
dharma pun membalikan badan nita dan menaruh tangan nita dipundak dharma dan mencium lembut bibir nita. nita tak mampu menolak ia hanya mampu memejamkan matanya dan meniknati alur permaian bibir dharma. hujan turun nita dan dharma berlali ke dalam mobil.
" ini ganti bajumu agar kau tak sakit" ucap dharma mengambil baju dari kursi belakang
"keluar" ucap nita
"hujan sayang" ucap dharma
"bagai mana caraku mengganti baju?" ucap nita sinis
"sini aku ajarin caranya ganti baju" jawab dharma dengan menggoda nita
"dasaarr mesum" jawab nita mengambil baju ganti dari tangan dharma
" aku kan hnya memberi tau cara mengganti baju" ucap dharma mencium bibir nita dengan penuh kehangatan.
hujan pun turun lebih lebat lagi dharma pun mencari tempat untuk beristirahat karna tak mampu melanjutkan perjalanan dengan cuaca seburuk ini. mereka pun mencari tempat terdekat untuk menginap.
" kita menginap disini dulua ya hujan terlalu deras aku tak yakin untuk meneruskan perjalanan" ucap dharma
"ia aku harap besok cuaca sudah cerah lagi" ucap nita yang menatap hujan dari balik jendela
__ADS_1
" aku merindukanmu?" ucap dharma menarik tangan nita hingga terjatuh dipangkuan dharma
" aku mu menganti baju dulu aku sudah tak kuat dengan dinginnya" ucap nita yang beranjak dari pelukan dharma
hari mulai gelap hujan pun turun semakin lebat mebasahi tanah. entah kenapa perasaan nita mulai tak karuan mengigat semua ancaman yang ia dapatkan tapi kenapa saat iia mulai bisa melupakan dharma ia selalu muncul dan membuat nita semakin tak bisa jauh dari dharma karna sifat dan kelakuan dharma selalu bisa membuat nita tak bisa jauh dari dharma. sekita lamunan nita buyar karna dharma menjatuhan gelas.
" plaannkk " gelas jatuh ke lantai
" apa yang terjadi " nita langsung menghampiri dharma
"tak apa hanya gelas yang terjatuh" ucap dharma
"menyingkirlah biar aku bersihkan semuanya" kata nita yang langsung mengambil kain untuk membersihkan serakan gelas yang terjatuh
"ada apa kau menelponku" ucap dharma kepada orang yang menelponnya
"aku hanya ingin memberitaumu besok kita harus fiting untuk acara pertunangan kita bulan depan" ucap sintia dari sebrang telpon
" tunangan apa maksudmu?" ucap dharma
"auuuu" darah keluar datangan nita tapi tak ditanggapi dengan dharma karna masih sibuk dengan telponnnya sampai beberapa saat.
__ADS_1
nita pun terus membereskan pecahan gelas dengn tangan yang masih mengeluarkan darah. iia pun langsung membasuh tanganya dan menuju ke front office penginapan untuk menta obat lukanya. beberapa saat telah menerima telpon dharma mencari nita diseluruh ruangan tapi tak menemukan nita hingga dharma menelpon ke handphone nita tpi handphone nita tertinggal dikamar*.
" kemana nita apa dia mendengar percakapanku dengan sintia aku harus menjelaskan semuanya agar dia tak salah paham padaku" guman dharma dalam hati
ia pun menggu nita kembali kekamar dengan gelisah. samapai beberapa saat pintu kamar pun terbuka dan nita pun muncul dharma pun langsung memeluk nita dengan erat.
" maafkan aku, mama memintaku untuk bertunangan dengan sintia tapi aku selalu menolak" ucap dharma memeluk nita dengan erat
" bisa kah kau melepaskanku aku tak sesak" ucap nita yang mendorong tubuh dharna dan melepaskan pelukan dharma
" owhh maafkan aku " ucap dharma melepaskan pelukannya
" apa kau mau ku buatkan teh panas lagi" ucap nita
" apa kau marah padaku?" ucap dharma
"apa kau mau sedikit gula ?" ucap nita
dharma merasa bingung dengan sikap nita yang tak menghiraukan perkataan dharma.
@@@@@@
__ADS_1
naa yooo ada apa dengan nita apa tekat nita sudah bulat dengan keputusnnya yang akan meninggalkan dharma ??? 😁😁
kasik like dan komennya dulu dong biar ada semagat akunya buat update