
setelah semua berkas dianggap beres dengan intan ia pun langsung menuju keruangan dharma untuk meminta tanda tangan dharma agar semua pekerjaan bisa selesai dan ia dan dharma bisa mengikuti acara tersebut dan pulang ke indonesia. sebenarnya intan lebih suka berada lebih lama disini karna disini ia bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan dharma walau dharma sibuk dengan pekerjaannya tapi bagi intan dapat melihat dharma saja sudah membuat hati intan berasa sejuk apa lagi dengan beberapa bentakan dharma yang bagi intan itu sebuah perhatian yang membuat intan lebih giat lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya. iya intan memang mengagumi dharma sejak duduk dibangku SMA intan diam diam menaruh hati pada dharma dan sering memperhatikan gerak gerik dharma hingga akhirnya intan mendengar dharma mengelola perusahaan keluarganya dan di perusahaan itu memerlukan seorang skretaris untuk mengatur jadwal meeting dan mengatur berkas berkas. intan pun mencoba melamar bagian itu dan siapa sangka ternyata ia diterima diposisi itu yang membuat intan merasa jodohnya adalah dharma. sejaak saat itu intan menjadi asisten pribadi dharma kemana dharma pergi untuk bertemu dengan para kolega disana intan selalu menemaninya.
pekerjaan semua sudah selesai dalam pikiran dharma hanya ingin cepat kembali ke indonesia dan bertemu gadis yang paling dia rindukan.
" tunggu aku, aku akan segera pulang dan melepas rinduku padamu. aku sangat mencintaimu gadisku" ucap dharma dalam hati sambil memandang foto nita dengan senyum kebahagian
tookktookk
" masuk" ucap dharma
" maaf pak sopir sudah menunggu didepan untuk mengatar kita bertemu dengan rekan bisnus yang lain" ucap intan
" baiklah kau boleh keluar sebentar lagi saya turun" ucap dharma kesal
" baik pak " jawab intan
dharma tak bersemgat untuk pergi apa lagi memang nita sangat melarang untuk meminum minuman yang berbau alkohol. tapi apa daya dharma tak bisa menolak ajakan dari para koleganya untuk menghormati para koleganya dharma pun pergi keacara tersebut. disepanjang perjalanan tak ada oboran antara intan dan dharma. dharma hanya diam dan memandang keluar jendela dan memikirkan nita. dalam pikirannya hanya nita karna rindu yang mendalam. hingga beberapa saat mereka sampai ditempat yang dituju.
"pak tolong jangan pulang karna saya hanya akan sebentar saja nanti saya akan menghubungi bapak" ucap dharma pada sopirnya
"baik tuan" jawab sopir itu
dharma dan intan pun masuk dan menemui para kolega yang sudah datang lebih dulu. mereka pun saling berbincang bincang samapi intan memberikan sebuah wine pada dharma tapi ditolak dharma
__ADS_1
"apa kau tak mau meminum sedikit saja pak dharma" ucap pak niko yang mengambil gelas dari tangan intan dan memberinya pada dharma
" baiklah" jawab dharma dan mengambil gelas dari tangan niko
" bagus kau masuk dalam perangkapku hanya aku yang boleh memilikimu" guman intan dalam hati
hingga beberapa saat obat yang dimasukan kedalam minuman dharma mulai bereaksi. dharma mulai merasa pusing dharma pun langsung menghubungi sopirnya untuk menjemputnya kedalam dan mengantar pulang ke apartemenya.
"bapak kenapa" tanya intan
" saya tak apa apa" jawab dharma
"mari pak saya bantu" ucap intan
" tidak pergi kau " ucap dharma mendorong intan hingga terjatuh
"tolong saya pak kepala saya pusing sekali"belum selesai dharma berbicara dharma langsung terjatuh kelantai
sopir dharma pun langsung mengangkat dharma dan membawa dharma pergi ke rumah sakit. sesampaunya dirumah sakit dharma langsung ditangani oleh dokter.
" dok tolong bos saya " ucap sopir dharma
" sebaiknya bapak tunggu diluar kami akan menangani ini semua" ucap suster rumah sakit itu
__ADS_1
beberapa menit menunggu akhirnya dokter keluar dari ruangan yang merawat dharma
"keluarga bapak dharma?" ucap dokter itu
"saya sopirnya bagaimana keadaannya?" tanya sopir dharma
"ia hanya terpengaruh dengan obat tidur sebentar lagi juga dia akan siuman" ucap dokter yang menangani dharma
"baiklah pak terimakasih" ucap sopir
dharma pun dipindahkan keruang rawat inap untuk pemulihan dari pengaruh obat tidurnya.
disisi lain intan sangat kesal karna rencananya gagal untuk mendapatkan dharma.
bapak kenapa" tanya intan
" saya tak apa apa" jawab dharma
"mari pak saya bantu" ucap intan
" tidak pergi kau " ucap dharma mendorong intan hingga terjatuh
"mari pak saya bantu napaknya bapak kurang sehat" ucap intan dengan senyum penuh kebohonganya hingga dharma diangkat oleh sopirnya dan dibawa pergi
__ADS_1
"sial semua rencanaku gagal untuk mendapatkan dharma" guman nita dalam hati
ia nitalah orang yang memasukan obat tidur keminuman dharma hingga dharma tak sadarkan diri. opsesi intan yang ingin memiliki dharma membuat dia akan akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan dharma.