
Nita tak mampu berkata lagi. Sampai saat ini arika belum juga bisa menerima nita sebagi kekasih dharma. Orang tua dharma tetap menentang hubungan mereka dan tak merestui jika mereka akan menikah.
"Walau ibu tak merestui kami, kami akan tetap menikah dan menetap di New York" dharma memeluk nita dan berjalan menuju kamar.
Nita hanya mampu menangis dipelukan dharma.
"Hey kenapa kau menangis, kita akan tetap menikah walau tanpa restu orang tuaku"
"Jauhi aku tinggalkan aku, hubungan ini memang tak pantas kita jalani sedari dulu harusnya aku sadari itu bahagialah dengan kekasih pilihan orang tuamu"
Mungkin memang ini jalannya aku tak bisa hidup bersama dengan orang yang aku sayangi. Aku mencoba menyakinkan dharma agar menjauhi aku, namun dharma tetap dengan keras kepalanya tak mau meninggalkanku.
Dia lebih rela meninggalkan semua yang dimiliki keluarganya dibandingkan meninggalkanku. Selama di New York dharma memang benar menekuni perusahanya yang dia rintis dari bawah hingga menjadi seorang yang sukses seperti sekarang ini.
Sekarng dharma telah memiliki perusahaan sendiri tanpa bantuan dari perusahaan keluarganya dan itu hasil jerih payahnya sendiri selama ini. Jarang ada pria semandiri dharma yang mau merintis semuanya dari nol dibandingkan menikmati hasil warisan orang tuanya.
__ADS_1
Seharusnya aku bahagia memiliki pria setanpan dan sangat mencintaiku, namun apa daya aku tak mau dharma melawan orang tuanya.
Aku tau dia orang sayang dengan orang tuanya, walau dulu dia sempat meninggalkan orang tuanya karna tak suka dengan aturan yang berada dirumah ini.
Tuhan kenapa kau perlakukan aku seperti ini, kenapa kebahagian tak berpihak padaku. Apa salahku kenapa saat baru saja aku mendapatkan kebahagian sekarang aku kembali mendapatkan masalah sebesar ini. Aku sangat mencintai dia, begitu banyak masalah dalam hubungan ini. Haruskah aku meninggalkan dia untuk mendapatkan kebahagiaannya.
***
"Sudahlah, sekarang aku akan mengantarmu pulang kerumah untuk bertemu dengan orang tuamu" mereka keluar dari kamar hingga langkah mereka terhenti saat mendengar suara pertengkara.
"Dasar anak tak tau diuntung" ucap arika
"Nak ayah sangat merindukanmu, tetaplah berasa disini bersama ayah" dharma menepis tangan ayahnya.
Terjadi perdebatan didalam keluarga ini, aku hanya mampu melihat dan mendegar pertengkaran mereka tanpa bisa menghentikannya. hingga dharma menarik tanganku berjalan kearah pintu.
__ADS_1
"Tinggalkan aku, cari kebahagianmu" kata itu yang mampu ku ucapkan dalam diamku hingga dharma menghentikan mobilnya.
"Apa maksudmu, kamu kebahagianku dan hanya denganmu aku mampu menjadi seperti ini" dharma meraih kedua tanganku untuk menyakinkanku.
"Cukup, sudah cukup semua kata manismu selama ini apa arti dari semua ini jika orang tuamu tak merestui kita" menepis tangan dharma.
"Apa artinaya selama ini kita bertahan, aku akan berusaha mencari jalan keluar dari semua ini dan kita akan segera menikah"
"Tidak tak ada lagi yang mampu menyatukan kita aku memang tak pantas untuk pria sepertimu kita tidak sederajat" tanpa terasa air mataku mengalir dipipi.
"Cukup, aku tak akan pernah membiarkanmu pergi lagi dari kehidupanku kamu hanya milikku" teriak dharma dan kembali menjalankan mobilnya.
Sepanjang perjalanan tak ada lagi canda dan tawa kami terdiam tanpa suara. aku hanya menatap sepanjang jalan yang ramai dilalui oleh berberapa mobil.
Cinta begitu rumit bagiku, kadang aku merasa nyaman merasakan cinta yang tulus darinya. Tapi kadang cinta membuatku merasa sakit dan hanya ingin menangis. Kata orang cinta itu seperti makanan setiap hari dimana ada rasa pahit manis asin dan pedas. Entahlah mungkin yang aku rasakan saat ini rasa pahit, percintaanku terlalu rumit untuk dipahami aku memilih bertahan padahal aku tau hubungan yang aku jalani tak bisa untuk dilanjutkan tapi aku tetap memaksa menjalani hubungan ini.
__ADS_1