang perjalan mereka mengobrol hingga sampai dikos nita


" apa kau tak mau mampir dulu" ucap nita dengan senyum manisnya

__ADS_1


" tidak sayang aku harus mengemasi barang-barangku untuk besok nanti malam aku akan menginap disini dan berangkat ke bandara dari sini" ucap dharma membalas senyum manis nita.


__ADS_2