
setelah megantar nita dharma pun kembali kerumah untuk membereskan semua pakaiannya yang akan dibawanya pergi urusan bisnis. sesampainya dirumah dharma pun bertemu dengan orang tuanya yang berada di ruang TV.
"hay pa ma" ucap dharma mengamil buah yang telah dikupas mamanya
"dari mana saja kamu semalaman tidak pulang?" ucap arika dingin
"aku menginap dirumah nita ma" ucap dharma dengan santai
"nita....nita...nita kamu itu sudah akan bertunangan dengan sintia harusnya kamu menghargai perasaan sintia" ucap arika dengan kesal
"ma aku punya pilihanku sendiri mama memang bisa mengaturku dengan aturan apa pun tapi untuk teman hidup aku yang akan memilihnya sendiri" dharma pun mendirikan tubuhnya untuk pergi kekamar
"duduk dulu kita bisa bicarakan baik baik dharma" ucap wicaksana ayah dharma
" apa yang harus dibicarakan lagi pa aku bukan alat yang bisa kalian gunakan untuk memperlancar bisnis kalian" dharma kembali duduk
"nak papa dan mama hanya tak mau kamu berhubungan dengan orang yang datang dari keluarga tak baik hanya itu" ucap wiaksana dengan nada tenang
" rugi pa bicara dengan anak seperti dia tak tau diuntung " kata arika
" ma pa aku punya pilihanku sendri ia memang nita bukan berasal dari keluarga pembisnis tapi nita gadis yang baik mandiri dan pintar karna nita dharma mau mengikuti permintaan kakek untuk meneruskan perusahaan ini" ucap dharma dengan penuh keinginan agar orang tuanya bisa menerima nita
" apa sih kurangnya sintia cantik pintar apa yang kurang hingga kamu lebih memilih gadis yang tak jelas asal usulnya dari mana" kata arika
" pa ma dharma akan meneruskan perusahaan keluarga ini dengan berbagai cara agar perusahaan ini semakin maju tanpa harus berhubungan dengan keluarga sintia tapi dengan satu syarat jika dharma berhasil memajukan perusahaan ini dan banyak kolega yang mu menanamkan sahamnya dikantor kita papa dan mama harus merestui hubunganku dengan nita kalau tidak dharma akan menerima perjodohan ini" kata dharma yang langsung pergi meninggalkan orang tuanya
" dharma papa belum selesai bicara" teriak wicaksana memanggil dharma yang telah naik kekamar
" gitu deh pa sejak bergaul dengan gadis yang tak jelas asal usulnya tidak bisa menghargai orang tua sedang bicara" ucap arika
" sudahlah ma kita tak bisa memaksakan kehendak dharma seperti sebelum sebelumnya apa mama mau dharma pergi meninggalkan rumah lagi karna mama terus memaksakan keingin mama?" kata wicaksna
" tapi pa mama cuma tak ingin dharma menikah dengan gadis yang tak baik lain sintia dia memang gadis yang baik dan ramah apa lagi dari keluarga yang sama derajatnya dengan kita jadi mama gak malu buat ngenal in ke teman teman mama" ucap arika
" terserah mamalah kalau mama sayang dengan dharma harusnya mama mengerti keinginan anak mama yang semata wayang itu tapi kalau mama memang mau kehilangan anak mama lagi itu hak mama" ucap wicaksna yang meninggalkan istrinya sendri
"tapi pa " ucapan arika dipotong yang belum dia selesai bicara oleh suaminya
"sudahlah ma dharma pasti punya alasan kenapa dia tidak mau dijodohkan dengan sintia" ucap wicaksana
__ADS_1
" bapak dan anak sama saja tingkahnya " guman arika
setelah selesai dharma merapikan pakaiannya yang akan dibawa untuk pergi beberapa hari dharma merebahkan dirinya ke atas ranjang dan masih mengerutu kenpa orang tuanya terus saja memaksakan kehendaknya pada dharma sampai calon istri pun harus orang tuanya yang memilihkan. dharma mengambil ponnselnya membuka foto-foto bersama nita gadis yang mampu membuat dharma selalu merasa nyaman iya terus memandangi foto-foto nita hingga membuat perasaan marahnya menjadi hilang dengan hanya melihat senyumannya.
"setelah kau lulus aku akan segera melamarmu" guman dharma sambil tersenyum melihat foto nita
17.00pm
dharma membersihkan diri lalu bersiap siap untuk pergi kekost nita sebelum dia akan meninggalkan nita untu beberapa hari. setelah selesai dharma pun keluar dari kamar membawa tas koper tas laptop dan berkas berkas untuk pertemuannya dengan kolega diluar negeri.
