Gadisku

Gadisku
Malam Panjang


__ADS_3

Hampir tiga puluh menit aku berada dikamar mandi. saat aku hebdak keluar ternyata dharma nenunggu didepan pintu dan mendorongku kembali masuk kedalam kamar mandi.


"Apa yang mau kau lakukan" dharma terus mendorong nita hingga dipojok kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi


"Aku hanya merindukanmu sayang" nita hanya terdiam melihat prilaku dharma sangat berubah terhadapnya.


"Kenapa kau seperti ini" dharma langsung mencium bibir nita tampa menjawab pertanyaan nita


Nita sudah tak mampu berbuat apa, mungkin takdir telah menyatukan mereka hingga dharma seperti ini.


"Dengarkan aku, sekarang tak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita. hanya aku dan kamu, ibuku tak mungkin lagi bisa memisahkan kita dan aku akan menetap disini hingga waktunya tiba nanti ku akan menikahimu dan menjadi ibu dari anak anakku" nita hanya mampu memandang dan mendengarkan perkataan dharma.


"Tapi" bibir nita langsung dibungkam dengan tangan dharma saat ingin berbicara.


"Tak ada kata tapi lagi hanya kamu dan aku" dhrama terus menyakinkan nita.


"Kenapa kau diam apa kau tak mencintaiku" dharma meraih dagu nita dan menatapnya dengan penuh artian.


"..." nita mencoba mengalihkan pandangannya dari dharma.


"Coba jawab, apa kau sudah tak mencintaiku lagi" dharma mulai berjalan meninggalkan nita.


Hingga sampai dharma membuka kunci pintu dan membuka pintu, nita berlari dan memeluk dharma dari belakang.


"Aku tak mengerti dengan perasaanku, disuatu sisi aku sangat nyaman saat kau berada disampingmu. tapi disisi lain ibumu tak merestui hubungan kita. aku tak mapu berkata dan berbuat apa aku sangat mencintaimu aku tak bisa jauh darimu" nita meneteskan air matanya dan tak mampu menahan isak tangisnya.


"Hentikan air matamu, aku tak mau melihatmu menangis" dharma membalikan badannya yang membelakangi nita menggusap air mata nita dipipinya.


"Jangan pernah lagi kau bohongi hatimu, aku tak akan pernah meninggalkanmu sekali pun karna ibuku" dharma mencium kening nita.

__ADS_1


"Tapi apa mungkin ibumu merestui hubungan kita" nita mulai metap wajah dharma.


"Tak ada yang akan mampu melawan kehendakku dan menentang kemauanku"dharma memeluk nita dan hanya dibalas mengangguk dengan nita.


"Aku berjanji setelah kuliahmu usai kamu akan hidup bersamaku untuk selamanya.


"Jadi maksudmu apa kau menerima ku bekerja diperusahaanmu" nita mulai menghapus air matanya.


"Tentu kau akan menjadi asisten pribadiku, karna aku tak mau jauh darimu" dharma kembali memeluk nita.


"Terima kasih" nita membalas pelukan dharma.


"Jadi apa boleh aku mengobati rinduku" dia memberikan senyum manis itu hingga nita jadi salah tingkah.


"Apa maksudmu" dharma menggendong nita menuju ranjang king sizenya.


"apa kau menyukainya sayang" dharma mulai memadukan tanganya ke dalam baju yang aku kenakan dan terus menciumi dari bibir hingga keleherku.


Tanganya begitu terampil dalam melepas pakaianku satu persatu. aku begitu terbuai dengan sentuhan lembutnya yang membuatku terbang melayang. pakaianku tersisa bra dan celana dalamku,aku menarik selimut dan menutupi seluruh badanku saat dia sedang melucuti dirinya.


Dharma terus menciumi bibir nita dengan sangat rakus, hingga ke leher nita. gerakan dharma semakin panas hingga nita menjambak bantal yang ada disebelahnya.


"Bolehkah aku meminta lebih"


Sembari mencium bibir nita dengan penuh gairah, tangan sudah menuju paha nita mengelusnya dengan lembut membuat nita semakin mengeligat.


Kini ia mulai meraih celana nita dan mulai melepasnya, memasukan jarinya kedalam lubang intim milik nita membuat suara desahan yang membuat dharma semakin merasakan hawa panas.


"Kau mulai basah sayang"

__ADS_1


Wajah nita merah merona mendengar bisikan dikupingnya.


Kini tangan dharma beralih melepaskan bra yang masih menutupi benda sintal yang kenyal dan besar itu. perlahan tapi pasti membuat nita melayang karna sentuhannya, mulai melahap gundukan sintal yang sudah mulai menengang.


Nita terus mendesah dengan sentuhan dharma yang membuatnya menutup matanya menikmati permainan dharma.


Banyak tanda merah yang ditinggalkan disekujur tumbuh nita. dharma mulai mengeluarkan juniornya yang mulai meronta ingin keluar. ia meraih tangan nita dan mengarahkanya ke juniornya, menuntun nita untuk mengosoknya naik turun lalu memasukannya kemulutnya.


"Ahhhh... kau membuatku melayang sayang" nita terus melumat junior dharma dan menggigit kecil hingga dharma mendorong tubuh nita terlengtang keranjang.


"Buka kakimu untukku sayang" dengan malu nita membuka kakinya yang memperlihatkan lubang intimnya yang membuat dharma tak tahan menahan dirinya dan mendorong kepalanya kelubang intim nita dan menyantapnya.


"Aku sudah tak tahan sayang aku akan memasukannya sekarang"


"Aahhhh... lakukan dengan lembut" dharma mulai memasukan juniornya


"Aahh masih saja sempit sayang"


Mereka melakukannya sepanjang malam dengan ditemani hawa dingin yang yang menyelimuti suasana panas mereka.


@@@


Maafkan daku yang terlalu fullgarr ...


hampa hanya maklul tuhan yang penuh dengan hayalan 🤣🤣🤣


mana lagi nih like komen dan votenya aku bener bener nunggu sekali.


tterima kasih bagi yg masih setia membaca maafkan aku yg upnya lama lama 😭😭

__ADS_1


__ADS_2