Gadisku

Gadisku
Kota S


__ADS_3

Hampir tiga jam menuju ke perdesaan hingga sampai dirumah nita. Aku masih tetap menatap keluar jendela, empat tahun aku meninggalkan kota ini. Tak banyak yang berubah dari kota ini pemandangan masih asri yang membuatku selalu merasa nyaman.


Hingga dharma menghentikan mobil disebuah rumah tak begitu besar dengan arsitektur tempo dulu. Inilah rumahku, rumah yang tak besar tapi selalu aku rindukan, karna kebahagian yang aku selalu dapatkan dirumah ini.


"Apa kau tak akan turun sayang, untuk mengenalkan aku yang tampan ini pada orang tuamu" dharma menggoda nita agar suasana lebih membaik.


"Terserah" nita dan dharma turun dari mobil melangkah masuk ke dalam rumah.


"Ayah,ibu,kakek" teriak nita.


"Nampaknya tak ada orang disini" dharma meliat sekeliling rumah.


"Apa yang kau lihat" nita menatap dharma sinis.


"Tidak" memeluk nita.


"Hanya rindu" dharma mencium pipi nita.


"Sayang, kapan kau kembali" suara yang paling dirindukan nita terdengar jelas dikuping nita dan dengan cepat nita menghampiri sumber suara dan memeluknya.


"Ibu aku sangat merindukanmu"


Dharma hanya memandagi nita yang melepaskan rindunya pada ibunya. hingga beberapa saat kemudia dua orang pria memasuki rumah itu dan membuat nita melepaskan pelukan pada ibunya lalu memeluk ayah dan kakeknya.


"Mungkin ini namanya kesederhaanan tapi penuh dengan kebahagiaan, tak perlu berkelimang harta tapi keluarga ini bisa merasakan hanya dengan berkumpul itu sudah bisa menjadi kebahagian yang luar biasa bagi mereka" ucap dharma dalam hati.

__ADS_1


"Siapa itu nak" tanya ibunya pada nita


"Bukan orang yang tak penting" ucap nita sinis.


"Apa maksudmu sayang apa kau tak ingin mengenalkanku pada calon mertuaku, baiklah aku akan perkenalkan diriku sendiri" ucap dharma dengan memberikan senyuman manis yang bisa membuat sebagian wanita akan luluh padanya.


"Hallo paman,bibi,kakek kenalkan saya dharma kekasih nita, saya datang kemari untuk mela___" dengan cepat nita mencubit pinggang dharma.


"Aaw apa yang kau lakukan sayang" ucap dharma dengan merintih kesakitan.


"Anak muda ada saja kelakuannya, sudahlah kalian pasti lelah istirahatlah dulu ibu akan buatkan makan malam"


Nita menarik tangan dharma dan ngajak masuk kekamarnya.


"Apa maksudmu" nita menatap sinis dharma.


"Ck hanya ada kita sayang apa yang kau mau akan ku lakukan" dharma mengunci nita yang sudah berapa disudut kamar.


"Apa maksudmu dasar mesum" nita mencoba menghindari tatapan dharma dan mencari selah untuk kabur dari dharma.


"Tapi kau suka" nita mencoba kabur tapi tanganya diraih oleh dharma dan langsung memeluknya.


"Lepaskan dasar mesum" nita mencoba melepaskan pelukan dharma tapi bukanya melpaskan dharma lebih mengeratkan pelukan itu dan menengelamkan wajahnya dipundak nita.


"Sebentar saja" dharma menutup matanya karna hanya pelukan nita yang paling bisa membuatnya nyaman.

__ADS_1


Bukanya ingin menjauh, rasa cintanya semakin dalam untuk dharma. Nita ingin memghilangkan rasa ini, tapi semakin dia mencoba melupukan semkin dalam rasa ini. Mulut bisa berbicara bohong tapi hati tak akan pernah bisa dibohongi.


"Lepaskan aku kurasa sudah cukup" nita melepaskan pelukan dharma.


"Apa kau masih meragukanku" membuat nita menghentikan langkahnya didepan pintu


"..." tak ada kata yang mampu keluar dari bibir nita.


"Kenapa kau diam" dharma langsung menarik tangan nita menemui keluarga nita diruang keluarga.


"Paman,kakek sebenarnya maksudku datang kemari untuk meminta restu kalian karna bulan depan kami akan menikah di New York" ayah dan kakek nita hanya memberikan senyuman dan tanpa disadari ibu nita yang sedang menyiapkan makanan dimeja makan menghampiri mereka diruang keluarga.


"Kami pasti merestui kalian" ucap ibu nita.


"Cepat berikan kakek cucu" dharma yang merasa senang tanpa disadari langsung memeluk tubuh mungil nita.


Tak bisa dipungkiri dharma sangat merasa bahagia akhirnya nita akan menjadi miliknya untuk selamanya.


Nita juga merasa senang karna hubungan mereka direstui orang tuanya. Tapi disisi lain nita belum bisa melupakan bahwa keluarga dharma tak menerimanya. Dharma selalu santai menanggapi tolakan dari orang tuanya baginya, masa bodo dengan orang tuanya. Karna ia bisa hidup dengan bisnisnya sendiri tanpa bantuan orang tuanya.


@@@


ada yang bisa bantu aku buat endingnya kayak gimna. ada yang mau nita dan dharma berpisah atau mau mereka bersatu yuk komennya biar akunya ada hayalan . 1


😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2