" mau kemana kamu" ucap arika yang melihat dharma membawa koper
" dharma kan sudah bilang akan ada pertemuan dengan kolega dari perusahan perusahaan besar diluar negeri " ucap dharma yang menghentikan langkahya saat melihat orang tuanya
" bukanya keberangkatanmu besok siang nak" ucap wicaksnana
" dharma memajukan keberangkatan dharma agar dharma bisa lebih punya banyak waktu untuk menyiapkan materi yang akan dharma bahas disana" kata dharma berbohong karna kalau dia berkata jujur pasti akan tidak diijinkan bertemu dengan nita
" mau papa antar ?" ucap wicaksana
" tidak usah pa dharma bisa berangkat sendiri" ucap dharma yang meraih tangan orang tuanya untuk berpamitan.
" pak kita tidak kebandara tolong antar saya kejalan flamboyan" ucap dharma pada sopirnya
" tapi tuan bukannya tuan berangkat hari ini kebandara itu perintah ayah tuan" ucap pak anom sopir dharma
" ikuti saja perintah saya pak nanti kalau mama dan papa tanya pak anom tinggal bilang sudah mengantar saya mebandara" ucap dharma
" baik tuan" ucap pak anom
dharma pun sampai ditempat nita. pak anom membantu menurunkan koper dan peralatan lain yang dibawa dharma.
"terima kasih pak " ucap dharma
"apa besok saya jemput tuan kemari untuk berangkat ke bandara ?" ucap pak anom
"besok saya akan menghubungi bapak kembali" kata dharma
" baik tuan " jawab pak anom dan meninggalkan dharma
__ADS_1
"*t**oktokkk*" dharma mengetok pintu kamar nita
" siapa " teriak nita dan membuka pintu
"hey" ucap dharma tanpa bersemagat
"ada apa denganmu kenapa wajahmu kucek begitu" ucap nita yang membantu dharma memasukan barang bawaannya
" emang baju belum disetrika lecek " ucap dharma dengan jahilnya
" apan sih garing baget kayak kerupuk" ucap nita membasr³laa kejailan dharma
" gak apa apa yang penting kan kamu suka " ucap dharma dan memeluk nita
" apa kau lapar aku akan membuatkanmu sesuatu" ucap nita yang membalikan tubuhnya dan mengalungkan tangannya dileher dharma
" aku tak lapar aku hanya ingin memakanmu" dharma menatap seriua nita
" memangnya aku daging yang bisa makan" nita mengcolek hidung dharma dengan hidungnya
"apa kau menggodaku sayang" dharma mulai mengelus elus punggung nita
"ganti lakaianmu aku akan menyiapkanmu makanan" ucap nita
" kalau aku tak mau kau mau berbuat apa" dharma mendekatkan wajahnya ke wajah nita sampai nita bisa marasakan hembusan nafas dharma
"aku akan memaksamu agar kau mau" nita berusaha kabur dari dharma
" aku merindukanmu jadi kau tak akan ku lepaskan" dharma semakin mengeratkan pelukannya hingga tubuh nita dan dharma saling bersentuhan
dharma pun mencium nita dengan penuh kelembutan tangan memgelus pipi nita membuat nita merasa ada yang bergejolak dihatinya tangan dharma mulai menurun ke leher nita yang membuat nita semakin merasa geli tapi tak bisa menolak ciuam dharma karna dharma masih memeluknya dengan erat tangan dharma mulai menurun ke bagian baju nita dan membuka kancing baju nita secara perlahan dan melepaskannya nita merasa risih dengan kondisinya yang sekarang ini hanya menggunakan bra untuk menutupi buah dadanya yang besar dan mulai padat. nita mendorong dharma tapi dharma tak menggubrisnya, tiba tiba dharma menoleh ke arah nita .
" apa kau mencintaiku sayang ? " ucap dharma
" iya aku sagat mencintaimu" ucap nita yang menatup buah dadanya dengan menyilangkan kedua tanganya
" apa kau mau melakukannya denganku lagi" ucap dharma yang melepaskan tangan nita yang menutupi buah dada miliknya
"...." nita terdiam dan memejamkan matanya karna dharma telah melumat bibir nita kembali
__ADS_1
" aku berjanji akan melakukannya dengan lembut " dharma menggendong nita dan mendudukannya di atas pahanya