
dharma pun terus mendesak nita sampai akhirnya nita bicara
" ia ini sudah kesekian kalinya aku mendapatkan kotak berisi ancaman " ucap nita menunduk
" apa karna ini kamu menjauh dariku " ucap dharma yang menarik wajah nita agar memandangnya saat bicara
" aku tak mau ada yang terluka " ucap nita
" tak akan ada yang terluka jika kau mau jujur pada hubungan ini " ucap dharma
"tapi .." perkataan nita seketika berhenti dengan ciuman yang mendarat dibibirnya
" aku tak mau jika kau kembali menjauhiku kita selesaikan masalah ini bersama aku mencintaimu lebih dari apa pun " ucap dharma memeluk nita
"tapi ancaman itu" ucap nita dalam pelukan dharma
"aku akan menyelesaikan ancam itu tak ada yang bisa memisahkan kita lagi" ucap dharma dan nita pun mengangguk
"bersiaplah aku akan mengajakmu pergi sudah lama kita tidak pernah pergi bersama karena kesibukanku" ucap dharma
"baiklah"ucap nita dan pergi membersihkan diri
beberapa menit kemudian mereka telah siap untuk pergi jalan-jalan. didalam mobil tangan nita tak lepas dari dharma disepanjang perjalanan kepala nita selalu berada dibahu dharma.
"kok tumben kamu jadi manja gini ada apa ni?" ucap dharma
"apa tak bole ?" ucap nita
"ia boleh boleh" ucap dharma yang mencium kening nita
beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai ditempat yang dituju.
__ADS_1
iia dharma memang lebih suka dengan hutan yang hijau sepi dan udara masih segar bagi dharma disinilah tempat ternyaman untuk menghilangkan penatnya. tapi nita lebih suka dengan pantai yang anginya sepoi sepoi dan bunyi deburan ombak yang membuat isi hanya lebih nyaman. sejak mengenal dharma nita sedikitnya mulai menyukai kesukan dharma yang menyukai alam tapi tak bisa dibohongi nita tidak bisa menghilangkan rasa takutnya dengan reptil seperti ular dan yang lain.
"haruskah kita ketempat ini?" ucap nita dengan mata yang memandang sekeliling
"apa kau takut ?" ucap dharma dengan senyuman menggoda nita
"tidak" ucap nita yang langsung berjalan duluan
"awas ada ular" ucap dharma menjahili nita
nita pun langsung berlari kepelukan dharma. dharma hanya tersenyum karna berhasil menjahili nita.
"dasar pokoknya kamu harus menggendongku" ucap nita dengan kesal
"gak kamu berat" ucap dharma
"iyaiya sini sayangku demi kamu apa sih yang gak" ucap dharma dengan manja
nita pun tersenyum dan naik ke punggung dharma.
"kenpa ya kok jadi manja sekali " ucap dharma
" bolehkan sekali-kali aku manja ? " ucap nita
" nita mah bebas kalau lagi sama aku apa pun bakalan aku berikan buat gadisku ini" ucap dharma
"cuupp.." nita mencium pipi dharma
" waaahhh sudah ada kemajuan ya sekarang " goda dharma
__ADS_1
"apaan sihh kamu ini gak boleh ?" ucap nita yang mengacakacak rambut dharma
iia pun menurunkan nita dan menggelitik pinggang dharma lalu berlari.
"dasaarr awas kau ya " ucap nita mengejar dharma
"awas ada banyak reptil disini " teriak dharma agar nita takut
" dhaaarrrrrmmmaaaa ...." teriak nita dan terjatuh
dharma yang melihat nita terjatuh langsung berbalik menghampiri nita
"saayang kau tak apa apa ? " ucap dharma khawatir
"tidak ... haahaha" ucap nita dan langsung menggelitiki pinggang dharma
"owwhhh sudah muali jail ya sekarang " balik menggelitik nita sampai akhirnya dharma **** tubuh nita
terdiam sesaat meraka pun saling tatap dan berguman dihati masing masing sampai air mata nita terjatuh dan dharma tersadar
"kau tak apa apa kenap kau menangis?" ucap dharma
"kau menindihku dan badanmu sangat berat" rintih nita
" maafkan aku " ucap dharma dan membantu nita berdiri.
suasan yang dingin dan keindahan alam membuat dharma tak henti hentinya memandang nita yang sedang menikmati keindhan alam dan memeluk nita dari belakang merupakan hobby dharma karna itu membuatnya mudah mencium leher nita.
"janji kau tak akan pernah meninggalkanku walau badai menerpa hubungan kita ?" ucap dharma dan nita hanya mengangguk
dharma pun membalikan badan nita dan menaruh tangan nita dipundak dharma dan mencium lembut bibir nita. nita tak mampu menolak ia hanya mampu memejamkan matanya dan meniknati alur permaian bibir dharma.
__ADS_1