Gadisku

Gadisku
Pasrah


__ADS_3

Karna tak bertemu dengan nita dharma pun kembali pulang kerumah orang tuanya. Baru saja dharma melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dharma sudah disambut dengan teriakan seorang wanita.


"Sayang akhirnya kau pulang juga" sintia berlari kecil menghampiri dharma dan memeluknya.


"...." dharma tak menjawab perkataan sintia


"Cantik sekali bunganya itu pasti untukku kan?" tanya sintia pada dharma


"Ini, ambillah jika kau mau" dharma memberikan bunga itu lalu pergi meninggalkan sintia


"Anakku sayang sudah pulang bagaimana keadaanmu?" arika yang duduk diruangan keluarga bersama suaminya menghampiri dharma


"baik" jawab dharma singkat dan langsung pergi kekamarnya.


dharma merebahkan dirinya dan terus memikirkan keberadaan nita. Dharma pun langsung meraih handphonenya dan menghubungi bawahanya untuk mencari nita dikota S ini.


hari terus berlalu pagi berganti malam tapi seorang yang dikerahkan oleh dharmabtak dapat menemukan keberadaan nita di kota S ini.


"Dimana kamu sayang kenapa kamu pergi lagi meninggalkanku aku benar-benar merindukanmu aku mohon kembalilah kepelukanku" guman dharma dalam hati sambil memandangi foto nita


"Sayang" teriak sintia yang langsung masuk keruangan dharma


"Apakah kau tak bisa mengetuk pintu sebelum masuk keruanganku?"

__ADS_1


"Sayang pasti kau belum makan siangkan ? aku kemari untuk mengajakmu makan siang dan mencari cincin untuk pertunangan kita" tanpa menghiraukan perkataan dharma sintia duduk dipangkuan dharma.


"Apa yang kau lakukan pergi" dharma mendorong sintia dari pangkuannya


"Ayolah sayang apa salahnya semua orang dikantor ini sudah mengetahui aku tunanganmu jadi untuk apa kau malu-malu seperti ini?" sintia yang langsung memeluk dharma dari belakang.


"...." tak ada jawaban dharma melepas pelukan sintia dan berjalan menuju pintu.


"Kau mau kemana?"


"Tadi kau bilang mau makan siang bukan" dharma langsung berjalan menuju pintu.


mereka pun pergi menuju cafe yang dipilih oleh sintia. dharma hanya bisa mengikuti kemauan sintia karna dharma sudah sangat lelah harus setiap hari mendengar omelan dari mamanya untuk segera menikah dan memberikan cucu.


dharma tak punya pilihan lain karna dharma masih belum bisa menemukan gadis yang bisa menggantikan posisi nita dihatinya.


dharma tak begitu menyukai tempat itu karna dia lebih suka tempat yang sederhana apa lagi tempat semewah ini sangat tak masuk dalam kriteria diri dharma.


dharma dan sintia pun masuk ke restoran itu dengan sintia mengandeng tangan dharma. mereka pun masuk dan memesan makanan, sintia terus melontarkan pertanyaan pada dharma dari masalah gaun cincin dan yang lainnya tentang pesta pertunangan mereka tapi tak sedikit pun ada jawaban dari dharma.


"Sayang apa kau tak mendengarkan apa yang ku bicarakan?" sintia memengang bahu dharma membuat dharma terkejut.


"sudahlah mari makan lalu aku akan mengantarmu pulang"

__ADS_1


"tapikan kita harus mencari cincin untuk pertunangan kita" rengek sintia dengan suara manjanya


"baiklah" jawb dharma singkat


setelah menghabiskan makannya mereka pun beranjak pergi meninggalkan restoran tersebut.


dharma terus mendapatkan kabar dari bawahannya tapi tak kunjung ada kabar baik yang dharma dapatkan.


pesta pertunangan tinggal dua minggu lagi tapi dharma tak mampu untuk membohongi hatinya bahwa dia tak bisa melanjutkan pertunangan ini.


" Ayah bunda" panggil dharma diruang makan


"Ada apa nak" ucap arika yang menghentikan makannya


"minggu ini aku harus pergi ke new york untuk mengurus bisnis disana" ucap dharma yang memberanikan diri untuk bicara


"Tapi nak pesta pertunanganmu tinggal dua minggu lagi apa tak bisa kau undur keberangkatanmu"


"tidak bun ini lebih penting dari apa pun"


hanya dengan cara menghindar dharma dapat menolak pertunangan ini. dharma tau jika dia menolak langsung sudah pasti penolakan itu tak dapat diterima oleh kedua orang tuanya, karna itu dharma mengambil cara lain untuk menolaknya.


"Apa perlu ayah yang turun tangan untuk hal perusahan ini" meraih cangkir kopinya

__ADS_1


"Tidak yah aku masih bisa mengurus semuanya" ucap dharma dengan nada sedikit takut


dharma sangat lega akhinya pertunangan ini bisa dibatalkan dan besok pagi dia sudah berangkat ke new york untuk mengurus bisnisnya.


__ADS_2