
nita pun terjatuh membaca undangan yang dibawa sintia tak mampu mengucapkan kata kata tersandar dibawah tempat tidur diselimuti rasa tak percaya membaca undungan itu kamar pecah dengan isak tangis nita. febby datang dan masuk kekamar nita
"kenapa pintunya terbuka?" guman febby dalam hati
"nitaa...nitaaa.." ucap febby masuk ke dalam kamar nita
tak ada jawaban hingga febby melihat nita menangis dan menghampiri nita.
" apa yang terjadi padamu" ucap febby yang membangunkan nita dan duduk diatas ranjang
"...." nita tak menjawab hanya memberikan undangan yang dia dapatkan
" apa ini " ucap febby dan terkejut melihat undangan tersebut
" pertunangan ? apa benar dharma akan bertunangan" ucap febby dan nita hanya mengangguk
" apa kau sudah menghubungi dharma dan bertanya apa ini benar?" febby terus melontarkan pertanyaan pada nita tapi tak sedikit pun nita mampu berbicara dan menjawab satu pun pertanyaan febby
nita pun langsung memeluk febby dan kembali menangis dipelukan febby. febby hanya mampu menenangkan nita jika febby diposisi nita pasti dia akan seperti ini juga. HANCUR itu yang dirasakan nita saat ini hanya tangis yang mampu dia laku kan .
"sudahlah nit kalau kamu memang berjodoh dengannya dia pasti akan kembali padamu. sudahi tangisanmu masih banyak hal yang harus kamu jalani bukan hanya dia laki-laki didunia ini masih banyak orang yang sayang padamu. raihlah cita-citamu bahagiakan orang tuamu yang sudah membesarkanmu." ucap febby menenangkan nita dan memberi semagat nita.
"iiia aku harus bisa melupakannya aku harus membuang semua rasaku padanya. cintaku dan dia hanya cinta terlarang yang tak direstui orang tuanya" aku harus bisa melupakannya" ucap nita menghapus air matanya yang membasahi pipinya. dan mengambil handphonenya yang berbunyi
"halo selamat siang bisa saya berbicara dengan nita" ucap seseorang dari sebrang telpon
"ia siang, ia dengan saya sendiri ada yang bisa saya bantu?" jawab nita
" halo nita saya pak adi" ucap seseorang disebrang telpon
"iia selamat siang pak adi ada yang bisa saya bantu pak" jawab nita
"bisakah kamu datng kekampus hari ini ada yng mau saya bicarakan penting" ucap pak adi
"bisa pak sekarang saya akan langsung menuju kekampus" jawab nita
"baiklah saya tunggu" ucap pak adi dan memutuskan sambungan telponnya
"siapa nit" tanya febby
__ADS_1
"pak adi dosen dikampus, feb aku bisa minta tolong?" ucap nita
"minta tolong apa?"jawab febby
"tolong antar aku kekampus boleh"ucap nita dengan memberikan senyum manisnya
"apa sih yang gak buat sahabat manis aku yang satu ini" jawab febby mencubit pipi nita
"aduuhhhh sakit feb" ucap nita menggosok gosok pipi yang dicubit febby
"nggiiih sana bersihkan dirimu" ucap febby nita pun langsung membersihkan dirinya yang kacau karna menangis.
sesampai dikampus nita pun langsung menuju ruangan pak adi sedangkan febby menunggu dikantin sambil mengisi perutnya.
