
Masih susah untuk nita menutupi luka yang masih terpendam didalam hatinya. Tapi nita selalu mencoba untuk melupakan itu, tanggal pernikahan sudah ditentukan. Persiapan pernikahan hampir selesai, dharma mengiginkan pesta yang meriah untuk hari bahagianya ini. Tapi nita menolaknya, nita hanya ingin pesta sederha yang penting sah dimata tuhan.
"Kenapa kau hanya diam sayang" saat mereka sampai ditoko untuk mencari gaun.
"Tidak" nita hanya memberikan senyuman yang kalau kita lihat sangat terpaksa karna terlihat jelas dari wajahnya yang menyimpan rasa sedih dihatinya.
Ayolah nita pesta pernikahan sudah didepan mata semua sudah siap, jangan kecewakan dia lagi.
"Jangan pernah lagi sembunyikan sesuatu dariku" dharma meraih tangan nita dan mencium kedua tangannya.
"Ayo turun" ucap nita mengalihkan pembicaraan.
"Sayang sampai kapan kau akan terus berbohong padaku" dharma menarik nita kepelukannya.
"Cup" nita langsung mencium pipi dharma dan langsung turun dari mobil.
Dharma terdiam sesaat, karna selama ini bisa dihitung nita menciumnya duluan tanpa diminta. Seakan membuat dharma terbang melayang.
__ADS_1
"Apa kau akan membiarkanku memilih bajuku sendirian" nita membuka pintu mobil itu dan membuat kediaman sesaat dharma itu hilang.
Mereka masuk ke dalam toko baju terkenal dan tentunya harga disana sangat luar biasa. Nita awalnya menolak seperti diawal ia hanya ingin pernikan yang sederhana. Tapi ia tak bisa menolak lagi permintaan dharma kali ini, karna para tamu undangan kebanyakan dari kelas kalangan atas. Maklum dharma kini menjadi pembisnis muda yang sangat sukses di New York.
Jadi tak usah heran berapa banyak uang yang akan dia keluarkan untuk acara pernikahannya yang sekali semuar hidup ini. Nita memang meminta pesta yang sederhana, tapi pesta ini jauh dari kata sederhana kalau bisa dilihat dari pilihan gedung pernikahan dan dekorasi.
Bagaimana tidak dharma memakai hotel miliknya, hotel ternama dikota ini. Jadi bisa dibilang pesta ini bukan lagi seperti pesta sederhan.
Beberapa saat dharma menunggu nita mengenakan gaun cantik yang mampu memperlihatkan kecantikannya.Dharma tak mampu untuk menutup mulutnya yang terbuka dan tak mampu untuk berkedip.
"Cantik" pandangan dharma tak henti memandang nita hingga nita menatap geli melihat wajah nita.
"Bisakah kau tak memandangku seperti ingin memangsaku" pandangan dharma membuat nita malu.
Beberapa penjaga toko mencoba membantu nita untuk membuat baju yang dipakai nita menjadi pas dibadan.
__ADS_1
Hampir setengah hari mereka menghabiskan waktu bersama untuk mencari perlengkapan itu. Sebenarnya semua sudah diurus oleh bawahan dharma, jadi mereka tak begitu sibuk untuk mengurusnya. Hanya tinggal mencari cincin dan baju saja sisanya sudah selesai diurus oleh orang kepercayaan dharma.
20.00pm
"Kau nampak banyak pikiran sayang" dharma merebahkan bandannya disofa dengan kepala dikaki nita yang berada duduk disofa.
"Tidak" tangan nita mengelus rambut dharma dengan tatapan kosong.
"Besok ayah dan ibuku akan datang kemari untuk ikut merayakan pesta pernikhan kita" seketika wajah nita memberikan senyuman manis yang menghilang beberapa hari ini.
"Benarkah"
"Iya mereka sudah merestui hubungan kita dan mengetahui bahwa sintia hanya ingin menguasai harta dari keluargaku saja"
Tanpa rasa canggung nita langsung memeluk kepala dharma dan mencium dharma dengan penuh rasa sayang.
@@@@
__ADS_1
uuuuukkk babnya akan aku akhirin masih pingin lanjut in cerita ini tapi takutnya kalau terlalu panjang gak enak juga buat dibaca
mohon sabar ya masihh bingung banget nulis akhir crta ini eka bikin bakalan happy ending seperti permintaan 😁😁😁😁