"tookktookk" nita mengetuk pintu ruangan pak adi
"masuk " suruh pak adi dan nita pun masuk keruangan pak adi
"siang pak" ucap nita pada pak adi
"silahkan duduk nita"jawab pak adi
"baiklah kita langsung saja ya. apa kamu masih ingat dengan biasiswa yang bapak bilang akan mendaftarkan kamu untuk mengikuti tes itu" ucap pak adi
"iia pak saya ingat saya kan sudah mengikuti tes tersebut pak, kalau memang saya gagal saya tak apa apa pak" jawab nita sedih
" bapak belum ada bilang kamu gagal dites tersebut" ucap pak adi dan nita hanya terdiam ketika pak adi menyodorkan tangannya kepada nita
" selamat nita kamu berhasil mendapatkan biasiswa untuk melanjutkan perkuliahan S2 di amerika" ucap pak adi
" apa bapak serius pak" jawab nitanyang masih belum percaya dengan yang dikatakan pak adi
" apa bapak ada muka bercanda?"tanya pak adi
" terima kasih pak " ucap nita dengan penuh semangat
"baiklah nita kamu isi semua berkas ini dan minta persetujuan dan doa orang tua mu agar semuanya lancar dan kalau sudah selesai secepatnya kamu berikan pada bapak kalau bisa minggu ini kamu sudah harus berikab semua berkas ini pada bapak selanjutnya bapak akan urus keberangkatanmu jika orang tuamu mengijinkan keberangkatanmu" ucap pak adi menberikan berkas yang harus diisi nita
"baik pak saya akan segera menghubungi orang tua saya dan secepatnya menghubungi bapak. sekali lagi terimakasih pak" ucap nita menjabat tangan pak adi
__ADS_1
"ya sudah kembaliah pulang dan bersiaplah untuk acara besok yang banyak kejutan untukmu" jawab pak adi dengan mengedipkan sebelah matanya
"baik pak saya permisi dulu" ucap nita dengan memikirkan perkataan pak adi besok akan banyak kejutan untuk mu
nita pun mencari febby yang sudah menunggunya dikantin.
"febbyyyyyyy" teriak nita hingga beberapa orang yang berada dikantin melihat nita
"bisakah kau tidak teriak ditempat seramai ini" ucap febby yang melihat sekeliling semua orang menatap mereka berdua
"biar in aja aku mau kasik kabar gembira buat kamu" ucap nita dengan raut wajah sangat gembira
"duduklah dulu tapi aku mohon kecilkan suaramu aku malu" jawab febby
"iihh apaan sih kamu ini orang lagi serius juga" jawab nita
"baiklah baiklah apa yang mau kau ceritakan" ucap febby
"aku mendapatkan biasiswa S2 diluar negeri" ucap nita dengan senyum bahagianya
" apa kau serius ?" ucap febby
" ia feb akhirnya setelah menunggu lama ku dapatkan yang aku impi impikan" ucap nita
" raih cita citamu aku pasti akan selalu mendukungmu" ucap febby memeluk nita
" makasih feb kau memang sahabat terbaikku" ucap nita
waktu semakin sore matahari mulai terbenam dan digantikan oleh bulan yang mulai bersinar dikelilingi dengan taburan bintang yang membuat lagit begitu indah untuk dipandang desiran angin membuat rasa rindu kepada dharma semakin mendalam. tapi nita mencoba untuk menepis rasa rindunya karna ia sudah cukup merasakan rasa sakit karna cinta terlarang ini. nita mencoba menutup luka itu dan memulai hidup baru tanpa adanya dharma.
"aku akan memulai hidupku dari awal dan menutup semua luka bersama dharma dan mengubur semua rasa ini. aku yakin perlahan aku akan bisa melupakan dia aku harus mengejar semua cita citaku dan membahagiakan kedua orang tuaku" guman nita dalam hati
malam semakin larut desiran angin malam muali menusuk tulung nita pun kembali kekamar untuk beristirahat agar besok dia bisa mengikuti acara wisudanya.
tak selamanya kesihan akan selalu menyelimuti
hati kita pasti akan ada kebahagian yang tak terduga akan datang menghampiri kita. jangan pernah mengira tuhan akan memberikan hanya kesedian pada kita karna tuhan tau semana batas kemampuan kita saat ia menguji kita 🙏🙏
kasik likenya lagi dong biar akunya tambah semgat 😁😁
__ADS_1